Polres Sanggau – Perkuat ketahanan
pangan nasional terus menunjukkan hasil positif. Hal itu terlihat dalam
kegiatan Panen Jagung Hibrida Kuartal II Tahun 2026 yang dilaksanakan di lahan
milik sukarelawan Munardi, Dusun Perintis, Desa Balai Sebut, Kecamatan
Jangkang, Kabupaten Sanggau, Selasa (2/6/2026).
pangan nasional terus menunjukkan hasil positif. Hal itu terlihat dalam
kegiatan Panen Jagung Hibrida Kuartal II Tahun 2026 yang dilaksanakan di lahan
milik sukarelawan Munardi, Dusun Perintis, Desa Balai Sebut, Kecamatan
Jangkang, Kabupaten Sanggau, Selasa (2/6/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul
08.00 WIB tersebut menjadi bagian dari program dukungan terhadap swasembada
pangan nasional sekaligus implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia di
sektor pertanian. Panen dilakukan pada lahan seluas satu hektare yang
sebelumnya ditanami jagung hibrida pada 13 Februari 2026.
08.00 WIB tersebut menjadi bagian dari program dukungan terhadap swasembada
pangan nasional sekaligus implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia di
sektor pertanian. Panen dilakukan pada lahan seluas satu hektare yang
sebelumnya ditanami jagung hibrida pada 13 Februari 2026.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat
Jangkang Yuliana Ernawati, S.Kom., beserta staf, Kapolsek Jangkang IPTU Sukarjo
bersama personel Polsek Jangkang, Danramil 1204/Jangkang SERMA Sri Mulyono
bersama anggota, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan
Jangkang Sri Slamet bersama para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Mitra BPS
Kabupaten Sanggau Yakobus, S.Tr.P., serta pemilik lahan sekaligus sukarelawan,
Munardi.
Jangkang Yuliana Ernawati, S.Kom., beserta staf, Kapolsek Jangkang IPTU Sukarjo
bersama personel Polsek Jangkang, Danramil 1204/Jangkang SERMA Sri Mulyono
bersama anggota, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan
Jangkang Sri Slamet bersama para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Mitra BPS
Kabupaten Sanggau Yakobus, S.Tr.P., serta pemilik lahan sekaligus sukarelawan,
Munardi.
Panen bersama tersebut menjadi
momentum penting dalam mengukur keberhasilan budidaya jagung hibrida yang telah
dilakukan selama kurang lebih tiga bulan terakhir. Selain memanen hasil
tanaman, tim juga melaksanakan pengukuran produktivitas menggunakan metode
ubinan guna memperoleh data estimasi hasil panen secara akurat.
momentum penting dalam mengukur keberhasilan budidaya jagung hibrida yang telah
dilakukan selama kurang lebih tiga bulan terakhir. Selain memanen hasil
tanaman, tim juga melaksanakan pengukuran produktivitas menggunakan metode
ubinan guna memperoleh data estimasi hasil panen secara akurat.
Proses ubinan dilakukan oleh petugas
BPP Kecamatan Jangkang bersama Mitra BPS Kabupaten Sanggau pada tiga titik
sampel. Hasil pengukuran menunjukkan plot pertama menghasilkan 13,26 kilogram,
plot kedua 10,01 kilogram, dan plot ketiga 11,63 kilogram.
BPP Kecamatan Jangkang bersama Mitra BPS Kabupaten Sanggau pada tiga titik
sampel. Hasil pengukuran menunjukkan plot pertama menghasilkan 13,26 kilogram,
plot kedua 10,01 kilogram, dan plot ketiga 11,63 kilogram.
Berdasarkan hasil tersebut, diperoleh
rata-rata produksi sebesar 11,63 kilogram per sampel. Dari perhitungan teknis
ubinan, diperkirakan hasil panen jagung dalam kondisi tongkol basah mencapai
sekitar 18,61 ton per hektare.
rata-rata produksi sebesar 11,63 kilogram per sampel. Dari perhitungan teknis
ubinan, diperkirakan hasil panen jagung dalam kondisi tongkol basah mencapai
sekitar 18,61 ton per hektare.
Sementara itu, setelah dilakukan konversi
ke tongkol kering, estimasi hasil panen mencapai sekitar 14,08 ton per hektare.
Adapun hasil akhir berupa jagung pipil kering diperkirakan mencapai 7,88 ton
per hektare, angka yang menunjukkan produktivitas lahan yang cukup baik dan
menjanjikan bagi pengembangan pertanian jagung di wilayah tersebut.
ke tongkol kering, estimasi hasil panen mencapai sekitar 14,08 ton per hektare.
Adapun hasil akhir berupa jagung pipil kering diperkirakan mencapai 7,88 ton
per hektare, angka yang menunjukkan produktivitas lahan yang cukup baik dan
menjanjikan bagi pengembangan pertanian jagung di wilayah tersebut.
Kapolsek Jangkang IPTU Sukarjo menjelaskan
bahwa keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan merupakan bentuk
dukungan nyata terhadap kebijakan pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan
nasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
bahwa keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan merupakan bentuk
dukungan nyata terhadap kebijakan pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan
nasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Panen jagung hibrida ini menjadi
bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, penyuluh
pertanian, dan masyarakat mampu menghasilkan produktivitas yang baik. Kami
berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi petani lainnya untuk
terus mengembangkan sektor pertanian sebagai salah satu penopang ketahanan
pangan daerah maupun nasional,” ungkapnya.
bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, penyuluh
pertanian, dan masyarakat mampu menghasilkan produktivitas yang baik. Kami
berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi petani lainnya untuk
terus mengembangkan sektor pertanian sebagai salah satu penopang ketahanan
pangan daerah maupun nasional,” ungkapnya.
Menurutnya, sektor pertanian memiliki
peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, terutama di
wilayah pedesaan. Karena itu, pendampingan dan sinergi lintas sektor perlu
terus diperkuat agar program swasembada pangan dapat berjalan secara
berkelanjutan.
peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, terutama di
wilayah pedesaan. Karena itu, pendampingan dan sinergi lintas sektor perlu
terus diperkuat agar program swasembada pangan dapat berjalan secara
berkelanjutan.
Camat Jangkang Yuliana Ernawati,
S.Kom., turut mengapresiasi semangat para petani dan seluruh pihak yang
terlibat dalam mendukung peningkatan produksi pangan di Kecamatan Jangkang.
S.Kom., turut mengapresiasi semangat para petani dan seluruh pihak yang
terlibat dalam mendukung peningkatan produksi pangan di Kecamatan Jangkang.
Ia berharap hasil panen yang diperoleh
dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendorong peningkatan luas tanam
pada musim berikutnya.
dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendorong peningkatan luas tanam
pada musim berikutnya.
Dengan capaian estimasi produksi
jagung pipil kering mencapai 7,88 ton per hektare, kegiatan panen ini menjadi
salah satu indikator keberhasilan program ketahanan pangan di Kabupaten
Sanggau.
jagung pipil kering mencapai 7,88 ton per hektare, kegiatan panen ini menjadi
salah satu indikator keberhasilan program ketahanan pangan di Kabupaten
Sanggau.
Sinergi
yang terbangun antara pemerintah, aparat keamanan, penyuluh pertanian, dan
masyarakat diharapkan terus berlanjut guna mewujudkan kemandirian pangan serta
mendukung tercapainya swasembada pangan nasional. (Dny Ard / Humas Res Sgu)
yang terbangun antara pemerintah, aparat keamanan, penyuluh pertanian, dan
masyarakat diharapkan terus berlanjut guna mewujudkan kemandirian pangan serta
mendukung tercapainya swasembada pangan nasional. (Dny Ard / Humas Res Sgu)
