Polres Sanggau – Polres Sanggau
menerima kedatangan Tim Edukasi Polri yang ditugaskan untuk memperkuat upaya
pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Sanggau. Sebanyak
delapan personel tiba di Mapolres Sanggau pada 27 Agustus 2026 sekitar pukul
17.10 WIB untuk melaksanakan kegiatan edukasi kepada masyarakat.
menerima kedatangan Tim Edukasi Polri yang ditugaskan untuk memperkuat upaya
pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Sanggau. Sebanyak
delapan personel tiba di Mapolres Sanggau pada 27 Agustus 2026 sekitar pukul
17.10 WIB untuk melaksanakan kegiatan edukasi kepada masyarakat.
Tim tersebut terdiri dari dua siswa
Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Polri dan enam siswa Sekolah Inspektur
Polisi (SIP) Setukpa Polri. Kehadiran mereka merupakan bagian dari langkah
preventif Polri dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya
Karhutla serta pentingnya pengelolaan lahan tanpa menggunakan metode
pembakaran.
Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Polri dan enam siswa Sekolah Inspektur
Polisi (SIP) Setukpa Polri. Kehadiran mereka merupakan bagian dari langkah
preventif Polri dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya
Karhutla serta pentingnya pengelolaan lahan tanpa menggunakan metode
pembakaran.
Penyambutan Tim Edukasi Polri
dilakukan oleh Kabagops Polres Sanggau AKP PSC. Kusuma Wibawa, S.H., M.A.P.,
bersama Kasat Lantas Polres Sanggau AKP Andiet Trihatmojo, S.H., Kasi Humas
Polres Sanggau Ipda Thomson M. Pakpakah, serta Pamapta Regu 2 Polres Sanggau
Ipda I Nyoman Andika Maha Putra, S.Tr.K.
dilakukan oleh Kabagops Polres Sanggau AKP PSC. Kusuma Wibawa, S.H., M.A.P.,
bersama Kasat Lantas Polres Sanggau AKP Andiet Trihatmojo, S.H., Kasi Humas
Polres Sanggau Ipda Thomson M. Pakpakah, serta Pamapta Regu 2 Polres Sanggau
Ipda I Nyoman Andika Maha Putra, S.Tr.K.
Kabagops Polres Sanggau mengatakan,
pendekatan edukasi menjadi salah satu strategi penting dalam mencegah Karhutla.
Menurutnya, masyarakat perlu mendapatkan pemahaman yang utuh bahwa membuka
lahan dengan cara membakar dapat menimbulkan risiko yang jauh lebih besar
daripada manfaat yang diperoleh.
pendekatan edukasi menjadi salah satu strategi penting dalam mencegah Karhutla.
Menurutnya, masyarakat perlu mendapatkan pemahaman yang utuh bahwa membuka
lahan dengan cara membakar dapat menimbulkan risiko yang jauh lebih besar
daripada manfaat yang diperoleh.
“Pencegahan Karhutla tidak cukup hanya
dilakukan ketika api sudah muncul. Kesadaran masyarakat harus dibangun sejak
awal, terutama mengenai cara membuka dan mengelola lahan yang aman tanpa
membakar. Edukasi secara langsung menjadi bagian penting untuk membangun
kesadaran tersebut,” ujar AKP Kusuma Wibawa.
dilakukan ketika api sudah muncul. Kesadaran masyarakat harus dibangun sejak
awal, terutama mengenai cara membuka dan mengelola lahan yang aman tanpa
membakar. Edukasi secara langsung menjadi bagian penting untuk membangun
kesadaran tersebut,” ujar AKP Kusuma Wibawa.
Ia menjelaskan, pembakaran hutan dan
lahan dapat menimbulkan dampak berantai, mulai dari kerusakan lingkungan,
hilangnya vegetasi, pencemaran udara hingga gangguan terhadap kesehatan dan
aktivitas masyarakat. Karena itu, pencegahan harus dilakukan secara
bersama-sama dengan melibatkan aparat, pemerintah, dunia usaha dan masyarakat.
lahan dapat menimbulkan dampak berantai, mulai dari kerusakan lingkungan,
hilangnya vegetasi, pencemaran udara hingga gangguan terhadap kesehatan dan
aktivitas masyarakat. Karena itu, pencegahan harus dilakukan secara
bersama-sama dengan melibatkan aparat, pemerintah, dunia usaha dan masyarakat.
Tim Edukasi Polri nantinya diharapkan
dapat menyampaikan informasi dengan pendekatan yang komunikatif dan mudah
dipahami masyarakat. Selain memberikan pemahaman mengenai bahaya Karhutla,
edukasi juga diarahkan untuk mendorong masyarakat berperan aktif dalam
mendeteksi serta melaporkan potensi kebakaran sedini mungkin.
dapat menyampaikan informasi dengan pendekatan yang komunikatif dan mudah
dipahami masyarakat. Selain memberikan pemahaman mengenai bahaya Karhutla,
edukasi juga diarahkan untuk mendorong masyarakat berperan aktif dalam
mendeteksi serta melaporkan potensi kebakaran sedini mungkin.
“Kami ingin masyarakat bukan hanya
mengetahui bahwa pembakaran lahan dilarang, tetapi juga memahami alasan dan
dampaknya. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan mampu menjadi
bagian dari upaya pencegahan dan turut menjaga lingkungan di wilayahnya
masing-masing,” kata AKP Kusuma Wibawa.
mengetahui bahwa pembakaran lahan dilarang, tetapi juga memahami alasan dan
dampaknya. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan mampu menjadi
bagian dari upaya pencegahan dan turut menjaga lingkungan di wilayahnya
masing-masing,” kata AKP Kusuma Wibawa.
Kehadiran delapan personel Tim Edukasi
Polri di Sanggau sekaligus memperkuat pelaksanaan Operasi Kepolisian Aman Nusa
II “Karhutla Kapuas-2026”. Upaya penanggulangan Karhutla dilakukan melalui
rangkaian kegiatan yang saling berkaitan, mulai dari pencegahan, edukasi,
deteksi dini, patroli, penanganan titik api hingga penegakan hukum terhadap
pelanggaran.
Polri di Sanggau sekaligus memperkuat pelaksanaan Operasi Kepolisian Aman Nusa
II “Karhutla Kapuas-2026”. Upaya penanggulangan Karhutla dilakukan melalui
rangkaian kegiatan yang saling berkaitan, mulai dari pencegahan, edukasi,
deteksi dini, patroli, penanganan titik api hingga penegakan hukum terhadap
pelanggaran.
Kabagops menegaskan bahwa penanganan
Karhutla membutuhkan kepedulian dan tanggung jawab kolektif.
Karhutla membutuhkan kepedulian dan tanggung jawab kolektif.
“Kami mengajak seluruh masyarakat
Kabupaten Sanggau untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan membuka lahan
dengan cara membakar dan segera laporkan apabila menemukan titik api. Semakin
cepat informasi diterima, semakin cepat pula langkah penanganan dapat
dilakukan,” tegasnya.
Kabupaten Sanggau untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan membuka lahan
dengan cara membakar dan segera laporkan apabila menemukan titik api. Semakin
cepat informasi diterima, semakin cepat pula langkah penanganan dapat
dilakukan,” tegasnya.
Polres
Sanggau berharap kehadiran Tim Edukasi Polri dapat memberikan dampak nyata
terhadap peningkatan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat budaya
pencegahan Karhutla. Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, pemangku
kepentingan dan masyarakat menjadi kunci untuk menjaga Kabupaten Sanggau tetap
aman dari ancaman kebakaran, kabut asap serta berbagai dampak sosial, kesehatan
dan lingkungan yang ditimbulkannya. (Dny
Ard / Humas Res Sgu)
Sanggau berharap kehadiran Tim Edukasi Polri dapat memberikan dampak nyata
terhadap peningkatan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat budaya
pencegahan Karhutla. Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, pemangku
kepentingan dan masyarakat menjadi kunci untuk menjaga Kabupaten Sanggau tetap
aman dari ancaman kebakaran, kabut asap serta berbagai dampak sosial, kesehatan
dan lingkungan yang ditimbulkannya. (Dny
Ard / Humas Res Sgu)
