Kubin : Ancaman Resesi Tak Pengaruhi Produksi Beras Petani di Kabupaten Sanggau


  • Selasa, 6 Oktober 2020
  • 18:44 WIB
  • Kubin : Ancaman Resesi Tak Pengaruhi Produksi Beras Petani di Kabupaten Sanggau

    radarkalbar.com, SANGGAU – Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Sanggau, Kubin mengatakan resesi ini sebenarnya sangat mungkin terjadi. Hanya saja  tidak boleh pasrah dengan kondisi.

    ” Kondisi ini tak boleh membuat kita pasrah. Makanya petani saat ini terus menanam padi, rata – rata bahkan sudah dua kali setahun dengan hasil yang cukup baik,” ungkapnya, Selasa (6/10/2020).

    Diketahui, ancaman resesi akibat pandemi Covid-19 di tanah air memaksa pemerintah untuk meminimalisir dampak yang bisa saja terjadi. Salah satunya adalah dengan memperkuat ketahanan pangan nasional.

    ” Kita di Kabupaten Sanggau terus berupaya memperkuat ketanahan pangan,” ujarnya.

    Kubin memastikan bahwa saat ini kebutuhan masyarakat Sanggau akan beras cukup, dengan asumsi jika satu karung padi itu kan sekitar 15 Kilogram (Kg) beras, lalu seorang petani panen sekitar 60 karung tinggal kali kan jak 15 Kg beras.

    ” Berarti satu ton lebih. Saya rasa cukuplah untuk memenuhi kebutuhan satu keluarga karena konsumsi beras kalau dirata-rata masyarakat sanggau sekitar 114 Kg per tahun. Saya rasa cukuplah,” terangnya.

    Ditambahkan, agar masyarakat tidak kekurangan bahan pangan, kata Kubin, Badan Ketahanan Pangan saat ini sedang merangcang konsumsi beras bukan lagi 114 Kg pertahun perjiwa tetapi 85 – 89 Kg pertahun perjiwa.

    “Penggantinya apa? Bisa ubi, bisa talas, jagung, dan lain – lain yang disebut pangan sumber karbohidrat non padi. Kalaupun kita kehabisan beras kita bisa gunakan ubi, talas, jagung atau sejenisnya untuk makan pengganti beras,” pungkasnya.

    Ia mengimbau agar masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk bercocok tanam.

    “Kami melalui APBN melalui program pemanfaatan pekarangan lestari (P2L) yang tahun ini ada 8 desa di Sanggau memanfaatkan pekarangan sekitar rumah untuk menanam sayuran dan sejenisnya didalam polibek, dan ada juga kita punya demplot-demplot di beberapa tempat,”ungkapnya.

     

     

     

     

    Baca juga

     

     

     

     

     

    Pewarta : Abin.

    Editor : Sery Tayan.


    Like it? Share with your friends!