Polres Sanggau – Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Divisi
Humas Polri menggelar Dialog Publik bertema “Tantangan Hukum di Era Artificial
Intelligence” yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa,
7 April 2026. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 09.30 hingga 11.20 WIB dan
diikuti oleh jajaran kepolisian di seluruh Indonesia, termasuk Polres Sanggau
yang mengikuti dari Ruang Vidcon.
Humas Polri menggelar Dialog Publik bertema “Tantangan Hukum di Era Artificial
Intelligence” yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa,
7 April 2026. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 09.30 hingga 11.20 WIB dan
diikuti oleh jajaran kepolisian di seluruh Indonesia, termasuk Polres Sanggau
yang mengikuti dari Ruang Vidcon.
Dialog publik tersebut dipimpin langsung oleh Kadiv Humas Polri Irjen
Pol Johnni Eddison Isir, S.I.K., M.T.C.P., yang menekankan pentingnya kesiapan
institusi Polri dalam menghadapi perubahan besar akibat perkembangan teknologi
digital, khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Pol Johnni Eddison Isir, S.I.K., M.T.C.P., yang menekankan pentingnya kesiapan
institusi Polri dalam menghadapi perubahan besar akibat perkembangan teknologi
digital, khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Dari Polres Sanggau, kegiatan ini dihadiri oleh Wakapolres Sanggau
Kompol Radian Andy Pratomo, S.I.K., M.H., Kabag Ops AKP PSC. Kusuma Wibawa,
S.H., M.A.P., serta para Pejabat Utama (PJU) Polres Sanggau yang turut
mengikuti jalannya diskusi secara aktif dan serius.
Kompol Radian Andy Pratomo, S.I.K., M.H., Kabag Ops AKP PSC. Kusuma Wibawa,
S.H., M.A.P., serta para Pejabat Utama (PJU) Polres Sanggau yang turut
mengikuti jalannya diskusi secara aktif dan serius.
Dalam sambutannya, Kadiv Humas Polri menyampaikan rasa syukur atas
terselenggaranya kegiatan tersebut serta menegaskan bahwa tema yang diangkat
sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana perkembangan teknologi telah
mendorong integrasi antara dunia fisik dan digital secara signifikan.
terselenggaranya kegiatan tersebut serta menegaskan bahwa tema yang diangkat
sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana perkembangan teknologi telah
mendorong integrasi antara dunia fisik dan digital secara signifikan.
Ia menjelaskan bahwa kemajuan teknologi membawa dampak positif sekaligus
tantangan, terutama dalam aspek penegakan hukum. Polri dituntut untuk mampu
merespons dengan cepat, tepat, dan adaptif terhadap setiap dinamika informasi
yang berkembang di ruang digital.
tantangan, terutama dalam aspek penegakan hukum. Polri dituntut untuk mampu
merespons dengan cepat, tepat, dan adaptif terhadap setiap dinamika informasi
yang berkembang di ruang digital.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa di balik pesatnya perkembangan
teknologi, terdapat potensi penyalahgunaan yang dapat mengancam keamanan dan
ketertiban masyarakat. Oleh karena itu, keamanan ruang digital menjadi isu
strategis yang memerlukan perhatian serius dan kolaborasi lintas sektor.
teknologi, terdapat potensi penyalahgunaan yang dapat mengancam keamanan dan
ketertiban masyarakat. Oleh karena itu, keamanan ruang digital menjadi isu
strategis yang memerlukan perhatian serius dan kolaborasi lintas sektor.
Salah satu tantangan utama yang disoroti dalam dialog tersebut adalah
maraknya disinformasi dan hoaks yang berkembang di masyarakat. Polri,
menurutnya, harus terus meningkatkan kewaspadaan serta menggandeng berbagai
elemen masyarakat dalam menangkal penyebaran informasi yang menyesatkan.
maraknya disinformasi dan hoaks yang berkembang di masyarakat. Polri,
menurutnya, harus terus meningkatkan kewaspadaan serta menggandeng berbagai
elemen masyarakat dalam menangkal penyebaran informasi yang menyesatkan.
Ia juga mengutip arahan Presiden Republik Indonesia yang menekankan
bahwa teknologi harus dimanfaatkan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, bukan
untuk disalahgunakan. Sejalan dengan itu, Kapolri mendorong penguatan
transformasi Polri, termasuk dalam peningkatan literasi digital masyarakat.
bahwa teknologi harus dimanfaatkan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, bukan
untuk disalahgunakan. Sejalan dengan itu, Kapolri mendorong penguatan
transformasi Polri, termasuk dalam peningkatan literasi digital masyarakat.
Dialog publik ini juga menegaskan pentingnya pendekatan preventif dan
preemtif dalam penegakan hukum, sehingga langkah represif menjadi pilihan
terakhir. Polri diharapkan mampu menjadi institusi yang prediktif serta
membangun sinergi dengan kementerian, lembaga, akademisi, tokoh masyarakat, dan
generasi muda.
preemtif dalam penegakan hukum, sehingga langkah represif menjadi pilihan
terakhir. Polri diharapkan mampu menjadi institusi yang prediktif serta
membangun sinergi dengan kementerian, lembaga, akademisi, tokoh masyarakat, dan
generasi muda.
Menanggapi kegiatan tersebut, Wakapolres Sanggau Kompol Radian Andy
Pratomo menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik dialog ini sebagai upaya
memperkuat kapasitas personel dalam menghadapi tantangan hukum di era digital.
Ia menilai, perkembangan AI menuntut aparat penegak hukum untuk terus belajar
dan beradaptasi.
Pratomo menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik dialog ini sebagai upaya
memperkuat kapasitas personel dalam menghadapi tantangan hukum di era digital.
Ia menilai, perkembangan AI menuntut aparat penegak hukum untuk terus belajar
dan beradaptasi.
“Dialog ini menjadi ruang strategis untuk memperkaya wawasan kami,
khususnya dalam memahami potensi risiko hukum di era kecerdasan artifisial.
Kami di Polres Sanggau berkomitmen untuk mengedepankan langkah preventif,
meningkatkan literasi digital, serta memperkuat sinergi dengan masyarakat dalam
menjaga keamanan ruang digital,” ujarnya.
khususnya dalam memahami potensi risiko hukum di era kecerdasan artifisial.
Kami di Polres Sanggau berkomitmen untuk mengedepankan langkah preventif,
meningkatkan literasi digital, serta memperkuat sinergi dengan masyarakat dalam
menjaga keamanan ruang digital,” ujarnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama para narasumber yang
membahas berbagai perspektif terkait regulasi, etika, serta tantangan
implementasi hukum di era AI. Selama kegiatan berlangsung, situasi tetap
kondusif dan seluruh peserta mengikuti rangkaian acara dengan tertib.
membahas berbagai perspektif terkait regulasi, etika, serta tantangan
implementasi hukum di era AI. Selama kegiatan berlangsung, situasi tetap
kondusif dan seluruh peserta mengikuti rangkaian acara dengan tertib.
Melalui pelaksanaan dialog
publik ini, diharapkan seluruh jajaran Polri, termasuk Polres Sanggau, semakin
siap dalam menghadapi perkembangan teknologi yang kian pesat, serta mampu
menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di era digital yang terus
berkembang. (Dny Ard / Humas Res Sgu)
publik ini, diharapkan seluruh jajaran Polri, termasuk Polres Sanggau, semakin
siap dalam menghadapi perkembangan teknologi yang kian pesat, serta mampu
menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di era digital yang terus
berkembang. (Dny Ard / Humas Res Sgu)
