Pontianak – Dalam upaya meningkatkan
kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam maupun situasi kontinjensi, Polda
Kalimantan Barat menggelar Latihan Alarm Siaga yang diikuti oleh personel dari
berbagai satuan kerja di lingkungan Mapolda Kalbar, Rabu (15/7).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung
oleh Wakapolda Kalbar, Brigjen Pol. Hindarsono, S.I.K., S.H., M.Hum., yang
mengambil apel siaga sebagai bentuk pengecekan kesiapan personel, perlengkapan,
serta kecepatan respons dalam menghadapi kondisi darurat.
Latihan alarm siaga ini merupakan
bagian dari upaya Polda Kalbar untuk memastikan seluruh personel memiliki
kemampuan respons yang cepat, terkoordinasi, dan profesional apabila
sewaktu-waktu terjadi bencana alam, seperti banjir, tanah longsor, kebakaran hutan
dan lahan, maupun keadaan darurat lainnya yang memerlukan kehadiran Polri dalam
memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam amanatnya, Wakapolda Kalbar
menyampaikan pesan Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard
Sianipar, S.I.K., M.H., bahwa kesiapsiagaan merupakan kunci utama dalam
menghadapi setiap potensi ancaman bencana.
Seluruh personel diminta untuk selalu
menjaga disiplin, meningkatkan kemampuan, serta memastikan seluruh peralatan
pendukung selalu dalam kondisi siap digunakan.
“Latihan
alarm siaga bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya
membangun budaya kesiapsiagaan di lingkungan Polri. Setiap personel harus mampu
merespons setiap perkembangan situasi secara cepat, tepat, dan terukur sehingga
kehadiran Polri benar-benar dapat memberikan rasa aman sekaligus membantu
masyarakat ketika terjadi bencana maupun keadaan darurat,” tutup Hindarsono.
kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam maupun situasi kontinjensi, Polda
Kalimantan Barat menggelar Latihan Alarm Siaga yang diikuti oleh personel dari
berbagai satuan kerja di lingkungan Mapolda Kalbar, Rabu (15/7).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung
oleh Wakapolda Kalbar, Brigjen Pol. Hindarsono, S.I.K., S.H., M.Hum., yang
mengambil apel siaga sebagai bentuk pengecekan kesiapan personel, perlengkapan,
serta kecepatan respons dalam menghadapi kondisi darurat.
Latihan alarm siaga ini merupakan
bagian dari upaya Polda Kalbar untuk memastikan seluruh personel memiliki
kemampuan respons yang cepat, terkoordinasi, dan profesional apabila
sewaktu-waktu terjadi bencana alam, seperti banjir, tanah longsor, kebakaran hutan
dan lahan, maupun keadaan darurat lainnya yang memerlukan kehadiran Polri dalam
memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam amanatnya, Wakapolda Kalbar
menyampaikan pesan Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard
Sianipar, S.I.K., M.H., bahwa kesiapsiagaan merupakan kunci utama dalam
menghadapi setiap potensi ancaman bencana.
Seluruh personel diminta untuk selalu
menjaga disiplin, meningkatkan kemampuan, serta memastikan seluruh peralatan
pendukung selalu dalam kondisi siap digunakan.
“Latihan
alarm siaga bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya
membangun budaya kesiapsiagaan di lingkungan Polri. Setiap personel harus mampu
merespons setiap perkembangan situasi secara cepat, tepat, dan terukur sehingga
kehadiran Polri benar-benar dapat memberikan rasa aman sekaligus membantu
masyarakat ketika terjadi bencana maupun keadaan darurat,” tutup Hindarsono.
