Polres Sanggau – Upaya mendukung program ketahanan pangan nasional terus
diwujudkan Polsek Beduai, Polres Sanggau, melalui pemanfaatan lahan produktif.
Pada Senin (27/7/2026), Polsek Beduai bersama kelompok sukarelawan melaksanakan
panen jagung hibrida Kuartal III Tahun 2026 di lahan demplot milik Kelompok
Sukarelawan Moh. Riadi, dkk, yang berlokasi di Dusun Timaga, Desa Thang Raya,
Kecamatan Beduai, Kabupaten Sanggau.

Kegiatan panen dimulai sekitar pukul 08.30 WIB dan dihadiri Kapolsek
Beduai AKP Heri Triyana, S.H., M.E., personel Polsek Beduai, Operator Balai
Penyuluhan Pertanian (BPP) Beduai Herkulanus, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL)
Desa Thang Raya Yulita, A.Md., serta Kelompok Sukarelawan Moh. Riadi beserta
anggota.

Panen tersebut merupakan hasil penanaman jagung hibrida yang
dilaksanakan pada Kuartal II Tahun 2026, tepatnya pada 2 April 2026, di atas
lahan seluas dua hektare. Program ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara
kepolisian, penyuluh pertanian, dan masyarakat dalam mengoptimalkan lahan
produktif guna meningkatkan hasil pertanian.

Untuk mengetahui potensi hasil panen secara objektif, dilakukan
pengukuran menggunakan metode ubinan oleh petugas BPP Beduai dan PPL Desa Thang
Raya. Metode tersebut menjadi acuan dalam memperkirakan produktivitas tanaman
jagung di lahan demplot.

Hasil ubinan menunjukkan sampel pertama memperoleh 4,2 kilogram, sampel
kedua 6,1 kilogram, dan sampel ketiga 5 kilogram. Dari ketiga sampel tersebut
diperoleh rata-rata hasil panen sebesar 5,1 kilogram.

Berdasarkan hasil penghitungan ubinan, estimasi produktivitas lahan
mencapai sekitar 16,32 ton jagung hibrida untuk lahan seluas dua hektare.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan lahan dilakukan secara optimal
dengan pendampingan teknis dari penyuluh pertanian serta partisipasi aktif
kelompok tani.


Kapolsek Beduai AKP Heri Triyana, S.H., M.E. mengatakan bahwa
keberhasilan panen ini merupakan hasil kolaborasi yang baik antara kepolisian,
penyuluh pertanian, dan masyarakat dalam memanfaatkan potensi lahan untuk
menghasilkan komoditas pangan yang bernilai ekonomi.

“Ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Melalui lahan
percontohan ini, kami ingin menunjukkan bahwa sinergi antara aparat, penyuluh,
dan masyarakat mampu menghasilkan pertanian yang produktif sekaligus menjadi
motivasi bagi kelompok tani lainnya untuk terus mengembangkan sektor
pertanian,” ujar AKP Heri Triyana.

Ia menambahkan bahwa keberadaan demplot tidak hanya berfungsi sebagai
lokasi produksi, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran bagi masyarakat
mengenai penerapan teknik budidaya jagung yang baik sehingga hasil panen dapat
terus meningkat pada musim tanam berikutnya.

Program panen jagung hibrida ini juga menjadi bagian dari dukungan Polri
terhadap program ketahanan pangan nasional, sekaligus memperkuat upaya
mewujudkan swasembada pangan sebagaimana menjadi salah satu prioritas
pembangunan nasional dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

Melalui kolaborasi yang
berkelanjutan dengan pemerintah, penyuluh pertanian, dan kelompok tani, Polsek
Beduai berharap produktivitas sektor pertanian di wilayah Kecamatan Beduai
terus meningkat sehingga mampu memperkuat perekonomian masyarakat sekaligus menjaga
ketersediaan pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Sanggau. (Dny Ard /
Humas Res Sgu)


Share.
Exit mobile version