Polres Sanggau – Upaya mendukung
ketahanan pangan dan swasembada pangan terus diperkuat melalui kolaborasi
lintas sektor di Kabupaten Sanggau. Senin (20/7/2026), panen Jagung Hibrida
Kuartal II Tahun 2026 dilaksanakan di lahan pertanian yang berada di Dusun
Kuala Rosan, Desa Kuala Rosan, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau.

Kegiatan panen yang dimulai
sekitar pukul 08.00 WIB tersebut merupakan hasil penanaman jagung yang
dilakukan pada Kamis, 2 April 2026, dengan luas lahan mencapai 1 hektare. Panen
ini menjadi bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan sekaligus mendorong
peningkatan produktivitas pertanian masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri
Bintara Pendamping Bripka Febri Suhardi, Kepala BPP Kecamatan Meliau Iza
Kurniawi, SST., Kepala Desa Kuala Rosan Bernadus Inda Putra, Bhabinkamtibmas
Polsek Meliau Bripka Riyanto, PPL Desa Kuala Rosan Kabul Dianta Sumarja, S.P.,
Kepala Wilayah Peronila Rupina, serta anggota Tim Pelaksana Kegiatan (TPK).

Dalam pelaksanaan panen, petugas
dari BPP dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Meliau melakukan
pengukuran melalui sistem ubinan. Metode tersebut dilakukan untuk memperoleh
estimasi produktivitas tanaman jagung berdasarkan hasil sampel yang diambil
dari lahan panen.

Berdasarkan hasil pengukuran,
sampel pertama menghasilkan 10,8 kilogram, sampel kedua 8,4 kilogram, dan
sampel ketiga 9,9 kilogram. Dari tiga sampel tersebut diperoleh rata-rata hasil
ubinan sebesar 9,7 kilogram.

Dengan menggunakan perhitungan
estimasi produktivitas per hektare, hasil panen tongkol basah diperkirakan
mencapai 15,52 ton per hektare. Setelah dilakukan perhitungan terhadap kadar
pengeringan, estimasi hasil tongkol kering mencapai 11,74 ton per hektare.


Sementara itu, berdasarkan
perhitungan lanjutan terhadap hasil pipilan kering, produktivitas jagung
diperkirakan mencapai 6,56 ton per hektare. Hasil tersebut menunjukkan potensi
produktivitas yang cukup baik dari lahan pertanian yang dikelola dalam program
penanaman Jagung Hibrida Kuartal II Tahun 2026.

Kapolsek Meliau Iptu Supar
mengatakan, keterlibatan personel Polri dalam kegiatan pertanian merupakan
bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus upaya
memperkuat sinergi dengan pemerintah dan masyarakat di tingkat desa.

“Ketahanan pangan membutuhkan
kerja bersama. Polri hadir untuk mendukung masyarakat dan pemerintah dalam
mengembangkan potensi pertanian, mulai dari pendampingan hingga memastikan
kegiatan berjalan aman dan lancar,” ungkapnya.

Menurutnya, panen jagung tersebut
tidak hanya menjadi momentum untuk melihat hasil produksi pertanian, tetapi
juga menjadi motivasi bagi masyarakat agar terus mengembangkan sektor pertanian
sebagai salah satu penopang perekonomian dan kemandirian pangan di daerah.

“Produktivitas yang dihasilkan
menjadi gambaran bahwa lahan pertanian di wilayah Meliau memiliki potensi untuk
terus dikembangkan. Kami berharap semangat seperti ini dapat dipertahankan dan
ditingkatkan sehingga semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam mendukung
swasembada pangan,” ujar Iptu Supar.

Kegiatan
panen Jagung Hibrida Kuartal II Tahun 2026 tersebut sekaligus menjadi bagian
dari dukungan terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan dan
swasembada pangan serta mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
Sinergi antara Polri, pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan masyarakat
diharapkan terus berlanjut guna mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan
di Kabupaten Sanggau.
(Dny Ard / Humas Res Sgu)


Share.
Exit mobile version