Jakarta –
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menggelar Kejuaraan Bulu
Tangkis Kapolri Cup 2026 dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80.
Mengusung tema “Membangun Prestasi untuk Negeri”, turnamen ini menjadi bagian
dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dengan tema besar “Polri untuk
Masyarakat.”
Kejuaraan Bulu
Tangkis Kapolri Cup 2026 akan berlangsung pada 27 Juli hingga 1 Agustus 2026 di
tiga lokasi, yakni Gelanggang Olahraga Universitas Negeri Jakarta (UNJ), GOR
Duren Sawit, dan GOR Kecamatan Pondok Bambu, Jakarta.
Ketua Seksi
Humas dan Dokumentasi Bulutangkis Kapolri Cup 2026, Irjen Pol. Dr. Ahmad
Ramadhan, mengatakan kejuaraan tersebut merupakan wujud kehadiran Polri di
tengah masyarakat melalui bidang olahraga. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya
menjadi ajang kompetisi dan pembinaan prestasi, tetapi juga menjadi sarana
membangun sportivitas, kebersamaan, serta mempererat sinergi antara Polri,
masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.
“Kejuaraan ini
tidak hanya menjadi ajang kompetisi dan pembinaan prestasi, tetapi juga menjadi
sarana membangun sportivitas, kebersamaan, serta mempererat sinergi dan
kolaborasi antara Polri dengan masyarakat serta berbagai pemangku kepentingan,”
kata Ahmad Ramadhan dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (24/7/2026).
Dalam
penyelenggaraannya, Polri berkolaborasi dengan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh
Indonesia (PBSI) dan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI). Kolaborasi
tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mendukung pembinaan
olahraga bulu tangkis nasional sekaligus menghadirkan kompetisi yang inklusif.
Kategori yang
dipertandingkan meliputi kelompok usia umum U-15 Pemula, U-17 Remaja, dan U-19
Taruna. Selain itu, terdapat kategori Polri yang diikuti oleh Polda dan satuan
kerja di Mabes Polri, serta kategori disabilitas yang melibatkan atlet dari
NPCI.
Untuk kategori
umum, pertandingan meliputi tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda
putri, dan ganda campuran. Kategori umum tercatat diikuti 591 peserta,
sedangkan kategori Polri diikuti 558 peserta yang tergabung dalam 62 regu.
Adapun kategori kelompok usia U-15, U-17, dan U-19 diikuti 591 atlet dari 91
klub.
Sementara itu,
kategori disabilitas mempertandingkan berdasarkan klasifikasi disabilitas,
yakni Tunggal Putra Wheelchair, Tunggal Putra Standing Lower, Tunggal Putra
Standing Upper, Tunggal Putri Standing Lower, Tunggal Putri Standing Upper,
serta Tunggal Putra dan Tunggal Putri Short Stature.
Sekretaris
Jenderal NPCI, Ukun Rukaendi, menyampaikan apresiasi kepada Polri yang telah
memberikan ruang bagi atlet penyandang disabilitas untuk berpartisipasi dalam
kejuaraan tingkat nasional tersebut.
Menurutnya,
keterlibatan NPCI dalam Kejuaraan Bulu Tangkis Kapolri Cup menjadi momentum
bersejarah karena untuk pertama kalinya atlet penyandang disabilitas diberikan
ruang dalam kompetisi yang diselenggarakan Polri.
“Ini merupakan
sejarah bagi NPCI karena untuk pertama kalinya diberikan ruang dalam sebuah
kompetisi tingkat nasional seperti Kejuaraan Bulu Tangkis Kapolri Cup. Polri
telah memberikan perhatian, penghargaan, serta pengakuan kepada para atlet
penyandang disabilitas melalui pemberian ruang dan kesempatan yang setara,”
ujar Ukun.
Pada
penyelenggaraan tahun ini, kategori disabilitas diikuti 70 atlet dari 10
provinsi di Indonesia. Para atlet tersebut akan bertanding dalam enam kategori
dan menjadikan kejuaraan ini sebagai salah satu bagian dari persiapan menuju
kompetisi internasional.
Ukun
menambahkan, keterlibatan atlet penyandang disabilitas juga menjadi bentuk
sosialisasi kepada masyarakat bahwa penyandang disabilitas memiliki kemampuan
untuk berperan dan memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara melalui bidang
olahraga.
“Polri secara
langsung telah membantu menyosialisasikan kepada masyarakat Indonesia bahwa
penyandang disabilitas mampu berperan dan berkontribusi bagi bangsa dan
negara,” tuturnya.
Sementara itu,
Sekretaris Jenderal PBSI Ricky Soebagdja mengapresiasi komitmen Polri dalam
mendukung pembinaan bulu tangkis nasional melalui penyelenggaraan Kejuaraan
Bulu Tangkis Kapolri Cup 2026.
Menurut Ricky,
kompetisi menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet karena memberikan
kesempatan kepada para pemain untuk mengasah kemampuan, menambah pengalaman
bertanding, sekaligus mempersiapkan diri menuju level kompetisi yang lebih
tinggi.
“Kami optimistis
kejuaraan ini akan berlangsung kompetitif dan mampu melahirkan atlet-atlet
potensial masa depan Indonesia,” kata Ricky.
Ia juga
mengapresiasi Polri yang kembali menghadirkan kategori beregu putra Polri serta
kategori penyandang disabilitas. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan komitmen
bersama dalam menghadirkan olahraga yang semakin inklusif dan memberikan
kesempatan yang setara bagi seluruh atlet untuk berprestasi.
Seluruh
pertandingan dalam Kejuaraan Bulu Tangkis Kapolri Cup 2026 menggunakan sistem
gugur. Para pemenang akan mendapatkan penghargaan berupa sertifikat, medali,
piala, serta uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi dan
perjuangan para peserta.
Selain
pertandingan, rangkaian Kejuaraan Bulu Tangkis Kapolri Cup 2026 juga akan diisi
dengan berbagai kegiatan hiburan yang menarik dan terbuka untuk masyarakat
umum.
Ahmad Ramadhan
berharap Kejuaraan Bulu Tangkis Kapolri Cup 2026 dapat menjadi momentum untuk
memperkuat pembinaan olahraga, membangun sportivitas, serta mempererat hubungan
Polri dengan masyarakat.
“Sejalan dengan tema ‘Polri
untuk Masyarakat’, melalui kegiatan ini Polri ingin menunjukkan bahwa olahraga
dapat menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, memperkuat persatuan,
sekaligus memberikan kesempatan yang inklusif bagi seluruh masyarakat, termasuk
para atlet penyandang disabilitas,” pungkasnya.
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menggelar Kejuaraan Bulu
Tangkis Kapolri Cup 2026 dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80.
Mengusung tema “Membangun Prestasi untuk Negeri”, turnamen ini menjadi bagian
dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dengan tema besar “Polri untuk
Masyarakat.”
Kejuaraan Bulu
Tangkis Kapolri Cup 2026 akan berlangsung pada 27 Juli hingga 1 Agustus 2026 di
tiga lokasi, yakni Gelanggang Olahraga Universitas Negeri Jakarta (UNJ), GOR
Duren Sawit, dan GOR Kecamatan Pondok Bambu, Jakarta.
Ketua Seksi
Humas dan Dokumentasi Bulutangkis Kapolri Cup 2026, Irjen Pol. Dr. Ahmad
Ramadhan, mengatakan kejuaraan tersebut merupakan wujud kehadiran Polri di
tengah masyarakat melalui bidang olahraga. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya
menjadi ajang kompetisi dan pembinaan prestasi, tetapi juga menjadi sarana
membangun sportivitas, kebersamaan, serta mempererat sinergi antara Polri,
masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.
“Kejuaraan ini
tidak hanya menjadi ajang kompetisi dan pembinaan prestasi, tetapi juga menjadi
sarana membangun sportivitas, kebersamaan, serta mempererat sinergi dan
kolaborasi antara Polri dengan masyarakat serta berbagai pemangku kepentingan,”
kata Ahmad Ramadhan dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (24/7/2026).
Dalam
penyelenggaraannya, Polri berkolaborasi dengan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh
Indonesia (PBSI) dan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI). Kolaborasi
tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mendukung pembinaan
olahraga bulu tangkis nasional sekaligus menghadirkan kompetisi yang inklusif.
Kategori yang
dipertandingkan meliputi kelompok usia umum U-15 Pemula, U-17 Remaja, dan U-19
Taruna. Selain itu, terdapat kategori Polri yang diikuti oleh Polda dan satuan
kerja di Mabes Polri, serta kategori disabilitas yang melibatkan atlet dari
NPCI.
Untuk kategori
umum, pertandingan meliputi tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda
putri, dan ganda campuran. Kategori umum tercatat diikuti 591 peserta,
sedangkan kategori Polri diikuti 558 peserta yang tergabung dalam 62 regu.
Adapun kategori kelompok usia U-15, U-17, dan U-19 diikuti 591 atlet dari 91
klub.
Sementara itu,
kategori disabilitas mempertandingkan berdasarkan klasifikasi disabilitas,
yakni Tunggal Putra Wheelchair, Tunggal Putra Standing Lower, Tunggal Putra
Standing Upper, Tunggal Putri Standing Lower, Tunggal Putri Standing Upper,
serta Tunggal Putra dan Tunggal Putri Short Stature.
Sekretaris
Jenderal NPCI, Ukun Rukaendi, menyampaikan apresiasi kepada Polri yang telah
memberikan ruang bagi atlet penyandang disabilitas untuk berpartisipasi dalam
kejuaraan tingkat nasional tersebut.
Menurutnya,
keterlibatan NPCI dalam Kejuaraan Bulu Tangkis Kapolri Cup menjadi momentum
bersejarah karena untuk pertama kalinya atlet penyandang disabilitas diberikan
ruang dalam kompetisi yang diselenggarakan Polri.
“Ini merupakan
sejarah bagi NPCI karena untuk pertama kalinya diberikan ruang dalam sebuah
kompetisi tingkat nasional seperti Kejuaraan Bulu Tangkis Kapolri Cup. Polri
telah memberikan perhatian, penghargaan, serta pengakuan kepada para atlet
penyandang disabilitas melalui pemberian ruang dan kesempatan yang setara,”
ujar Ukun.
Pada
penyelenggaraan tahun ini, kategori disabilitas diikuti 70 atlet dari 10
provinsi di Indonesia. Para atlet tersebut akan bertanding dalam enam kategori
dan menjadikan kejuaraan ini sebagai salah satu bagian dari persiapan menuju
kompetisi internasional.
Ukun
menambahkan, keterlibatan atlet penyandang disabilitas juga menjadi bentuk
sosialisasi kepada masyarakat bahwa penyandang disabilitas memiliki kemampuan
untuk berperan dan memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara melalui bidang
olahraga.
“Polri secara
langsung telah membantu menyosialisasikan kepada masyarakat Indonesia bahwa
penyandang disabilitas mampu berperan dan berkontribusi bagi bangsa dan
negara,” tuturnya.
Sementara itu,
Sekretaris Jenderal PBSI Ricky Soebagdja mengapresiasi komitmen Polri dalam
mendukung pembinaan bulu tangkis nasional melalui penyelenggaraan Kejuaraan
Bulu Tangkis Kapolri Cup 2026.
Menurut Ricky,
kompetisi menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet karena memberikan
kesempatan kepada para pemain untuk mengasah kemampuan, menambah pengalaman
bertanding, sekaligus mempersiapkan diri menuju level kompetisi yang lebih
tinggi.
“Kami optimistis
kejuaraan ini akan berlangsung kompetitif dan mampu melahirkan atlet-atlet
potensial masa depan Indonesia,” kata Ricky.
Ia juga
mengapresiasi Polri yang kembali menghadirkan kategori beregu putra Polri serta
kategori penyandang disabilitas. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan komitmen
bersama dalam menghadirkan olahraga yang semakin inklusif dan memberikan
kesempatan yang setara bagi seluruh atlet untuk berprestasi.
Seluruh
pertandingan dalam Kejuaraan Bulu Tangkis Kapolri Cup 2026 menggunakan sistem
gugur. Para pemenang akan mendapatkan penghargaan berupa sertifikat, medali,
piala, serta uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi dan
perjuangan para peserta.
Selain
pertandingan, rangkaian Kejuaraan Bulu Tangkis Kapolri Cup 2026 juga akan diisi
dengan berbagai kegiatan hiburan yang menarik dan terbuka untuk masyarakat
umum.
Ahmad Ramadhan
berharap Kejuaraan Bulu Tangkis Kapolri Cup 2026 dapat menjadi momentum untuk
memperkuat pembinaan olahraga, membangun sportivitas, serta mempererat hubungan
Polri dengan masyarakat.
“Sejalan dengan tema ‘Polri
untuk Masyarakat’, melalui kegiatan ini Polri ingin menunjukkan bahwa olahraga
dapat menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, memperkuat persatuan,
sekaligus memberikan kesempatan yang inklusif bagi seluruh masyarakat, termasuk
para atlet penyandang disabilitas,” pungkasnya.
