Polres Sanggau – Kegiatan Panen Jagung Hibrida Kuartal II Tahun 2026
digelar di lahan Kelompok Tani (Poktan) Torih Obih, Dusun Tanjung Selong, Desa
Mobui, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau, Jumat (29/5/2026) siang. Panen
tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan nasional
sekaligus mendorong percepatan swasembada pangan di daerah.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIB itu berlangsung di atas
lahan seluas dua hektare yang sebelumnya telah ditanami jagung hibrida pada
Kuartal I Tahun 2026. Penanaman dilakukan dalam dua tahap, yakni pada 7
Februari 2026 seluas satu hektare dan 12 Februari 2026 seluas satu hektare.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Mobui Dominikus,
Bhabinkamtibmas Polsek Kembayan Brigpol Julianke T, BPP Pertanian Kecamatan
Kembayan Endra Samudra, S.P., bersama para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL),
serta Ketua Poktan Torih Obih Apolonius Olon bersama anggota kelompok tani.

Pelaksanaan panen dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan unsur
pemerintah desa, kepolisian, penyuluh pertanian, dan para petani setempat.
Selain panen, kegiatan juga dirangkaikan dengan sistem ubinasi oleh Balai
Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kembayan untuk mengetahui estimasi
produktivitas hasil panen jagung di lokasi tersebut.

Berdasarkan hasil ubinasi pada lahan pertama seluas satu hektare yang
ditanam pada 7 Februari 2026, diperoleh rata-rata sampel sebesar 4,30 kilogram.
Dari hasil tersebut diperkirakan produksi tongkol basah mencapai 6,88 ton per
hektare. Sementara estimasi tongkol kering mencapai 5,20 ton per hektare dan
hasil jagung pipil kering diperkirakan sebesar 2,90 ton per hektare.

Adapun pada lahan kedua seluas satu hektare yang ditanam pada 12
Februari 2026, hasil ubinasi menunjukkan rata-rata sampel sebesar 4,35
kilogram. Dari angka tersebut diperkirakan hasil panen tongkol basah mencapai
6,96 ton per hektare, tongkol kering sekitar 5,26 ton per hektare, serta jagung
pipil kering mencapai 2,94 ton per hektare.


Kapolsek Kembayan, Iptu Hudson Siahaan, S.H., mengatakan bahwa
keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung sektor pertanian merupakan bentuk
nyata sinergitas dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Menurutnya, sektor
pertanian memiliki peran strategis dalam menopang stabilitas ekonomi masyarakat
di wilayah pedesaan.

“Kegiatan panen ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara petani,
pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan kepolisian dapat berjalan dengan baik
dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Kami berharap hasil panen
ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memotivasi petani
lainnya untuk terus mengembangkan sektor pertanian,” jelasnya.

Ia menambahkan, Polsek Kembayan akan terus memberikan dukungan terhadap
program pertanian produktif di wilayah hukumnya, termasuk melalui pendampingan
dan koordinasi lintas sektor agar pengelolaan lahan pertanian dapat berjalan
optimal dan berkelanjutan.

Ketua Poktan Torih Obih Apolonius Olon menyampaikan rasa syukur atas
hasil panen yang dinilai cukup baik meski dihadapkan pada sejumlah tantangan
selama masa tanam. Menurutnya, dukungan dari pemerintah desa, penyuluh
pertanian, dan aparat kepolisian menjadi salah satu faktor penting dalam
menjaga semangat para petani.

Sementara itu, BPP Pertanian Kecamatan Kembayan melalui Endra Samudra,
S.P., menjelaskan bahwa metode ubinasi dilakukan untuk mengetahui estimasi
produktivitas tanaman secara akurat. Hasil tersebut nantinya menjadi bahan
evaluasi sekaligus acuan dalam meningkatkan kualitas produksi pertanian pada
musim tanam berikutnya.

Kegiatan Panen Jagung
Hibrida Kuartal II Tahun 2026 ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan
daerah sekaligus mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam
mewujudkan swasembada pangan nasional. Dengan hasil panen yang cukup produktif,
Kecamatan Kembayan dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas
jagung hibrida di Kabupaten Sanggau. (Dny Ard / Humas Res Sgu)


Share.
Exit mobile version