Polres Sanggau – Kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan
lahan (Karhutla) diperkuat di Kecamatan Beduai, Kabupaten Sanggau. Hal tersebut
ditandai dengan pelaksanaan Apel Siaga Karhutla Tahun 2026 yang digelar di
halaman Mapolsek Beduai, Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Apel tersebut dipimpin Camat Beduai Daniel, S.Kom. dan diikuti Kapolsek
Beduai AKP Heri Triyana, S.H., M.E., Danramil Beduai Letda Tuahman Damanik,
Danki Pamtas Pemodis Kapten Armed Saharudin dari Armed 19 Bogani Manado, Kasi
Trantib Kecamatan Beduai Nurdin, S.ST., serta Kepala Desa Bereng Berkawat Agus
Rahmaddani yang juga menjadi Ketua Koordinator Damkar Kecamatan Beduai.

Selain unsur pemerintahan dan aparat keamanan, kegiatan tersebut
melibatkan personel Polsek Beduai, Koramil Beduai, Pamtas Pemodis, Damkar
Kecamatan Beduai, Masyarakat Peduli Api serta peserta lainnya. Secara
keseluruhan, apel diikuti sekitar 30 orang sebagai bentuk kesiapan bersama
menghadapi potensi Karhutla di wilayah Kecamatan Beduai.

Dalam arahannya, Camat Beduai Daniel menyampaikan apresiasi kepada
seluruh peserta yang hadir. Ia menegaskan apel tersebut bukan sekadar kegiatan
seremonial, tetapi menjadi sarana untuk memastikan kesiapan personel dan
seluruh pemangku kepentingan dalam melakukan pencegahan serta penanganan
Karhutla.

Menurut Daniel, kondisi musim kemarau perlu menjadi perhatian bersama
karena periode kering dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran. Karena
itu, pemetaan wilayah rawan, peningkatan pemantauan serta langkah mitigasi
dinilai penting dilakukan sebelum munculnya titik api.

Ia juga mengingatkan bahwa Karhutla dapat menimbulkan dampak luas, mulai
dari pencemaran udara yang berpotensi mengganggu kesehatan, kerusakan ekosistem
hingga terganggunya aktivitas masyarakat dan transportasi, baik darat maupun
udara. Pencegahan dinilai jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah
kebakaran meluas.

Kapolsek Beduai menegaskan bahwa pencegahan Karhutla harus dilakukan
melalui kerja bersama dan tidak dapat dibebankan hanya kepada satu institusi.


“Kunci pencegahan Karhutla adalah kesiapsiagaan dan kecepatan informasi.
Kami mengajak seluruh unsur di Kecamatan Beduai untuk memperkuat komunikasi
sehingga setiap potensi kebakaran dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti,”
ujar AKP Heri Triyana, Sabtu (8/8).

Ia menambahkan, jajaran kepolisian bersama TNI, pemerintah kecamatan,
pemerintah desa, Damkar dan masyarakat akan terus mengedepankan upaya
preventif. Salah satunya melalui peran tiga pilar di tingkat desa, yakni
Bhabinkamtibmas, Babinsa dan kepala desa, untuk memberikan edukasi dan imbauan
kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Peran Bhabinkamtibmas, Babinsa dan kepala desa sangat penting karena
mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat. Kami berharap pesan pencegahan
dapat terus disampaikan, terutama kepada warga yang beraktivitas di sekitar
kawasan rawan kebakaran,” katanya.

Sinergi lintas sektor juga diperlukan untuk memastikan setiap unsur
mengetahui peran masing-masing ketika terjadi kebakaran. Dengan koordinasi yang
terbangun sejak tahap pencegahan, proses mobilisasi personel, peralatan serta
dukungan sumber daya dapat dilakukan lebih cepat apabila sewaktu-waktu terjadi
keadaan darurat.

Usai pelaksanaan apel, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan
(Forkopimcam) Beduai bersama peserta melakukan pengecekan sarana dan prasarana
penanggulangan Karhutla milik Polsek Beduai dan Damkar Kecamatan Beduai.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan peralatan dalam kondisi siap
digunakan ketika dibutuhkan di lapangan.

Melalui Apel Siaga Karhutla
Tahun 2026 ini, Polsek Beduai bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen
meningkatkan kewaspadaan, memperkuat koordinasi serta mengajak masyarakat
berperan aktif dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan. Kolaborasi tersebut
diharapkan mampu menjaga wilayah Kecamatan Beduai tetap aman, sehat, dan
kondusif sepanjang musim kemarau. (Dny Ard / Humas Res Sgu)


Share.
Exit mobile version