Ketapang dukung Musda FKMPI untuk pengembangan SDM



Pontianak (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, mendukung penuh kegiatan Musyawarah Daerah Forum Komunikasi Mahasiswa Politeknik Indonesia (Musda FKMPI) Ketiga Kalimantan Barat sebagai bagian dari upaya peningkatan sumber daya manusia (SDM) di kabupaten setempat.

“Kegiatan ini baru pertama kali diadakan di Ketapang. Pemerintah kabupaten membutuhkan pemikir muda yang kritis sebagai calon pemimpin di masa depan,” kata Staf Ahli bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Pemkab Ketapang, Maryadi Asmuie di Ketapang, Selasa.

Pernyataan tersebut ia sampaikan menanggapi pelaksanaan Musda FKMPI Ketiga Kalbar, dimana Kabupaten Ketapang sebagai tuan rumah kegiatan tersebut. Ia meminta para mahasiswa peserta kegiatan agar membuat rekomendasi yang bersifat lintas sektoral.

“Katakanlah mahasiswa membahas isu yang sedang naik ini seperti masalah minyak goreng, jadi dikemas menjadi perencanaan yang dapat dieksekusi bersama,” ujarnya.

Ia berharap mahasiswa dapat bersama-sama dengan pemkab menemukan solusi terkait masalah yang kompleks di daerah.

“Mahasiswa mempunyai perspektif A pemerintah mempunyai perspektif B, kita satukan biar dapat jalan tengahnya,” kata Maryadi lagi.

Ia menyebut yang terpenting saat ini adalah kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi, pemerintah dapat menjaga kestabilan keadaan masyarakat serta pengusaha dapat mencari untung rugi dengan baik.

Sementara itu Wakil Direktur 3 bidang Kemahasiswaan Politeknik Negeri Ketapang Epriyandi menyatakan bahwa Musda FKMPI sebagai wadah mahasiswa berbagi, bertukar pikiran saling mengisi kekurangan serta sebagai tempat mengasah kemampuan berkomunikasi yang berguna untuk masyarakat banyak.

“Organisasi dalam dan luar kampus sebagai sarana mengasah kemampuan soft skill yang tidak didapat di bangku perkuliahan, walaupun kegiatan ini di luar bidang kompetensi,” ujarnya.

Ia menyebutkan bahwa mahasiswa yang tergabung dalam FKMPI adalah mahasiswa yang memiliki multi disiplin ilmu dan bidang.

“Ya mahasiswa itu sangat perlu multi talenta apa lagi mereka nanti akan terjun magang dan terjun langsung ke masyarakat sehingga diperlukan bukan hanya hard skill tetapi juga soft skill,” ujar Epriyandi.