Tiga Pekan Banjir di Sanggau, 468 KK Masih Mengungsi – Kalimantan Today


Foto—Banjir yang merendam rumah-rumah warga di lingkungan Liku—Kiram Akbar

 

KALIMANTAN TODAY, SANGGAU. Selama kurang-lebih tiga pekan banjir melanda Kabupaten Sanggau, merendam kawasan pemukiman warga. Meski saat ini, Senin (15/11/2021) banjir mulai surut, namun banyak warga di Kecamatan Kapuas, Mukok dan Toba belum dapat kembali ke rumahnya masing-masing.

“Memang pantauan di sejumlah titik di dalam kota, banjir mulai surut. Tapi hampir semua pemukiman di pinggir Sungai Kapuas masih terendam banjir dengan ketinggian 20 senti meter hingga 150 senti meter dari lantai rumah,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau Siron, Senin (15/11/2021).

Ia menyebut, hingga 14 November 2021 pukul 18.00, sebanyak 468 kepala keluarga (KK) masih bertahan di beberapa tempat pengungsian di wilayahnya masing-masing. Di Kecamatan Kapuas jumlah warga korban banjir yang mengungsi sebanyak 405 KK atau 1.260 jiwa, di Kecamatan Mukok sebanyak 41 KK atau 161 jiwa dan di Kecamatan Toba sebanyak 22 KK.

Siron mengungkapkan, selama tiga pekan banjir melanda Kecamatan Kapuas, Mukok, Jangkang, Meliau, Toba dan Tayan Hilir. Namun untuk Kecamatan Jangkang banjir sudah surut, tidak ada lagi rumah yang tergenang banjir.

“Selama banjir di Sanggau, sebanyak 10.520 KK atau 33.591 jiwa terdampak. Di Kapuas banjir melanda 5 kelurahan dan 10 desa, di Mukok banjir melanda 3 desa, di Meliau banjir melanda 6 desa, di Toba banjir melanda 4 desa, di Tayan Hilir banjir melanda 9 desa dan di Jangkang melanda 1 desa (sudah surut),” terangnya.

BPBD sudah mengingatkan para Camat yang daerahnya berpotensi banjir selalu waspada dan memantau perkembangan muka air. Kemudian mengambil langkah-langkah antisipasi, jika air terus naik agar mendirikan posko banjir dan tempat pengungsian di masing-masing kecamatan.

“Kami bersama TRC, TNI dan Polri juga setiap hari melakukan pemantauan lokasi banjir di dalam kota Sanggau. Hal yang sama juga dilakukan Satgas kecamatan dan Satgas Desa di wilayah banjir. Untuk bansos kepada warga korban banjir dikoordinir satu pintu melalui BPBD, ini dilakukan agar tidak terjadi bantuan dobel dalam penyalurannya,” bebernya. (Ram)