Polres Sanggau – Jajaran Polsek Bonti kembali menunjukkan komitmennya
dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional melalui kegiatan pengecekan
tanaman jagung hibrida pasca pemupukan ketiga dan pengendalian hama pada lahan
Demplot I Tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (16/6/2026)
mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai di Dusun Sami, Desa Sami, Kecamatan Bonti,
Kabupaten Sanggau.

Pengecekan dilakukan oleh personel Polsek Bonti terhadap lahan
percontohan yang dikelola bersama petani mitra sebagai bagian dari Program 2
Pemanfaatan Lahan Produktif dalam mendukung ketahanan pangan. Kegiatan ini
bertujuan memantau perkembangan tanaman sekaligus mengidentifikasi berbagai
kendala yang berpotensi memengaruhi produktivitas hasil panen.

Lahan yang menjadi objek pengecekan memiliki luas sekitar satu hektare
dan ditanami jagung hibrida varietas Beltras 1. Lahan tersebut merupakan milik
petani mitra bernama Ab. Suhadi yang tergabung dalam Kelompok Tani Semangat
Baru. Saat dilakukan pengecekan, usia tanaman jagung tercatat telah memasuki 96
hari setelah tanam (HST).

Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Bonti melakukan observasi
langsung terhadap kondisi tanaman setelah sebelumnya dilakukan aplikasi
pestisida dan racun tikus sebagai langkah pengendalian hama. Pemeriksaan
difokuskan pada kondisi tongkol jagung yang mulai memasuki fase pembentukan
hasil.

Hasil pengecekan menunjukkan sebagian tongkol jagung mengalami serangan
hama tikus. Serangan tersebut ditemukan pada beberapa bagian tanaman yang masih
berada dalam fase muda sehingga berpotensi mengurangi kualitas dan kuantitas
hasil panen apabila tidak segera ditangani secara maksimal.

Meski demikian, petugas juga menemukan sejumlah tanaman yang masih
tumbuh dengan baik dan tidak terdampak serangan hama. Kondisi tersebut menjadi
indikator bahwa upaya pengendalian yang dilakukan masih memberikan hasil
positif meskipun pengawasan dan penanganan lanjutan tetap diperlukan.


Kapolsek Bonti, IPTU Erpan Yudi Asmara, mengatakan bahwa kegiatan
pengecekan lapangan merupakan bagian dari langkah berkelanjutan dalam
memastikan program ketahanan pangan yang dijalankan bersama kelompok tani dapat
berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pengecekan ini kami lakukan untuk mengetahui secara langsung kondisi
tanaman setelah pemupukan dan pengendalian hama. Dengan pemantauan rutin,
berbagai kendala yang muncul di lapangan dapat segera diidentifikasi sehingga
langkah penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat,” ujarnya.

IPTU Erpan menambahkan, keterlibatan Polri dalam program ketahanan
pangan tidak hanya sebatas pendampingan administratif, tetapi juga melalui
pengawasan langsung terhadap perkembangan tanaman guna memastikan keberhasilan
program yang telah dicanangkan pemerintah.

Ia menjelaskan bahwa Program 2 Pemanfaatan Lahan Produktif merupakan
salah satu upaya strategis dalam meningkatkan produksi pangan lokal sekaligus
memperkuat ketahanan pangan nasional. Program tersebut juga menjadi sarana
pemberdayaan masyarakat melalui optimalisasi lahan pertanian yang produktif.

“Melalui kolaborasi antara Polri, pemerintah, dan kelompok tani, kami
berharap produktivitas pertanian dapat terus meningkat. Pada akhirnya, program
ini tidak hanya mendukung swasembada pangan, tetapi juga berdampak pada
peningkatan kesejahteraan petani dan perekonomian masyarakat di wilayah
Kecamatan Bonti,” tambah IPTU Erpan.

Kegiatan pengecekan lahan
Demplot I Tahun 2026 tersebut berlangsung aman dan lancar. Polsek Bonti
menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi petani dalam setiap tahapan
budidaya, sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional
dan implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam mewujudkan
kemandirian pangan yang berkelanjutan. (Dny Ard / Humas Res Sgu)


Share.
Exit mobile version