Polres Sanggau
Polsek Tayan Hulu terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program
ketahanan pangan nasional melalui kegiatan pengecekan progres tanaman jagung
hibrida yang berlokasi di Dusun Barage, Desa Sosok, Kecamatan Tayan Hulu,
Kabupaten Sanggau. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 24 April 2026,
mulai pukul 09.30 WIB hingga selesai, dengan melibatkan personel Polsek dan
pengelola lahan setempat.

Pengecekan
dilakukan secara langsung di lahan pertanian seluas 2 hektare yang dikelola
oleh seorang sukarelawan bernama Kutipa, yang bekerja sama dengan Polsek Tayan
Hulu. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya konkret dalam memastikan
keberhasilan program pertanian yang tengah dikembangkan di wilayah tersebut.

Dari hasil
pengecekan di lapangan, tanaman jagung hibrida yang telah memasuki usia sekitar
70 hari setelah tanam (HST) menunjukkan pertumbuhan yang sangat baik. Tanaman
terlihat subur, dengan kondisi tongkol jagung yang sudah mulai terbentuk secara
merata di seluruh area lahan.

Berdasarkan
hasil observasi tersebut, diperkirakan masa panen akan berlangsung pada bulan
Juni 2026. Hal ini menjadi indikator positif bahwa program pertanian yang
dijalankan mampu memberikan hasil yang optimal serta berpotensi meningkatkan
produktivitas pangan di tingkat lokal.

Kapolsek Tayan
Hulu, Iptu H. Pintor Hutajulu, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan
ini merupakan bentuk nyata dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam
sektor ketahanan pangan.

Ia menegaskan
bahwa pihaknya tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi juga turut
aktif dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.


“Kami ingin
memastikan bahwa setiap program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,
khususnya di bidang pangan, dapat berjalan dengan baik. Melalui pendampingan
dan pengawasan ini, kami berharap hasil panen nanti dapat memberikan manfaat
nyata bagi masyarakat sekitar,” ujar Iptu H. Pintor Hutajulu.

Lebih lanjut, ia
menambahkan bahwa kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat menjadi kunci
utama dalam keberhasilan program ini. Menurutnya, keterlibatan warga seperti
yang dilakukan oleh pengelola lahan menjadi contoh sinergi positif yang perlu
terus didorong.

Kegiatan
pengecekan ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi potensi kendala yang
mungkin dihadapi dalam proses budidaya, sehingga dapat segera dilakukan langkah
antisipatif guna menjaga kualitas dan kuantitas hasil panen.

Selama kegiatan
berlangsung, situasi di lokasi terpantau dalam keadaan aman dan kondusif. Hal
ini menunjukkan bahwa program yang dijalankan mendapat dukungan penuh dari
masyarakat setempat, serta berjalan sesuai dengan rencana yang telah
ditetapkan.

Program
penanaman jagung hibrida di Kecamatan Tayan Hulu sendiri merupakan bagian dari
upaya mendukung visi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia dalam
mewujudkan swasembada pangan nasional.

Diharapkan, melalui program
ini, stabilitas ekonomi nasional dapat terjaga dengan baik melalui penguatan
sektor pertanian. (Dny Ard / Humas Res Sgu)


Share.
Exit mobile version