Polres Sanggau –
Pelaksanaan verifikasi dan pengecekan titik panas (hotspot) di wilayah
Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, dilakukan pada Minggu, 19 April 2026.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas terpantauannya dua titik hotspot
melalui aplikasi BRIN Fire Hotspot yang masuk dalam kategori medium.
Pelaksanaan verifikasi dan pengecekan titik panas (hotspot) di wilayah
Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, dilakukan pada Minggu, 19 April 2026.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas terpantauannya dua titik hotspot
melalui aplikasi BRIN Fire Hotspot yang masuk dalam kategori medium.
Kegiatan
pengecekan berlangsung mulai pukul 15.30 WIB hingga 17.00 WIB di wilayah hukum
Polsek Sekayam. Personel Polsek Sekayam bersama tim Manggala Agni turun
langsung ke lapangan guna memastikan kondisi riil di lokasi sesuai dengan
koordinat yang terdeteksi sistem.
pengecekan berlangsung mulai pukul 15.30 WIB hingga 17.00 WIB di wilayah hukum
Polsek Sekayam. Personel Polsek Sekayam bersama tim Manggala Agni turun
langsung ke lapangan guna memastikan kondisi riil di lokasi sesuai dengan
koordinat yang terdeteksi sistem.
Dua titik
hotspot tersebut teridentifikasi berada di wilayah Dusun Sotok, Desa Sotok,
Kecamatan Sekayam. Berdasarkan hasil verifikasi di lapangan, kedua titik api
tersebut telah dalam kondisi padam saat dilakukan pengecekan oleh petugas.
hotspot tersebut teridentifikasi berada di wilayah Dusun Sotok, Desa Sotok,
Kecamatan Sekayam. Berdasarkan hasil verifikasi di lapangan, kedua titik api
tersebut telah dalam kondisi padam saat dilakukan pengecekan oleh petugas.
Lokasi pertama
diketahui memiliki luas lahan sekitar 0,5 hektare, sementara lokasi kedua
diperkirakan seluas 0,3 hektare. Kedua lahan tersebut sebelumnya sempat
terbakar, namun tidak ditemukan lagi adanya titik api aktif saat tim tiba di
lokasi.
diketahui memiliki luas lahan sekitar 0,5 hektare, sementara lokasi kedua
diperkirakan seluas 0,3 hektare. Kedua lahan tersebut sebelumnya sempat
terbakar, namun tidak ditemukan lagi adanya titik api aktif saat tim tiba di
lokasi.
Kapolsek
Sekayam, AKP Dr. Sutikno, S.Sos., M.A.P., menyampaikan bahwa kegiatan ini
merupakan langkah cepat dalam merespons informasi dari sistem pemantauan
hotspot guna mencegah potensi kebakaran hutan dan lahan yang lebih luas.
Sekayam, AKP Dr. Sutikno, S.Sos., M.A.P., menyampaikan bahwa kegiatan ini
merupakan langkah cepat dalam merespons informasi dari sistem pemantauan
hotspot guna mencegah potensi kebakaran hutan dan lahan yang lebih luas.
“Kami memastikan
bahwa setiap titik hotspot yang terpantau segera diverifikasi di lapangan. Hal
ini penting untuk memastikan kondisi sebenarnya serta mencegah terjadinya
kebakaran lanjutan,” ujarnya.
bahwa setiap titik hotspot yang terpantau segera diverifikasi di lapangan. Hal
ini penting untuk memastikan kondisi sebenarnya serta mencegah terjadinya
kebakaran lanjutan,” ujarnya.
Dalam
pelaksanaan kegiatan tersebut, petugas melakukan sejumlah langkah strategis, di
antaranya pendataan lokasi, pengecekan langsung di lapangan, serta koordinasi
dengan perangkat desa dan masyarakat setempat guna menggali informasi terkait
penyebab munculnya hotspot.
pelaksanaan kegiatan tersebut, petugas melakukan sejumlah langkah strategis, di
antaranya pendataan lokasi, pengecekan langsung di lapangan, serta koordinasi
dengan perangkat desa dan masyarakat setempat guna menggali informasi terkait
penyebab munculnya hotspot.
Dari hasil
koordinasi, diketahui bahwa lahan yang terbakar digunakan oleh warga untuk
kegiatan pertanian, seperti penanaman padi, cabai, dan jagung. Proses
pembakaran dilakukan secara terbatas dan telah dikoordinasikan dengan pihak
desa maupun tokoh adat setempat.
koordinasi, diketahui bahwa lahan yang terbakar digunakan oleh warga untuk
kegiatan pertanian, seperti penanaman padi, cabai, dan jagung. Proses
pembakaran dilakukan secara terbatas dan telah dikoordinasikan dengan pihak
desa maupun tokoh adat setempat.
Kapolsek Sekayam
menegaskan bahwa pembakaran lahan dilakukan dalam skala kecil, tidak melebihi
dua hektare, serta dilaksanakan secara gotong royong oleh para petani dengan
menggunakan peralatan tradisional seperti ember dan alat manual lainnya.
menegaskan bahwa pembakaran lahan dilakukan dalam skala kecil, tidak melebihi
dua hektare, serta dilaksanakan secara gotong royong oleh para petani dengan
menggunakan peralatan tradisional seperti ember dan alat manual lainnya.
“Meski dilakukan
secara terbatas dan terkendali, kami tetap mengimbau masyarakat untuk lebih
berhati-hati dalam membuka lahan, serta selalu berkoordinasi dengan pihak
terkait agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas,” tambah AKP Sutikno.
secara terbatas dan terkendali, kami tetap mengimbau masyarakat untuk lebih
berhati-hati dalam membuka lahan, serta selalu berkoordinasi dengan pihak
terkait agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas,” tambah AKP Sutikno.
Berdasarkan
catatan, dua titik hotspot yang terpantau melalui aplikasi BRIN Fire Hotspot di
wilayah Kecamatan Sekayam masuk dalam kategori medium. Hal ini menjadi
perhatian serius bagi aparat untuk terus melakukan pemantauan secara berkala.
catatan, dua titik hotspot yang terpantau melalui aplikasi BRIN Fire Hotspot di
wilayah Kecamatan Sekayam masuk dalam kategori medium. Hal ini menjadi
perhatian serius bagi aparat untuk terus melakukan pemantauan secara berkala.
Kegiatan verifikasi ini
menjadi bagian dari upaya preventif Polsek Sekayam dalam memastikan bahwa
setiap potensi kebakaran dapat ditangani secara cepat dan tepat.
menjadi bagian dari upaya preventif Polsek Sekayam dalam memastikan bahwa
setiap potensi kebakaran dapat ditangani secara cepat dan tepat.
Dengan sinergi
antara aparat, pemerintah desa, dan masyarakat, diharapkan risiko kebakaran hutan
dan lahan dapat diminimalisir secara berkelanjutan. (Dny Ard / Humas Res
Sgu)
antara aparat, pemerintah desa, dan masyarakat, diharapkan risiko kebakaran hutan
dan lahan dapat diminimalisir secara berkelanjutan. (Dny Ard / Humas Res
Sgu)
