Polres Sanggau – Upaya pencegahan
dan penanganan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) terus dilakukan secara
sinergis di wilayah Kabupaten Sanggau. Senin (20/7/2026) sekitar pukul 08.30
WIB, personel kepolisian bersama instansi kesehatan, pemerintah desa, TNI, dan
masyarakat melaksanakan pendampingan serta monitoring kegiatan pengasapan atau
fogging insektisida di wilayah Dusun Beginjan, Desa Beginjan, Kecamatan Tayan
Hilir.
dan penanganan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) terus dilakukan secara
sinergis di wilayah Kabupaten Sanggau. Senin (20/7/2026) sekitar pukul 08.30
WIB, personel kepolisian bersama instansi kesehatan, pemerintah desa, TNI, dan
masyarakat melaksanakan pendampingan serta monitoring kegiatan pengasapan atau
fogging insektisida di wilayah Dusun Beginjan, Desa Beginjan, Kecamatan Tayan
Hilir.
Kegiatan tersebut dilaksanakan
sebagai langkah preventif dan respons terhadap potensi penyebaran penyakit
menular DBD, khususnya dalam rangka mendukung upaya pencegahan dan penanganan
Kejadian Luar Biasa (KLB) di wilayah setempat.
sebagai langkah preventif dan respons terhadap potensi penyebaran penyakit
menular DBD, khususnya dalam rangka mendukung upaya pencegahan dan penanganan
Kejadian Luar Biasa (KLB) di wilayah setempat.
Pelaksanaan fogging melibatkan
petugas Puskesmas Tayan, Bhabinkamtibmas Desa Beginjan Aipda M.J. Sianipar,
Babinsa Koramil Tayan Hilir Sertu Faruk, perangkat Desa Beginjan, serta
masyarakat. Seluruh unsur tersebut bersinergi dalam pelaksanaan pengasapan di
kawasan pemukiman warga.
petugas Puskesmas Tayan, Bhabinkamtibmas Desa Beginjan Aipda M.J. Sianipar,
Babinsa Koramil Tayan Hilir Sertu Faruk, perangkat Desa Beginjan, serta
masyarakat. Seluruh unsur tersebut bersinergi dalam pelaksanaan pengasapan di
kawasan pemukiman warga.
Dalam kegiatan itu, personel
kepolisian bersama unsur terkait turut melakukan pendampingan dan monitoring
untuk memastikan proses fogging berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran.
Petugas juga membantu pelaksanaan fogging dari rumah ke rumah di wilayah pemukiman
masyarakat.
kepolisian bersama unsur terkait turut melakukan pendampingan dan monitoring
untuk memastikan proses fogging berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran.
Petugas juga membantu pelaksanaan fogging dari rumah ke rumah di wilayah pemukiman
masyarakat.
Kapolsek Tayan Hilir Iptu Dr.
Kusdarwanto, S.H., M.H., mengatakan keterlibatan Polri dalam kegiatan tersebut
merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dan tenaga kesehatan dalam
melindungi masyarakat dari ancaman penyakit DBD.
Kusdarwanto, S.H., M.H., mengatakan keterlibatan Polri dalam kegiatan tersebut
merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dan tenaga kesehatan dalam
melindungi masyarakat dari ancaman penyakit DBD.
“Polri mendukung penuh langkah
pencegahan dan penanganan DBD melalui sinergi bersama tenaga kesehatan,
pemerintah desa, TNI, dan masyarakat. Kehadiran Bhabinkamtibmas di lapangan
diharapkan dapat membantu memastikan kegiatan berjalan lancar sekaligus memperkuat
komunikasi dengan warga,” ujarnya.
pencegahan dan penanganan DBD melalui sinergi bersama tenaga kesehatan,
pemerintah desa, TNI, dan masyarakat. Kehadiran Bhabinkamtibmas di lapangan
diharapkan dapat membantu memastikan kegiatan berjalan lancar sekaligus memperkuat
komunikasi dengan warga,” ujarnya.
Menurutnya, pencegahan DBD tidak
hanya bergantung pada pelaksanaan fogging, tetapi juga membutuhkan kesadaran
dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M Plus dinilai penting untuk dilakukan
secara rutin dan berkelanjutan.
hanya bergantung pada pelaksanaan fogging, tetapi juga membutuhkan kesadaran
dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M Plus dinilai penting untuk dilakukan
secara rutin dan berkelanjutan.
“Fogging merupakan salah satu
langkah penanganan, tetapi pencegahan harus dimulai dari lingkungan
masing-masing. Masyarakat kami imbau untuk menjaga kebersihan, menguras tempat
penampungan air, menutup wadah yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak
nyamuk, serta menghilangkan barang-barang yang dapat menampung air,” kata Iptu Kusdarwanto.
langkah penanganan, tetapi pencegahan harus dimulai dari lingkungan
masing-masing. Masyarakat kami imbau untuk menjaga kebersihan, menguras tempat
penampungan air, menutup wadah yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak
nyamuk, serta menghilangkan barang-barang yang dapat menampung air,” kata Iptu Kusdarwanto.
Selain mendukung upaya kesehatan
masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi wujud nyata kolaborasi lintas sektor
dalam menghadapi potensi ancaman penyakit menular. Sinergi antara kepolisian,
tenaga kesehatan, TNI, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu
mempercepat langkah pencegahan sekaligus meningkatkan kewaspadaan warga
terhadap DBD.
masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi wujud nyata kolaborasi lintas sektor
dalam menghadapi potensi ancaman penyakit menular. Sinergi antara kepolisian,
tenaga kesehatan, TNI, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu
mempercepat langkah pencegahan sekaligus meningkatkan kewaspadaan warga
terhadap DBD.
Polsek
Tayan Hilir mengajak seluruh masyarakat Desa Beginjan untuk berperan aktif
menjaga kebersihan lingkungan dan segera berkoordinasi dengan petugas kesehatan
apabila menemukan gejala yang mengarah pada DBD. Dengan kerja sama dan
kepedulian bersama, upaya pencegahan penyebaran penyakit dapat dilakukan secara
lebih efektif demi terciptanya lingkungan yang sehat dan aman bagi masyarakat. (Dny Ard / Humas Res Sgu)
Tayan Hilir mengajak seluruh masyarakat Desa Beginjan untuk berperan aktif
menjaga kebersihan lingkungan dan segera berkoordinasi dengan petugas kesehatan
apabila menemukan gejala yang mengarah pada DBD. Dengan kerja sama dan
kepedulian bersama, upaya pencegahan penyebaran penyakit dapat dilakukan secara
lebih efektif demi terciptanya lingkungan yang sehat dan aman bagi masyarakat. (Dny Ard / Humas Res Sgu)
