Polres Sanggau – Tim gabungan kembali melakukan pemadaman kebakaran
hutan dan lahan (karhutla) yang muncul di Kawasan Tikungan S, tepi Jalan Trans
Kalimantan, RT 13 Dusun Terentang, Desa Subah, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten
Sanggau, Sabtu (1/8/2026) mulai pukul 14.00 WIB. Upaya tersebut dilakukan
setelah api diketahui kembali menyala pada sejumlah titik bekas kebakaran yang
sebelumnya terjadi pada Rabu (29/7/2026).
hutan dan lahan (karhutla) yang muncul di Kawasan Tikungan S, tepi Jalan Trans
Kalimantan, RT 13 Dusun Terentang, Desa Subah, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten
Sanggau, Sabtu (1/8/2026) mulai pukul 14.00 WIB. Upaya tersebut dilakukan
setelah api diketahui kembali menyala pada sejumlah titik bekas kebakaran yang
sebelumnya terjadi pada Rabu (29/7/2026).
Pemadaman dipimpin langsung Kapolsek Tayan Hilir IPTU Dr. Kusdarwanto,
S.H., M.H., dengan melibatkan personel lintas instansi. Tim terdiri atas enam
personel Polsek Tayan Hilir, satu personel Koramil 1204-07/Tayan Hilir, empat
personel Damkar PT ICA, enam personel Manggala Agni, serta lima personel
Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Sanggau Barat.
S.H., M.H., dengan melibatkan personel lintas instansi. Tim terdiri atas enam
personel Polsek Tayan Hilir, satu personel Koramil 1204-07/Tayan Hilir, empat
personel Damkar PT ICA, enam personel Manggala Agni, serta lima personel
Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Sanggau Barat.
Lokasi kebakaran berada di tepi Jalan Trans Kalimantan atau tepatnya di
kawasan Tikungan S dengan titik koordinat 0°02’55.3″N 109°53’43.0″E.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, lahan yang terbakar merupakan lahan
mineral yang ditumbuhi semak belukar serta pepohonan kecil yang mengering
akibat musim kemarau. Lahan tersebut diketahui merupakan milik warga bernama
Arifin Alapan.
kawasan Tikungan S dengan titik koordinat 0°02’55.3″N 109°53’43.0″E.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, lahan yang terbakar merupakan lahan
mineral yang ditumbuhi semak belukar serta pepohonan kecil yang mengering
akibat musim kemarau. Lahan tersebut diketahui merupakan milik warga bernama
Arifin Alapan.
Kapolsek Tayan Hilir IPTU Dr. Kusdarwanto mengatakan, pemadaman lanjutan
dilakukan karena bara api masih tersimpan di bawah tumpukan kayu dan vegetasi
kering sehingga kembali memunculkan nyala api di beberapa titik. Kondisi cuaca
yang panas disertai tiupan angin juga meningkatkan risiko penyebaran api
apabila tidak segera ditangani.
dilakukan karena bara api masih tersimpan di bawah tumpukan kayu dan vegetasi
kering sehingga kembali memunculkan nyala api di beberapa titik. Kondisi cuaca
yang panas disertai tiupan angin juga meningkatkan risiko penyebaran api
apabila tidak segera ditangani.
“Begitu diketahui muncul titik api baru, kami langsung mengerahkan
personel bersama seluruh unsur terkait untuk melakukan pemadaman dan
pendinginan. Fokus utama kami adalah memastikan bara yang masih tersisa
benar-benar padam agar tidak kembali memicu kebakaran yang lebih luas,”
ujar IPTU Dr. Kusdarwanto di sela-sela kegiatan pemadaman.
personel bersama seluruh unsur terkait untuk melakukan pemadaman dan
pendinginan. Fokus utama kami adalah memastikan bara yang masih tersisa
benar-benar padam agar tidak kembali memicu kebakaran yang lebih luas,”
ujar IPTU Dr. Kusdarwanto di sela-sela kegiatan pemadaman.
Dalam operasi tersebut, tim gabungan mengerahkan berbagai sarana
pendukung, antara lain satu unit mobil pemadam kebakaran milik PT ICA, satu
kendaraan operasional Polsek Tayan Hilir, satu unit baby tank berkapasitas
1.000 liter, satu set mesin pompa Robin, satu unit kendaraan beserta
perlengkapan pemadam milik KPH Sanggau Barat, serta dua unit sepeda motor
operasional Polsek Tayan Hilir untuk menjangkau titik-titik yang sulit diakses.
pendukung, antara lain satu unit mobil pemadam kebakaran milik PT ICA, satu
kendaraan operasional Polsek Tayan Hilir, satu unit baby tank berkapasitas
1.000 liter, satu set mesin pompa Robin, satu unit kendaraan beserta
perlengkapan pemadam milik KPH Sanggau Barat, serta dua unit sepeda motor
operasional Polsek Tayan Hilir untuk menjangkau titik-titik yang sulit diakses.
Proses pemadaman dilakukan secara bertahap dengan menyisir seluruh area
bekas kebakaran. Tim memprioritaskan penyiraman pada batang kayu keras dan sisa
vegetasi yang masih menyimpan bara api karena berpotensi kembali menyala saat
terkena terpaan angin dan suhu tinggi.
bekas kebakaran. Tim memprioritaskan penyiraman pada batang kayu keras dan sisa
vegetasi yang masih menyimpan bara api karena berpotensi kembali menyala saat
terkena terpaan angin dan suhu tinggi.
Kapolsek menjelaskan bahwa selain melakukan pemadaman, personel juga
melaksanakan pemantauan kondisi lokasi secara berkelanjutan serta melaporkan
perkembangan situasi kepada pimpinan sebagai bagian dari langkah cepat
penanganan karhutla di wilayah hukum Polsek Tayan Hilir.
melaksanakan pemantauan kondisi lokasi secara berkelanjutan serta melaporkan
perkembangan situasi kepada pimpinan sebagai bagian dari langkah cepat
penanganan karhutla di wilayah hukum Polsek Tayan Hilir.
Menurut IPTU Dr. Kusdarwanto, ancaman kebakaran susulan masih cukup
tinggi selama musim kemarau berlangsung. Oleh karena itu, diperlukan upaya
pendinginan secara maksimal hingga seluruh titik panas dipastikan padam,
terutama pada bagian kayu-kayu yang telah menjadi bara di dalam tanah maupun di
permukaan.
tinggi selama musim kemarau berlangsung. Oleh karena itu, diperlukan upaya
pendinginan secara maksimal hingga seluruh titik panas dipastikan padam,
terutama pada bagian kayu-kayu yang telah menjadi bara di dalam tanah maupun di
permukaan.
Ia juga berharap adanya dukungan tambahan dari BPBD dan Dinas Pemadam
Kebakaran Kabupaten Sanggau agar proses pemadaman dapat dilakukan secara lebih
optimal. Ketersediaan armada dan pasokan air yang memadai dinilai sangat
penting untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi muncul
kembali.
Kebakaran Kabupaten Sanggau agar proses pemadaman dapat dilakukan secara lebih
optimal. Ketersediaan armada dan pasokan air yang memadai dinilai sangat
penting untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi muncul
kembali.
Seluruh rangkaian pemadaman
berlangsung aman dan terkendali. Aparat bersama seluruh unsur yang terlibat
akan terus melakukan patroli dan pemantauan di lokasi guna mengantisipasi
kemunculan titik api baru, sekaligus mengimbau masyarakat agar tidak melakukan
pembakaran lahan selama musim kemarau demi mencegah terjadinya kebakaran yang
lebih luas dan menjaga keselamatan lingkungan. (Dny Ard / Humas Res Sgu)
berlangsung aman dan terkendali. Aparat bersama seluruh unsur yang terlibat
akan terus melakukan patroli dan pemantauan di lokasi guna mengantisipasi
kemunculan titik api baru, sekaligus mengimbau masyarakat agar tidak melakukan
pembakaran lahan selama musim kemarau demi mencegah terjadinya kebakaran yang
lebih luas dan menjaga keselamatan lingkungan. (Dny Ard / Humas Res Sgu)
