Polres Sanggau – Polsek Tayan Hulu bersama Pemerintah Kecamatan Tayan
Hulu, TNI, pemerintah desa, dan masyarakat memperkuat koordinasi dalam
menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah tersebut
diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Penanggulangan Karhutla Kecamatan Tayan
Hulu Tahun 2026 yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten
Sanggau, Jumat (14/8/2026).

Kegiatan dimulai sekitar pukul 14.00 WIB dan dipimpin Kapolsek Tayan
Hulu IPTU Trisna Mauludi. Hadir Camat Tayan Hulu Laurianus Yoka, S.H.,
perwakilan Danramil 11 Sosok Tayan Hulu Sertu Priyono, sejumlah kepala desa dan
sekretaris desa, serta personel Polsek Tayan Hulu.

Rapat tersebut menjadi forum untuk menyamakan persepsi dan memperkuat
pola koordinasi antarpemangku kepentingan dalam mencegah serta menangani
karhutla. Pembahasan difokuskan pada peningkatan kesiapsiagaan, pemetaan
wilayah rawan, deteksi dini, hingga percepatan pelaporan apabila ditemukan
indikasi kebakaran.

Kapolsek Tayan Hulu IPTU Trisna Mauludi menjelaskan bahwa Kecamatan
Tayan Hulu memiliki potensi karhutla yang perlu diantisipasi. Hal tersebut
menjadi perhatian berdasarkan riwayat temuan hotspot serta hasil ground check
yang telah dilakukan sebelumnya di sejumlah wilayah.

“Potensi karhutla harus kita hadapi dengan kesiapsiagaan dan deteksi
dini. Jangan menunggu api membesar. Setiap informasi mengenai hotspot, asap,
maupun titik api harus segera diverifikasi agar kondisi sebenarnya di lapangan
dapat diketahui dan ditangani sejak awal,” ujar IPTU Trisna.

Ia menegaskan, pencegahan karhutla bukan menjadi tanggung jawab satu
institusi. Menurutnya, keberhasilan pencegahan sangat bergantung pada
keterlibatan TNI-Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, perangkat
kewilayahan, serta masyarakat yang berada langsung di lapangan.


Kapolsek juga meminta para kepala desa memperkuat sosialisasi kepada
masyarakat mengenai bahaya karhutla, ketentuan hukum, serta tata cara
pengelolaan lahan yang aman dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Peran
Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat desa, dan masyarakat juga didorong untuk
dioptimalkan sebagai mata dan telinga dalam pemantauan wilayah.

“Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat desa, dan masyarakat memiliki
posisi penting dalam deteksi dini. Jika ada asap, titik api atau aktivitas
pembakaran yang berpotensi menimbulkan karhutla, segera informasikan kepada
petugas. Kecepatan laporan akan menentukan kecepatan penanganan,” katanya.

Camat Tayan Hulu Laurianus Yoka menyampaikan dukungan Pemerintah
Kecamatan terhadap upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla. Ia mendorong
seluruh pemerintah desa meningkatkan sosialisasi, melakukan pemetaan kawasan
rawan, serta memperkuat komunikasi dengan unsur TNI-Polri apabila ditemukan
titik api.

Sejumlah kepala desa yang hadir juga menyatakan kesiapan mendukung upaya
pencegahan karhutla di wilayah masing-masing. Mereka berkomitmen meningkatkan
sosialisasi kepada masyarakat, melakukan pemantauan wilayah, serta segera
berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa apabila menemukan asap, titik
api, atau aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

Upaya tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan Polres Sanggau dan
seluruh jajaran Polsek bersama unsur Forkopimda dalam menghadapi musim kemarau.
Sebelumnya, apel siaga telah dilaksanakan untuk memastikan kesiapan personel
dan sarana prasarana, sekaligus memperkuat deteksi dini melalui pemantauan
citra satelit, laporan Satgas darat, dan informasi masyarakat.

Rapat koordinasi berakhir
sekitar pukul 16.30 WIB dan berlangsung aman serta kondusif. Polsek Tayan Hulu
bersama seluruh unsur terkait berkomitmen menjaga koordinasi secara
berkelanjutan agar setiap potensi karhutla dapat diketahui lebih cepat,
ditangani secara tepat, dan tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
(Dny Ard / Humas Res Sgu)


Share.
Exit mobile version