“Tumpahan Salok” di Istana Sambas ajang perkuat silaturahmi semua elemen



Pontianak (ANTARA) – Perhelatan “Tumpahan Salok urang Sambas” atau luapan rindu orang Sambas di Istana Kesultanan Alwatziekhoebillah Sambas, Kalimantan Barat menjadi ajang perkuat silaturahmi semua elemen masyarakat daerah itu.

“Pemda Sambas sangat mendukung kegiatan silaturahmi berbagai elemen masyarakat yang dikemas dalam agenda Tumpahan Salok perdana di Istana Alwatziekhoebillah Kesultanan Sambas ini. Ini dapat memperkuat silaturahmi dan kebersamaan,”ujar Bupati Sambas, Satono saat dihubungi di Sambas, Selasa.

Ia minta agar kegiatan tersebut dilakukan setiap tahun dan Pemda Sambas akan mendukung karena dapat merangkul dan memperkokoh kebersamaan semua elemen masyarakat.

Baca juga: Event lomba ZHRT Grasstrack Super Series ke-I tahun 2022 berakhir

“Saya minta kegiatan ini digelar rutin dan selanjutnya juga diramaikan. Libatkan elemen masyarakat lebih banyak lagi supaya perputaran ekonomi kita lebih hidup,” katanya.

Ia menyampaikan bahwa Pemda Kabupaten Sambas dan Provinsi Kalimantan Barat 2022 akan membangun Waterfront City di depan Istana Alwatziekhoebillah Kesultanan Sambas, dan Rumah Budaya Melayu di Jalan Saing Rambi .

Dia mengatakan, jika keduanya sudah selesai dibangun nanti, tentunya secara tidak langsung akan mendukung kegiatan silaturahmi Tumpahan Salok Urang Sambas tersebut.

“Kalau sudah jadi Waterfront City, Rumah Budaya Melayu, secara tidak langsung kegiatan Tumpahan Salok ini bisa lebih meriah, ada yang jualan dan sebagainya. Bisa dikemas dengan kegiatan inti satu hari, dan dilanjutkan dengan festival budaya,” katanya.

Baca juga: Dai Dewan Dakwah se-Kalimantan Barat perkuat sinergi bangun bangsa

Lebih jauh, dalam kesempatan silaturahmi tersebut, Satono secara pribadi, keluarga dan Pemerintah Kabupaten Sambas mengucapkan selamat Idul Fitri 1443 Hijriah.

“Sudah 11 bulan saya memikul dan mengemban amanah yang diberikan masyarakat sebagai Bupati Sambas. Selama 11 bulan ini tentu banyak kekhilafan dan kekurangan, itu karena saya adalah makhluk lemah tidak luput dari salah dan khilaf. Saya minta maaf sebesar-besarnya, dari ujung rambut sampai ujung kaki,” jelas dia.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Subhan Nur dan Pangeran Ratu Muhammad Tarhan selaku tuan rumah, Wakil Bupati Sambas periode 2016- 2021, Hairiah.

Hadir juga Ketua MUI Kabupaten Sambas, Sumarin Asmawi, selaku penceramah, sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Sambas, dan Kota Singkawang, para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh kerabat Keraton Alwatziekhoebillah Kesultanan Sambas.

Baca juga: Sambas kembali raih opini WTP LKPD anggaran 2021
Baca juga: Bupati Sambas dukung Pendataan SP022 Lanjutan