Polres Sanggau Sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional,
personel Polsek Bonti melaksanakan kegiatan pengecekan tanaman jagung hibrida
pada lahan Demplot I Tahun 2026 di Dusun Sami, Desa Sami, Kecamatan Bonti,
Kabupaten Sanggau, Senin, 11 Mei 2026. Kegiatan dimulai sekitar pukul 14.00 WIB
hingga selesai dalam situasi aman dan kondusif.

Pengecekan
dilakukan setelah pelaksanaan pemupukan ketiga dan aplikasi pestisida atau
racun tikus pada lahan jagung yang menjadi bagian dari Program 2 Ketahanan
Pangan Polsek Bonti. Kegiatan tersebut bertujuan memantau perkembangan tanaman
sekaligus mengantisipasi kerusakan akibat serangan hama tikus yang mulai
menyerang tongkol jagung muda.

Lahan demplot
yang dilakukan pengecekan merupakan milik petani mitra bernama Ab Suhadi dari
Kelompok Tani Semangat Baru. Lahan seluas kurang lebih satu hektare tersebut
ditanami jagung jenis Beltras 1 dengan usia tanaman mencapai 96 hari setelah
tanam atau HST.

Dalam hasil
pengecekan di lapangan, petugas menemukan sebagian tongkol jagung mengalami
kerusakan akibat serangan hama tikus. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat
memengaruhi kualitas serta hasil panen apabila tidak segera dilakukan langkah
penanganan dan pengendalian hama secara berkelanjutan.

Meski demikian,
sebagian tanaman jagung di lahan tersebut masih dalam kondisi baik dan tidak
terdampak serangan hama. Petugas bersama petani terus melakukan pemantauan agar
perkembangan tanaman tetap optimal hingga masa panen tiba.

Kapolsek Bonti,
Iptu Erpan Yudi Asmara, mengatakan bahwa kegiatan pengecekan rutin dilakukan
untuk memastikan program ketahanan pangan yang dijalankan Polsek Bonti bersama
kelompok tani dapat berjalan maksimal dan memberikan hasil yang optimal bagi
masyarakat.


“Kegiatan
pengecekan ini merupakan bagian dari upaya kami mendukung Program Ketahanan
Pangan melalui pemanfaatan lahan produktif. Kami ingin memastikan kondisi
tanaman tetap terpantau sehingga kendala di lapangan, termasuk serangan hama,
dapat segera diantisipasi,” ujarnya.

Kapolsek
menambahkan, sinergi antara Polri dan masyarakat, khususnya kelompok tani,
menjadi faktor penting dalam menjaga keberhasilan program ketahanan pangan di
wilayah Kecamatan Bonti. Menurutnya, keberhasilan sektor pertanian akan
berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat dan stabilitas pangan
daerah.

“Kami berharap
program ini tidak hanya mendukung swasembada pangan, tetapi juga meningkatkan
kesejahteraan petani. Polri hadir untuk mendampingi dan memberikan dukungan
agar program pemanfaatan lahan produktif dapat berjalan secara berkelanjutan,”
lanjut Iptu Erpan Yudi Asmara.

Program Demplot
I Tahun 2026 yang dijalankan Polsek Bonti merupakan bagian dari implementasi
Program 2 Ketahanan Pangan melalui pemanfaatan lahan produktif. Program
tersebut sejalan dengan upaya mendukung ketahanan pangan nasional serta
mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang swasembada pangan.

Selama kegiatan pengecekan
berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Polsek
Bonti memastikan monitoring terhadap perkembangan tanaman jagung akan terus
dilakukan guna menjaga kualitas hasil panen dan keberlangsungan program ketahanan
pangan di wilayah Kabupaten Sanggau. (Dny Ard / Humas Res Sgu)


Share.
Exit mobile version