Polres Sanggau – Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional
terus diwujudkan melalui berbagai kolaborasi di tingkat daerah. Salah satunya
terlihat dalam kegiatan Panen Jagung Hibrida Kuartal II Tahun 2026 yang
dilaksanakan di lahan TPK Ketahanan Pangan Desa Botuh Lintang, Kabupaten
Sanggau, Kamis (18/6/2026). Lahan seluas 1,7 hektare tersebut merupakan lahan
binaan Polsek Kapuas yang dikelola bersama kelompok tani dan pemerintah desa.
terus diwujudkan melalui berbagai kolaborasi di tingkat daerah. Salah satunya
terlihat dalam kegiatan Panen Jagung Hibrida Kuartal II Tahun 2026 yang
dilaksanakan di lahan TPK Ketahanan Pangan Desa Botuh Lintang, Kabupaten
Sanggau, Kamis (18/6/2026). Lahan seluas 1,7 hektare tersebut merupakan lahan
binaan Polsek Kapuas yang dikelola bersama kelompok tani dan pemerintah desa.
Panen yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB itu menjadi bukti
keberhasilan program pemanfaatan lahan produktif yang telah ditanam sejak
Kuartal I Tahun 2026. Jagung hibrida yang dipanen merupakan hasil penanaman
yang dilakukan pada 18 Februari 2026 dan telah memasuki masa panen optimal.
keberhasilan program pemanfaatan lahan produktif yang telah ditanam sejak
Kuartal I Tahun 2026. Jagung hibrida yang dipanen merupakan hasil penanaman
yang dilakukan pada 18 Februari 2026 dan telah memasuki masa panen optimal.
Kegiatan panen dihadiri oleh Kepala Desa Botuh Lintang, Apan, Ketua
BUMDes Yosef, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Botuh Lintang Tri
Norhayanti, para petani pengelola lahan, yakni Supardi dan Margo, serta
personel Polsek Kapuas yang terdiri dari Kanit Binmas AIPTU Arius Syafni dan
Bhabinkamtibmas BRIPKA Hasbiallah, SH.
BUMDes Yosef, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Botuh Lintang Tri
Norhayanti, para petani pengelola lahan, yakni Supardi dan Margo, serta
personel Polsek Kapuas yang terdiri dari Kanit Binmas AIPTU Arius Syafni dan
Bhabinkamtibmas BRIPKA Hasbiallah, SH.
Untuk mengetahui tingkat produktivitas tanaman secara akurat, dilakukan
metode ubinan oleh PPL Desa Botuh Lintang. Pengukuran dilakukan pada tiga plot
sampel yang menghasilkan masing-masing 6,4 Kilogram, 7 kilogram, dan 8,2 Kilogram
tongkol jagung basah.
metode ubinan oleh PPL Desa Botuh Lintang. Pengukuran dilakukan pada tiga plot
sampel yang menghasilkan masing-masing 6,4 Kilogram, 7 kilogram, dan 8,2 Kilogram
tongkol jagung basah.
Dari hasil pengukuran tersebut diperoleh rata-rata hasil ubinan sebesar
7,2 kilogram. Berdasarkan perhitungan teknis yang dilakukan oleh petugas
penyuluh pertanian, estimasi produktivitas panen mencapai sekitar 11,56 ton per
hektare dalam kondisi tongkol basah. Angka tersebut menunjukkan hasil yang
cukup menggembirakan dan mencerminkan keberhasilan penerapan budidaya jagung
hibrida di lahan binaan tersebut.
7,2 kilogram. Berdasarkan perhitungan teknis yang dilakukan oleh petugas
penyuluh pertanian, estimasi produktivitas panen mencapai sekitar 11,56 ton per
hektare dalam kondisi tongkol basah. Angka tersebut menunjukkan hasil yang
cukup menggembirakan dan mencerminkan keberhasilan penerapan budidaya jagung
hibrida di lahan binaan tersebut.
Kapolsek Kapuas, IPTU Marianus, menyampaikan bahwa keberhasilan panen
ini merupakan hasil sinergi antara petani, pemerintah desa, penyuluh pertanian,
dan jajaran kepolisian yang secara konsisten mendukung pengembangan sektor
pertanian di wilayah Kecamatan Kapuas.
ini merupakan hasil sinergi antara petani, pemerintah desa, penyuluh pertanian,
dan jajaran kepolisian yang secara konsisten mendukung pengembangan sektor
pertanian di wilayah Kecamatan Kapuas.
“Panen ini bukan hanya tentang hasil produksi jagung, tetapi juga
menjadi bukti bahwa kolaborasi berbagai pihak mampu menghasilkan kontribusi
nyata bagi ketahanan pangan daerah. Kami berharap keberhasilan ini dapat
memotivasi masyarakat untuk terus mengembangkan sektor pertanian secara
berkelanjutan,” ujarnya.
menjadi bukti bahwa kolaborasi berbagai pihak mampu menghasilkan kontribusi
nyata bagi ketahanan pangan daerah. Kami berharap keberhasilan ini dapat
memotivasi masyarakat untuk terus mengembangkan sektor pertanian secara
berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keterlibatan Polsek Kapuas dalam program pembinaan lahan
pertanian merupakan bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan
nasional sekaligus upaya memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui sektor
pertanian yang produktif.
pertanian merupakan bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan
nasional sekaligus upaya memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui sektor
pertanian yang produktif.
Menurut IPTU Marianus, program ini sejalan dengan agenda pemerintah
dalam mewujudkan swasembada pangan dan mendukung Asta Cita Presiden Republik
Indonesia. Melalui pendampingan dan sinergi lintas sektor, potensi pertanian
lokal dapat dioptimalkan untuk meningkatkan produksi pangan sekaligus
memperkuat perekonomian masyarakat desa.
dalam mewujudkan swasembada pangan dan mendukung Asta Cita Presiden Republik
Indonesia. Melalui pendampingan dan sinergi lintas sektor, potensi pertanian
lokal dapat dioptimalkan untuk meningkatkan produksi pangan sekaligus
memperkuat perekonomian masyarakat desa.
Keberhasilan panen Jagung
Hibrida Kuartal II Tahun 2026 di Desa Botuh Lintang diharapkan menjadi contoh
bagi wilayah lain dalam memanfaatkan lahan secara produktif. Dengan semangat
kebersamaan dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, program ketahanan pangan
diyakini mampu menjadi fondasi penting dalam menjaga ketersediaan pangan serta
meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sanggau. (Dny Ard / Humas Res
Sgu)
Hibrida Kuartal II Tahun 2026 di Desa Botuh Lintang diharapkan menjadi contoh
bagi wilayah lain dalam memanfaatkan lahan secara produktif. Dengan semangat
kebersamaan dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, program ketahanan pangan
diyakini mampu menjadi fondasi penting dalam menjaga ketersediaan pangan serta
meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sanggau. (Dny Ard / Humas Res
Sgu)
