Polres Sanggau – Kebakaran lahan terjadi di wilayah Kecamatan Tayan
Hilir, Kabupaten Sanggau, Rabu (29/7/2026). Kobaran api terpantau di Dusun
Terentang, Desa Subah, tepatnya di kawasan pinggir jalan raya yang tidak jauh
dari jalur Trans Kalimantan. Kondisi tersebut langsung mendapat penanganan
petugas gabungan untuk mencegah api meluas dan membahayakan pengguna jalan.

Laporan mengenai kebakaran diterima petugas sekitar pukul 17.40 WIB.
Setelah informasi diterima, Kapolsek Tayan Hilir Iptu Dr. Kusdarwanto, S.H.,
M.H. bersama personel Polsek Tayan Hilir segera bergerak menuju lokasi untuk
memimpin penanganan bersama unsur terkait.

Penanganan melibatkan personel Polsek Tayan Hilir, Koramil Tayan Hilir,
Pemerintah Desa Subah, tim pemadam kebakaran, serta unsur kehutanan. Kekuatan
personel juga didukung Brigade Kehutanan KPH Sanggau Barat sebanyak 15 orang,
Binsika 13 orang, dan PPAT Pulau sebanyak 12 orang untuk mempercepat proses
pemadaman dan pelokalan api.

Setibanya di lokasi, tim gabungan langsung melakukan upaya pemadaman
dengan mengarahkan peralatan dan personel ke titik-titik yang masih terdapat
kobaran. Lokasi kebakaran yang berada di dekat jalan raya menjadi perhatian
karena asap maupun api berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat serta
keselamatan kendaraan yang melintas.

Upaya pemadaman berlangsung di tengah kondisi yang mulai gelap sehingga
petugas harus bekerja dengan kewaspadaan tinggi. Medan dan pencahayaan yang
terbatas juga membuat pendataan luasan lahan yang terbakar belum dapat
dilakukan secara akurat. Petugas memprioritaskan pemadaman dan pengamanan
lokasi sebelum melakukan pendataan secara menyeluruh.

Setelah dilakukan penanganan bersama, kobaran api berangsur padam. Meski
demikian, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi dan tetap melakukan proses
pendinginan untuk memastikan bara maupun titik panas di dalam lahan tidak
kembali memicu kebakaran.

Kapolsek Tayan Hilir Iptu Dr. Kusdarwanto, SH, MH mengatakan, langkah
cepat dilakukan karena lokasi kebakaran berada di sekitar jalur utama yang
menjadi akses masyarakat. Selain mencegah api meluas, penanganan juga ditujukan
untuk memastikan situasi di sekitar jalan tetap aman bagi pengguna kendaraan.


“Kami bersama seluruh unsur yang ada langsung bergerak begitu menerima
laporan. Api sudah berhasil dikendalikan, tetapi kami tetap melakukan
pendinginan dan pengecekan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada bara
atau titik api yang berpotensi menyala kembali,” ungkapnya.

Iptu Kusdarwanto menegaskan, penanganan karhutla tidak dapat hanya
mengandalkan petugas ketika kebakaran sudah terjadi. Menurutnya, pencegahan
jauh lebih efektif apabila masyarakat ikut menjaga lahan dan tidak melakukan
aktivitas yang dapat memicu munculnya api, terutama pada kondisi cuaca panas
dan kering.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka maupun membersihkan
lahan dengan cara membakar. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat merambat
ketika kondisi lahan kering dan angin cukup kuat. Dampaknya bukan hanya
terhadap lahan, tetapi juga dapat mengganggu keselamatan pengguna jalan dan
aktivitas warga,” ujarnya.

Kapolsek juga mengajak masyarakat segera memberikan informasi kepada
petugas apabila melihat asap atau titik api di sekitar permukiman, perkebunan
maupun kawasan hutan. Informasi yang disampaikan lebih awal akan membantu
petugas melakukan verifikasi dan penanganan sebelum api berkembang menjadi
kebakaran yang lebih luas.

Hingga penanganan selesai, kondisi api di lokasi dilaporkan telah padam
dan situasi kembali terkendali. Namun, petugas tetap melakukan pemantauan guna
memastikan tidak terdapat titik api baru maupun bara yang berpotensi
menimbulkan kebakaran susulan, sementara pendataan luas lahan terdampak akan
dilakukan setelah kondisi lokasi memungkinkan.

Polsek Tayan Hilir
mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla
dan menjaga lingkungan secara bersama-sama. Pencegahan sejak dini, tidak
meninggalkan sumber api, serta segera melaporkan setiap indikasi kebakaran
menjadi langkah penting untuk melindungi keselamatan warga, pengguna jalan, dan
lingkungan dari dampak karhutla. (Dny Ard / Humas Res Sgu)


Share.
Exit mobile version