Polres Sanggau – Polsek Noyan bergerak cepat menindaklanjuti
hasil pemantauan titik panas (hotspot) di wilayah Kecamatan Noyan, Kabupaten
Sanggau, dengan melaksanakan ground check atau verifikasi lapangan pada Jumat
(10/7/2026) mulai pukul 16.00 WIB. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah
preventif untuk memastikan tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
yang berpotensi meluas di wilayah tersebut.
hasil pemantauan titik panas (hotspot) di wilayah Kecamatan Noyan, Kabupaten
Sanggau, dengan melaksanakan ground check atau verifikasi lapangan pada Jumat
(10/7/2026) mulai pukul 16.00 WIB. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah
preventif untuk memastikan tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
yang berpotensi meluas di wilayah tersebut.
Ground check dilaksanakan oleh personel Polsek Noyan berdasarkan hasil
pemantauan hotspot dari satelit Sipongi, SNPP, dan NOAA-20 yang mendeteksi
sejumlah titik panas di Kecamatan Noyan. Verifikasi lapangan dilakukan guna
memastikan kondisi sebenarnya di lokasi sekaligus mengecek apakah sumber api
telah benar-benar padam.
pemantauan hotspot dari satelit Sipongi, SNPP, dan NOAA-20 yang mendeteksi
sejumlah titik panas di Kecamatan Noyan. Verifikasi lapangan dilakukan guna
memastikan kondisi sebenarnya di lokasi sekaligus mengecek apakah sumber api
telah benar-benar padam.
Dari hasil pemantauan satelit, teridentifikasi sebanyak 14 titik hotspot
di wilayah Kecamatan Noyan. Namun, hingga pelaksanaan kegiatan, personel
berhasil melakukan pengecekan terhadap delapan titik, sementara enam titik
lainnya belum dapat diverifikasi karena terkendala kondisi geografis,
keterbatasan personel, serta waktu yang sudah menjelang malam.
di wilayah Kecamatan Noyan. Namun, hingga pelaksanaan kegiatan, personel
berhasil melakukan pengecekan terhadap delapan titik, sementara enam titik
lainnya belum dapat diverifikasi karena terkendala kondisi geografis,
keterbatasan personel, serta waktu yang sudah menjelang malam.
Delapan titik yang berhasil diperiksa tersebar di Dusun Empoto, Desa
Empoto, serta beberapa lokasi di Desa Idas, yakni Dusun Telogah, Dusun Idas,
Dusun Kobuk, dan Dusun Minsok. Luas lahan yang diverifikasi berkisar antara 0,5
hingga 0,7 hektare.
Empoto, serta beberapa lokasi di Desa Idas, yakni Dusun Telogah, Dusun Idas,
Dusun Kobuk, dan Dusun Minsok. Luas lahan yang diverifikasi berkisar antara 0,5
hingga 0,7 hektare.
Berdasarkan hasil pengecekan, seluruh lokasi merupakan lahan milik
masyarakat yang dipersiapkan untuk kegiatan berladang, terutama penanaman padi
dan jagung. Personel memastikan titik-titik tersebut telah dilakukan pengecekan
secara langsung untuk mengetahui kondisi di lapangan dan memastikan tidak
terdapat api yang masih berpotensi memicu kebakaran lebih luas.
masyarakat yang dipersiapkan untuk kegiatan berladang, terutama penanaman padi
dan jagung. Personel memastikan titik-titik tersebut telah dilakukan pengecekan
secara langsung untuk mengetahui kondisi di lapangan dan memastikan tidak
terdapat api yang masih berpotensi memicu kebakaran lebih luas.
Selain melakukan verifikasi, personel Polsek Noyan juga memberikan
edukasi dan imbauan kepada masyarakat agar tetap mengedepankan langkah-langkah
pencegahan karhutla, khususnya dalam aktivitas pembukaan lahan yang harus
dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan prinsip
kehati-hatian.
edukasi dan imbauan kepada masyarakat agar tetap mengedepankan langkah-langkah
pencegahan karhutla, khususnya dalam aktivitas pembukaan lahan yang harus
dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan prinsip
kehati-hatian.
Kapolsek Noyan IPTU Suhariyanto, S.H., mengatakan bahwa kegiatan ground
check merupakan bagian dari upaya deteksi dini dalam mencegah terjadinya
kebakaran hutan dan lahan, terutama pada musim yang memiliki potensi
meningkatnya titik panas.
check merupakan bagian dari upaya deteksi dini dalam mencegah terjadinya
kebakaran hutan dan lahan, terutama pada musim yang memiliki potensi
meningkatnya titik panas.
“Setiap informasi hotspot yang terdeteksi melalui pemantauan satelit
kami tindak lanjuti dengan pengecekan langsung di lapangan. Langkah ini penting
untuk memastikan kondisi sebenarnya sekaligus mencegah berkembangnya api yang
dapat mengancam lingkungan maupun keselamatan masyarakat,” ujarnya.
kami tindak lanjuti dengan pengecekan langsung di lapangan. Langkah ini penting
untuk memastikan kondisi sebenarnya sekaligus mencegah berkembangnya api yang
dapat mengancam lingkungan maupun keselamatan masyarakat,” ujarnya.
IPTU Suhariyanto menjelaskan bahwa hasil pengecekan menunjukkan
lahan-lahan tersebut merupakan milik warga yang digunakan untuk kegiatan
pertanian. Meski demikian, pihaknya tetap mengingatkan masyarakat agar
pembukaan lahan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku dan tidak menimbulkan
dampak kebakaran yang meluas.
lahan-lahan tersebut merupakan milik warga yang digunakan untuk kegiatan
pertanian. Meski demikian, pihaknya tetap mengingatkan masyarakat agar
pembukaan lahan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku dan tidak menimbulkan
dampak kebakaran yang meluas.
Kapolsek juga menegaskan bahwa Polsek Noyan akan terus meningkatkan
kegiatan patroli, sosialisasi, dan edukasi kepada masyarakat mengenai
pencegahan karhutla. Upaya tersebut mengacu pada Peraturan Gubernur Kalimantan
Barat Nomor 103 Tahun 2020, Peraturan Bupati Sanggau Nomor 39 Tahun 2020
tentang tata cara pembukaan lahan dengan cara dibakar, serta Peraturan Daerah
Kabupaten Sanggau Nomor 14 Tahun 2022 mengenai perlindungan dan pemberdayaan
peladang dalam pembukaan lahan berbasis kearifan lokal.
kegiatan patroli, sosialisasi, dan edukasi kepada masyarakat mengenai
pencegahan karhutla. Upaya tersebut mengacu pada Peraturan Gubernur Kalimantan
Barat Nomor 103 Tahun 2020, Peraturan Bupati Sanggau Nomor 39 Tahun 2020
tentang tata cara pembukaan lahan dengan cara dibakar, serta Peraturan Daerah
Kabupaten Sanggau Nomor 14 Tahun 2022 mengenai perlindungan dan pemberdayaan
peladang dalam pembukaan lahan berbasis kearifan lokal.
Menurutnya, kepatuhan terhadap regulasi tersebut menjadi kunci agar
aktivitas pertanian tetap dapat berjalan tanpa mengabaikan aspek keselamatan
lingkungan. Oleh karena itu, sinergi antara aparat, pemerintah desa, tokoh
masyarakat, dan para peladang menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya
karhutla.
aktivitas pertanian tetap dapat berjalan tanpa mengabaikan aspek keselamatan
lingkungan. Oleh karena itu, sinergi antara aparat, pemerintah desa, tokoh
masyarakat, dan para peladang menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya
karhutla.
Dalam pelaksanaan ground check, petugas juga menghadapi sejumlah
kendala, di antaranya lokasi hotspot yang berada di daerah dengan akses sulit
dijangkau, keterbatasan jumlah personel yang melakukan verifikasi, serta
kondisi cuaca dan waktu yang semakin gelap sehingga sebagian titik belum dapat
diperiksa pada hari yang sama.
kendala, di antaranya lokasi hotspot yang berada di daerah dengan akses sulit
dijangkau, keterbatasan jumlah personel yang melakukan verifikasi, serta
kondisi cuaca dan waktu yang semakin gelap sehingga sebagian titik belum dapat
diperiksa pada hari yang sama.
Melalui kegiatan ini,
Polsek Noyan menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat
dalam melakukan deteksi dini, pengawasan, dan langkah-langkah preventif
terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Diharapkan kolaborasi antara
kepolisian dan masyarakat mampu menjaga wilayah Kecamatan Noyan tetap aman dari
ancaman karhutla sekaligus mendukung keberlanjutan sektor pertanian yang ramah
lingkungan. (Dny Ard / Humas Res Sgu)
Polsek Noyan menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat
dalam melakukan deteksi dini, pengawasan, dan langkah-langkah preventif
terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Diharapkan kolaborasi antara
kepolisian dan masyarakat mampu menjaga wilayah Kecamatan Noyan tetap aman dari
ancaman karhutla sekaligus mendukung keberlanjutan sektor pertanian yang ramah
lingkungan. (Dny Ard / Humas Res Sgu)
