Polres Sanggau – Tim gabungan kembali melakukan pemadaman kebakaran hutan
dan lahan (karhutla) di tepi Jalan Trans Kalimantan, tepatnya di kawasan
Tikungan S, RT 13, Dusun Terentang, Desa Subah, Kecamatan Tayan Hilir,
Kabupaten Sanggau, Jumat (31/7/2026). Pemadaman dilakukan setelah api yang
sebelumnya berhasil dikendalikan kembali muncul di sejumlah titik.

Kegiatan pemadaman dimulai sekitar pukul 14.00 WIB dan berlangsung
hingga selesai. Lokasi kebakaran berada pada titik koordinat 0°02’55.3”N
109°53’43.0”E, dengan kondisi lahan yang ditumbuhi pepohonan kecil serta
semak-semak kering di sekitar kawasan tepi jalan.

Sebanyak 30 personel gabungan dikerahkan untuk menangani titik api
tersebut. Mereka terdiri atas enam personel Polsek Tayan Hilir, dua personel
Koramil 1204-07/Tayan Hilir, enam anggota tim pemadam PT ICA Kecamatan Tayan
Hilir, sembilan personel Manggala Agni, serta tujuh personel KPH Sanggau Barat.

Proses pemadaman dilakukan dengan dukungan sejumlah peralatan, di
antaranya satu unit kendaraan pemadam R6 milik PT ICA, kendaraan R4 dan dua
kendaraan R2 Polsek Tayan Hilir, baby tank berkapasitas 1.000 liter, mesin
Robin, kendaraan serta perlengkapan pemadam KPH Sanggau Barat, kendaraan dan
peralatan Manggala Agni, serta satu unit penampungan air.

Kebakaran tersebut diketahui terjadi sebelumnya pada Rabu (29/7/2026)
sekitar pukul 17.30 WIB. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, api kembali
terlihat menyala pada beberapa titik sehingga tim gabungan harus melakukan
penyisiran dan penyiraman ulang untuk mencegah api meluas.

Lahan yang terbakar berada sekitar empat meter dari tepi Jalan Trans
Kalimantan dan merupakan lahan mineral. Berdasarkan informasi yang diterima
petugas, lahan tersebut tercatat atas nama Arifin Alapan. Namun, terkait
penyebab kebakaran maupun kondisi kepemilikan lahan secara lebih lanjut masih
memerlukan pemeriksaan dan pendalaman.


Kapolsek Tayan Hilir Iptu Dr. Kusdarwanto, S.H., M.H., mengatakan
pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan unsur TNI,
kepolisian, Manggala Agni, KPH Sanggau Barat, serta tim pemadam perusahaan
untuk memastikan titik api benar-benar terkendali.

“Karena api kembali muncul di beberapa bagian, pemadaman tidak cukup
hanya dilakukan pada titik yang terlihat menyala. Tim harus menyisir area
sekitar dan melakukan penyiraman ulang untuk memastikan tidak ada bara atau
titik panas yang berpotensi memicu kebakaran kembali,” ungkapnya.

Menurut Iptu Kusdarwanto, kondisi lahan yang kering akibat musim kemarau
ditambah tiupan angin yang cukup kencang menjadi faktor yang perlu diwaspadai
dalam proses penanganan. Kondisi tersebut dapat membuat bara api kembali
menyala dan memperbesar potensi penyebaran api ke vegetasi kering di
sekitarnya.

“Kami mengutamakan penanganan di lapangan agar api tidak meluas. Setelah
pemadaman, pemantauan tetap diperlukan karena kondisi cuaca dan vegetasi kering
dapat menyebabkan api kembali muncul. Karena itu, penyisiran titik-titik yang
berpotensi menyimpan bara menjadi bagian penting dalam penanganan,” katanya.

Selain pemadaman, petugas juga merekomendasikan dukungan BPBD dan Damkar
Kabupaten Sanggau untuk memperkuat penanganan dengan peralatan yang lebih
memadai. Langkah tersebut diperlukan agar seluruh titik api dapat dipastikan
padam dan mengurangi risiko munculnya kembali kebakaran.

Petugas juga akan melakukan
langkah lanjutan berupa pemeriksaan terhadap pihak terkait dan saksi-saksi guna
mengetahui rangkaian peristiwa kebakaran. Pengukuran secara menyeluruh terhadap
luas lahan yang terbakar juga diperlukan dengan menggunakan peralatan yang
memadai sehingga data luasan terdampak dapat diketahui secara akurat. (Dny
Ard / Humas Res Sgu)


Share.
Exit mobile version