Polres Sanggau – Upaya mendukung ketahanan pangan nasional terus
menunjukkan hasil positif di wilayah perbatasan. Hal tersebut terlihat dalam
kegiatan Panen Jagung Hibrida Kuartal II Tahun 2026 yang dilaksanakan di lahan
sukarelawan milik Abdurrahman dan kelompoknya di Dusun Entikong Tapang, Desa
Entikong, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Rabu (10/6/2026).
menunjukkan hasil positif di wilayah perbatasan. Hal tersebut terlihat dalam
kegiatan Panen Jagung Hibrida Kuartal II Tahun 2026 yang dilaksanakan di lahan
sukarelawan milik Abdurrahman dan kelompoknya di Dusun Entikong Tapang, Desa
Entikong, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Rabu (10/6/2026).
Panen yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB tersebut merupakan hasil
budidaya jagung hibrida yang ditanam pada Kuartal I Tahun 2026, tepatnya pada 9
Februari 2026, di lahan seluas satu hektare. Kegiatan ini menjadi bagian dari
program ketahanan pangan yang terus didorong oleh pemerintah bersama berbagai
pemangku kepentingan di daerah.
budidaya jagung hibrida yang ditanam pada Kuartal I Tahun 2026, tepatnya pada 9
Februari 2026, di lahan seluas satu hektare. Kegiatan ini menjadi bagian dari
program ketahanan pangan yang terus didorong oleh pemerintah bersama berbagai
pemangku kepentingan di daerah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolsek Entikong IPTU H. Pintor
Hutajulu, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Entikong Mahmudi,
S.P., Kanit Binmas Polsek Entikong AIPDA Muh. Tholkah, Kanit Propam Polsek
Entikong AIPTU Saprudin, S.H., Kasium Polsek Entikong AIPDA M.H. Hutabarat,
Bhabinkamtibmas Desa Entikong BRIPKA Pietter F. Simanjuntak, S.H., Penyuluh
Pertanian Lapangan (PPL) Desa Entikong Vinsen, serta personel Polsek Entikong.
Hutajulu, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Entikong Mahmudi,
S.P., Kanit Binmas Polsek Entikong AIPDA Muh. Tholkah, Kanit Propam Polsek
Entikong AIPTU Saprudin, S.H., Kasium Polsek Entikong AIPDA M.H. Hutabarat,
Bhabinkamtibmas Desa Entikong BRIPKA Pietter F. Simanjuntak, S.H., Penyuluh
Pertanian Lapangan (PPL) Desa Entikong Vinsen, serta personel Polsek Entikong.
Kegiatan panen dilaksanakan dengan metode ubinan yang dilakukan oleh tim
BPP Kecamatan Entikong untuk memperoleh estimasi produktivitas lahan secara
objektif. Hasil pengukuran menunjukkan capaian yang cukup menggembirakan dan
mencerminkan keberhasilan pengelolaan lahan pertanian oleh kelompok tani
setempat.
BPP Kecamatan Entikong untuk memperoleh estimasi produktivitas lahan secara
objektif. Hasil pengukuran menunjukkan capaian yang cukup menggembirakan dan
mencerminkan keberhasilan pengelolaan lahan pertanian oleh kelompok tani
setempat.
Dari tiga plot sampel yang diukur, diperoleh hasil masing-masing sebesar
11,76 ton per hektare, 14,25 ton per hektare, dan 15,12 ton per hektare.
Berdasarkan hasil tersebut, rata-rata produktivitas lahan tercatat mencapai
13,71 ton per hektare.
11,76 ton per hektare, 14,25 ton per hektare, dan 15,12 ton per hektare.
Berdasarkan hasil tersebut, rata-rata produktivitas lahan tercatat mencapai
13,71 ton per hektare.
Sementara itu, melalui perhitungan ubinan tongkol basah menggunakan
metode standar, diperoleh estimasi hasil panen sebesar 8,5 ton per hektare.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa lahan pertanian yang dikelola secara optimal
mampu menghasilkan produktivitas yang menjanjikan bagi para petani.
metode standar, diperoleh estimasi hasil panen sebesar 8,5 ton per hektare.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa lahan pertanian yang dikelola secara optimal
mampu menghasilkan produktivitas yang menjanjikan bagi para petani.
Wakapolsek Entikong IPTU H. Pintor Hutajulu menyampaikan apresiasi
kepada para petani yang telah bekerja keras dalam mengelola lahan pertanian
sehingga mampu menghasilkan panen yang baik dan memberikan kontribusi nyata
terhadap ketahanan pangan daerah.
kepada para petani yang telah bekerja keras dalam mengelola lahan pertanian
sehingga mampu menghasilkan panen yang baik dan memberikan kontribusi nyata
terhadap ketahanan pangan daerah.
“Keberhasilan panen ini menunjukkan bahwa sektor pertanian memiliki
peran yang sangat strategis dalam menjaga ketersediaan pangan. Kami
mengapresiasi semangat para petani yang terus produktif dan berkomitmen
mendukung program ketahanan pangan nasional,” ujar IPTU H. Pintor Hutajulu.
peran yang sangat strategis dalam menjaga ketersediaan pangan. Kami
mengapresiasi semangat para petani yang terus produktif dan berkomitmen
mendukung program ketahanan pangan nasional,” ujar IPTU H. Pintor Hutajulu.
Menurutnya, sinergi antara petani, penyuluh pertanian, pemerintah
daerah, dan kepolisian menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas
pertanian. Polri akan terus mendukung berbagai program yang bertujuan
memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,
khususnya di wilayah perbatasan.
daerah, dan kepolisian menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas
pertanian. Polri akan terus mendukung berbagai program yang bertujuan
memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,
khususnya di wilayah perbatasan.
Kegiatan panen jagung hibrida ini juga menjadi bagian dari upaya
mendukung program swasembada pangan nasional serta implementasi Asta Cita
Presiden Republik Indonesia. Melalui peningkatan produksi pertanian, diharapkan
ketahanan pangan dapat terus terjaga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi
masyarakat di sektor pertanian.
mendukung program swasembada pangan nasional serta implementasi Asta Cita
Presiden Republik Indonesia. Melalui peningkatan produksi pertanian, diharapkan
ketahanan pangan dapat terus terjaga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi
masyarakat di sektor pertanian.
Keberhasilan panen di lahan
sukarelawan Abdurrahman dan kelompoknya ini diharapkan menjadi motivasi bagi
petani lainnya untuk terus mengembangkan budidaya jagung hibrida. Dengan
produktivitas yang semakin baik dan dukungan berbagai pihak, sektor pertanian
di Kecamatan Entikong diyakini mampu menjadi salah satu pilar penting dalam
mewujudkan kemandirian pangan di wilayah perbatasan Indonesia. (Dny Ard /
Humas Res Sgu)
sukarelawan Abdurrahman dan kelompoknya ini diharapkan menjadi motivasi bagi
petani lainnya untuk terus mengembangkan budidaya jagung hibrida. Dengan
produktivitas yang semakin baik dan dukungan berbagai pihak, sektor pertanian
di Kecamatan Entikong diyakini mampu menjadi salah satu pilar penting dalam
mewujudkan kemandirian pangan di wilayah perbatasan Indonesia. (Dny Ard /
Humas Res Sgu)
