Polres Sanggau – Perkuat ketahanan pangan nasional terus
menunjukkan hasil positif di wilayah Kabupaten Sanggau. Salah satunya terlihat
melalui kegiatan Panen Jagung Perdana yang dilaksanakan di lahan Kebun Tim
Penanganan Khusus Ketahanan Pangan (TPKK) Desa Balai Karangan, Dusun Paus,
Kecamatan Sekayam, Jumat (12/6/2026) pagi.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB tersebut merupakan bagian
dari Program Ketahanan Pangan (Program 2) yang dikembangkan Pemerintah Desa
Balai Karangan bersama berbagai pemangku kepentingan sebagai langkah nyata
mendukung swasembada pangan tahun 2026 dan implementasi Asta Cita Presiden
Republik Indonesia.

Panen perdana itu dihadiri oleh Kapolsek Sekayam yang diwakili
Bhabinkamtibmas Desa Balai Karangan, Brigpol Syawal Rahmaddani, Kepala Desa
Balai Karangan Erzan, perangkat desa, Pendamping Lokal Desa Yosef Jaef, serta
anggota Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sekayam.

Lahan yang dipanen memiliki luas sekitar satu hektare dengan komoditas
jagung hibrida. Tanaman tersebut merupakan hasil pengelolaan Tim Penanganan
Khusus Ketahanan Pangan Desa Balai Karangan yang selama beberapa bulan terakhir
mendapat pendampingan teknis dari unsur pemerintah desa dan penyuluh pertanian.

Untuk mengetahui potensi hasil produksi secara akurat, panitia panen
melaksanakan metode ubinan yang dilakukan oleh Penyuluh Pertanian Lapangan
(PPL) Desa Balai Karangan, Ngateman, S.P., M.P. Metode ini digunakan sebagai
acuan dalam memperkirakan produktivitas tanaman sebelum seluruh hasil panen
selesai dihitung.

Dari hasil pengambilan sampel, plot pertama menghasilkan 1,4 kilogram
dan plot kedua menghasilkan 1,7 kilogram jagung. Berdasarkan perhitungan
ubinan, diperoleh rata-rata hasil 1,55 kilogram yang kemudian dikonversikan ke
luasan satu hektare sehingga menghasilkan estimasi produksi sekitar 2,48 ton
per hektare dalam kondisi jagung belum dipipil.


Menurut data yang dihimpun dari BPP Kecamatan Sekayam, capaian tersebut
menunjukkan bahwa pengelolaan lahan ketahanan pangan di Desa Balai Karangan
berjalan cukup baik dan memiliki prospek untuk terus dikembangkan guna
meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat.

Sebagian hasil panen rencananya akan dimanfaatkan sebagai pakan ternak
warga setempat, sementara sebagian lainnya akan dipasarkan kepada pengepul
lokal di Desa Balai Karangan. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan
nilai ekonomi tambahan bagi kelompok pengelola sekaligus mendukung perputaran
ekonomi masyarakat desa.

Kapolsek Sekayam, AKP Dr. Sutikno, S.Sos., M.A.P., menyampaikan
apresiasi atas keberhasilan panen perdana tersebut. Menurutnya, sektor
pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus
meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan.

“Keberhasilan panen perdana ini merupakan hasil kerja sama yang baik
antara pemerintah desa, kelompok pengelola, penyuluh pertanian, dan seluruh
pihak yang terlibat. Kami dari Polri mendukung penuh program ketahanan pangan
sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian pangan masyarakat serta
mendukung program nasional menuju swasembada pangan tahun 2026,” katanya.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan berbagai unsur dalam pengembangan
lahan ketahanan pangan menjadi bukti bahwa pembangunan sektor pertanian
membutuhkan sinergi yang kuat. Dengan dukungan berkelanjutan, program serupa
diyakini mampu meningkatkan produksi pangan lokal dan memperkuat ketahanan
ekonomi masyarakat.

Panen perdana jagung
hibrida di Desa Balai Karangan ini menjadi momentum penting dalam mendorong
optimalisasi pemanfaatan lahan produktif di Kecamatan Sekayam. Ke depan,
program ketahanan pangan yang telah berjalan diharapkan terus berkembang dan
memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya ketahanan pangan nasional yang
berkelanjutan. (Dny Ard / Humas Res Sgu)


Share.
Exit mobile version