Polres Sanggau – Kepolisian
Sektor (Polsek) Tayan Hulu terus melakukan pengawasan terhadap ketersediaan
bahan bakar minyak (BBM) di wilayah hukumnya guna memastikan kebutuhan energi
masyarakat tetap terpenuhi. Melalui kegiatan patroli dan monitoring yang
dilaksanakan pada Senin (3/8/2026), petugas memastikan pasokan BBM di dua
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten
Sanggau, dalam kondisi aman dan aktivitas penyaluran berlangsung normal.

Monitoring dilakukan di SPBU
64.785.01 yang berada di Dusun Moling, Desa Sosok, serta SPBU 64.785.13 di
Dusun Tanjung, Desa Binjai. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah
preventif Polri dalam mengantisipasi potensi kelangkaan BBM sekaligus memastikan
distribusi berjalan lancar kepada masyarakat.

Di SPBU 64.785.01 Dusun Moling,
operasional pelayanan berlangsung mulai pukul 07.00 WIB hingga 05.00 WIB atau
selama 22 jam setiap harinya. Berdasarkan hasil pengecekan, antrean kendaraan
berada dalam kondisi normal. Persediaan BBM yang tersedia meliputi Pertalite
sebanyak 10.237 liter, Pertamax 7.789 liter, dan Dexlite 6.567 liter, sementara
stok Bio Solar pada saat monitoring tercatat nihil.

Sementara itu, di SPBU 64.785.13
Dusun Tanjung yang beroperasi selama 24 jam, aktivitas masyarakat terpantau
relatif landai tanpa penumpukan kendaraan. Stok BBM yang tersedia terdiri dari
Pertalite sebanyak 3.779 liter, Bio Solar 587 liter, Pertamax 3.666 liter,
serta Pertadex sebanyak 502 liter.

Petugas juga memastikan penjualan
BBM kepada masyarakat tetap mengacu pada harga resmi yang berlaku sejak 1
Agustus 2026, yakni Pertalite Rp10.000 per liter, Bio Solar bersubsidi Rp6.800
per liter, Pertamax Rp16.300 per liter, Dexlite Rp20.150 per liter, dan
Pertadex Rp21.650 per liter.


Kapolsek Tayan Hulu Iptu Trisna
Mauludi mengatakan bahwa kegiatan monitoring rutin dilakukan sebagai bentuk
pengawasan terhadap distribusi BBM sekaligus memberikan rasa aman kepada
masyarakat. Menurutnya, kepolisian ingin memastikan seluruh SPBU dapat melayani
kebutuhan masyarakat secara optimal tanpa adanya hambatan distribusi maupun
praktik yang berpotensi merugikan konsumen.

“Hasil pengecekan menunjukkan
stok BBM di seluruh SPBU yang kami monitor masih mencukupi untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat. Aktivitas pengisian berjalan normal, tidak terjadi
antrean panjang maupun kepanikan masyarakat dalam membeli BBM,” ujar Iptu
Trisna Mauludi.

Ia menambahkan, Polsek Tayan Hulu
akan terus melakukan koordinasi dengan pengelola SPBU dan pihak terkait untuk
memantau perkembangan distribusi BBM di lapangan. Langkah tersebut dinilai
penting sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan energi sekaligus mengantisipasi
potensi gangguan yang dapat memengaruhi aktivitas masyarakat.

Dari hasil patroli dan monitoring
yang dilakukan, petugas tidak menemukan adanya indikasi panic buying maupun
penyalahgunaan distribusi BBM di wilayah Kecamatan Tayan Hulu. Seluruh
aktivitas penjualan berlangsung tertib, sedangkan stok yang tersedia masih
berada pada level yang aman untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Polsek
Tayan Hulu mengimbau masyarakat agar tetap membeli BBM sesuai kebutuhan dan
tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Melalui pengawasan yang berkesinambungan dan sinergi dengan seluruh pemangku
kepentingan, diharapkan stabilitas pasokan BBM di Kabupaten Sanggau dapat terus
terjaga sehingga aktivitas masyarakat maupun roda perekonomian tetap berjalan
dengan baik. (Dny Ard / Humas Res Sgu)


Share.
Exit mobile version