Masyarakat di Sanggau Keluhkan Anjloknya Harga Karet Kepada Christiandy


  • Minggu, 9 Agustus 2020
  • 21:36 WIB
  • Masyarakat di Sanggau Keluhkan Anjloknya Harga Karet Kepada Christiandy


    TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Melalui komunikasi lewat zoom meeting, Anggota DPD RI asal Kalbar, Christiandy Sanjaya menjawab aspirasi masyarakat Jemaat Gepembri yang diwakili Pdt. Aerlius Zalukhu STh, di Desa Lumut, Kecamatan Toba Kabupaten Sanggau, Minggu (09/08/2020).

    Adapun masyarakat jemaat Gepembri juga mengajukan usulan atau proposal bagi pengadaan piano, perlengkapan ibadah di Gereja.

    Pdt Aerlius pun menghaturkan rasa terima kasihnya karena telah diperhatikan dan mendapat bantuan dari Wagub Kalbar dua periode tersebut.

    “Bantuan bapak sangat berharga bagi pelaksanaan ibadah kami. Saat ini kami pun sedang merencanakan untuk membangun gereja yang baru ukuran 10 x 20 meter,” ungkap Pdt. Aerlius.

    Masyarakat di Ketapang Keluhkan Masalah Pertanian ke Christiandy Sanjaya

    Selain itu, melalui zoom meeting Pdt. Aerlius juga menyampaikan beberapa hal yang menjadi permasalahan, bukan hanya Gereja dan Jemaat, tapi sebagai tokoh masyarakat beliau juga memaparkan keadaan masa pandemi covid 19 di Desanya.

    di masa Pandemi, ungkap.ya, BST yang disalurkan sangat kurang atau minim. Sebab dari 86 KK di RT yang merima BST hanya 4 KK.

    Padahal mayoritas peduduk adalah ekonomi lemah. Seharusnya menurut penilaian Pdt Aerlius, minimal 50 persen harus menerima bantuan tersebut.

    Dijelaskan pula bahwa harga karet sebelumnya sekitar Rp.6-8 ribu kini hanya Rp. 4 ribu, padahal sehari rata-rata hanya diperoleh 4 kg atau senilai Rp. 16 ribu, jika diakumulasikan harga beras Rp.10 ribu perkilogram, pendapatan sehari hanya setara 1,5 kilogram beras.

    “Harga-harga Sembako saat ini mahal. Sehingga pendapatan dibandingkan dengan kebutuhan penduduk sehari-hari tidak cukup. Belum lagi bila hari hujan. Sementara penerima BST hanya 4 KK. Ini me-indikasikan kemungkinan mutu gizi keluarga akan terganggu,” katanya l.

    Soal Jalan Piasa ke Ibu Kota Kecamatan Toba, lebarnya hanya lebar 4 meter. Terlalu sempit sehingga hampir setiap minggu terjadi kecelakaan. Bahkan pada musim hujan jalan tersebut mulai rusak.




    Like it? Share with your friends!