Polres Sanggau – Perairan Sungai Kapuas di Dusun Meliau Hilir, Desa
Meliau Hilir, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, dihebohkan dengan dugaan
peristiwa tenggelamnya seorang perempuan berinisial LN (25), Minggu (12/7/2026)
sore. Hingga malam hari, aparat kepolisian bersama BPBD dan masyarakat setempat
terus melakukan upaya pencarian terhadap korban yang diduga hanyut terbawa arus
sungai.

Informasi mengenai kejadian tersebut diterima pihak kepolisian sekitar
pukul 16.30 WIB dari masyarakat. Menindaklanjuti laporan itu, personel Polsek
Meliau segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan tempat
kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, serta berkoordinasi
dengan instansi terkait dalam proses pencarian korban.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal di lapangan, korban diketahui
merupakan warga Dusun Meliau Hilir, Desa Meliau Hilir, Kecamatan Meliau,
Kabupaten Sanggau. Sebelum peristiwa terjadi, sekitar pukul 16.15 WIB korban
keluar dari rumah menuju jamban yang berada di bagian belakang rumah untuk
mandi, sebagaimana aktivitas yang biasa dilakukannya.

Saat itu, seorang saksi bernama Sunaryo (64), yang juga merupakan
keluarga korban, melihat korban tiba-tiba terjun ke Sungai Kapuas. Saksi sempat
memperhatikan kondisi korban, namun beberapa saat kemudian korban tidak lagi
terlihat muncul ke permukaan air.

Melihat situasi tersebut, Sunaryo segera berteriak meminta pertolongan
kepada warga sekitar. Mendengar teriakan itu, warga berdatangan ke lokasi dan
berupaya melakukan pencarian secara spontan di sekitar titik diduga korban
tenggelam sebelum akhirnya aparat kepolisian dan tim terkait tiba di lokasi.

Dalam proses penyelidikan, polisi juga meminta keterangan dari saksi
lainnya, yakni Ema Susanti (38), yang merupakan warga Dusun Meliau Hilir.
Keterangan para saksi menjadi bagian penting dalam penyusunan kronologi
kejadian sekaligus mendukung proses pencarian yang sedang berlangsung.


Dari hasil pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket), petugas memperoleh
informasi bahwa korban memiliki riwayat penyakit kejang atau epilepsi. Selain
itu, berdasarkan keterangan keluarga, korban sehari-hari biasa mandi
menggunakan air sungai yang diambil dari belakang rumah, meskipun aktivitas
mandi langsung di sungai kerap dilarang oleh pihak keluarga demi alasan
keselamatan.

Kapolsek Meliau, Iptu Supar, mengatakan bahwa pihaknya bergerak cepat
setelah menerima laporan masyarakat dengan langsung mengerahkan personel menuju
lokasi kejadian serta melakukan koordinasi bersama BPBD Kabupaten Sanggau dan
unsur terkait untuk mempercepat proses pencarian.

Kami langsung mendatangi lokasi setelah menerima informasi dari
masyarakat. Langkah awal yang dilakukan adalah mengamankan lokasi, mengumpulkan
keterangan para saksi, mendata identitas korban, serta berkoordinasi dengan
BPBD dan masyarakat untuk melakukan pencarian secara maksimal. Saat ini fokus
utama kami adalah menemukan korban secepat mungkin dengan tetap mengutamakan
keselamatan seluruh personel yang terlibat,
 ujar Iptu Supar.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kondisi arus
Sungai Kapuas di sekitar lokasi kejadian sedang cukup deras sehingga menjadi
tantangan tersendiri dalam proses pencarian. Oleh karena itu, pencarian
dilakukan secara hati-hati dengan menyisir tepian sungai dan titik-titik yang
diperkirakan menjadi jalur hanyut korban.

Kapolsek juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat
beraktivitas di sekitar perairan, terutama ketika kondisi arus sungai sedang
kuat. Menurutnya, pengawasan terhadap anggota keluarga, khususnya yang memiliki
riwayat penyakit tertentu, sangat penting untuk mencegah terjadinya peristiwa
serupa.

Hingga berita ini disusun,
korban masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan yang terdiri dari
personel Polsek Meliau, BPBD Kabupaten Sanggau, serta masyarakat setempat.
Kepolisian memastikan akan terus melakukan koordinasi lintas instansi guna
mengoptimalkan upaya pencarian sekaligus mengimbau masyarakat untuk tidak
menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya dan menunggu
perkembangan resmi dari pihak berwenang. (Dny Ard / Humas Res Sgu)


Share.
Exit mobile version