Ini harapan bupati Sanggau terkait produk unggulan


Sanggau (ANTARA) – Bupati Sanggau Paolus Hadi meminta Tim Penggerak PKK untuk menggali potensi agar wilayah tersebut mempunyai produk unggulan yang dibanggakan.

“Produk kita banyak. Kalau orang datang ke Sanggau dia nyari apa, cari keranjang kah. Atau tempat makan kah yang piringnya dari rotan, atau nyari kue merke atau tempoyak, yang setiap saat orang datang barangnya ada. Kita l berharap TP PKK ini bisa ikut menggali potensi untuk unggulan Kabupaten Sanggau kedepan,” ungkapnya saat pembukaan lomba – lomba memperingati hari kesatuan gerak (HKG) PKK ke – 47 tingkat Kabupaten Sanggau, berlangsung gedung balai betomu Sanggau, Selasa (18/6/2019).

Kepada Dinas Perindagkop dan UMKM, pria yang akrab disapa diminta agar membantu PKK untuk mewujudkan produk – produk unggulan di Sanggau.

Baca juga: AM Nasir dorong produk unggulan diekspor ke Malaysia

“Nah, Disperindagkop dan UM jangan karena PKK, banyak produk kalian tidak bantu,” cetusnya.

Dibeberkan, sebuah kabupaten yang ideal itu salah satunya memiliki produk unggulan.

“Kita punya, tapi mempromosikannya yang belum maksimal. Untungnya Kita masih punya IKMers, itupun kita baru punya satu gerai yang ada di IKMers itu sendiri. Kalau ditempat lainkan sudah ada di toko – toko dan memang ada tempat yang khusus untuk itu. Inilah tantangan kita ke depan,”ujarnya.

Baca juga: Sumsel akan gelar Festival Buah

PH menceritakan pengalamannya saat diminta memberikan presentasi di Universitas Gajah Mada (UGM) bagaimana pelayanan publik di Sanggau. Pada saat memberikan presentasi itu,  ada salah satu mahasiswi yang bertanya apa produk unggulan di Sanggau yang bisa dibanggakan.

“Terus terang saya kaget dengan pertanyaan itu. Mau nutup muka rasanya saya menjawabnya. Kita (Sanggau, red) punya banyak produk, tapi belum ada yang fokus. Mau saya bilang batik belum gak jelas, mau bilang sawit ndak gak terlalu aneh dan ndak juga kita jual olahan sawit,” paparnya.

Menanggapi ungkapan PH ini,  Ketua TP PKK Kabupaten Sanggau, Arita Apolina Hadi menyampaikan kendala yang dihadapi para pengusaha tradisional dalam merealisasikan produk unggulannya adalah terkait izin. Misalnya seperti SITU/SIUP, IRT, dan legalitas lainnya termasuk melengkapi produk makanan dengan lebel layak konsumsi dan ke halalannya dijamin.

Baca juga: BI ikut promosikan produk unggulan UMKM

“Sebenarnya IKM kita sekarang sudah lebih siap. Misalnya batik sabang merah. Kita sudah lakukan berbagai upaya ternasuk dengan melibatkan pihak ke tiga untuk membantu bagaimana penyediaan bisa tertampung dan pihak ketiganya sudah dapat dan siap membantu kita, tinggal nanti proses pemasaran apakah melalui IKM atau seperti harapan pak Bupati tadi seperti memiliki rumah produksinya, “ungkap Arita.

Menurut Arita, untuk pemasaran hasil produk, PKK dan Dekranas juga sudah mulai bekerja sama dengan minimarket modern seperti Indomaret dan Alfamart. Namun, produk yang dijual harus memenuhi syarat.

“Kita sudah berkoordinasi ke mereka dan sudah membuat MoU antara pihak indomart atau Alfamart dengan IKM melalui IKMers. Kalau kita kan hanya memfasilitasi,” ujarnya.

Baca juga: Kalbar promosikan produk pangan unggulan di WFD

Terpisah, Kasi Pembinaan Usaha Industri pada Dinas Perindagkop dan UM Kabupaten Sanggau, Sylvester Roy Wiranto menjelaskan bahwa produk IKM terdiri dari dua jenis, yaitu kerajinan dan makanan / minuman.

“Kerajinan kita sedang mengupayakan beberapa produk yang khas sperti peci kalengkang, dompet kapuak dan batik samer.  Sedangkan makanan dan minuman kita bisa mengangkat Lempok, Merke dan Gula Merah,” ujar Roy

Ditambahkan, pola pembinaan terpadu yang dilakukan Dinas Perindagkop dan UM saat ini adalah dengan membuat forum IKmers, forum IKM satu – satunya di Kalbar yang mempunyai gerai sendiri bahkan terintegrasi dengan belanja online Oke Jack.

Baca juga: Dekranasda Kalimantan Barat tampilkan produk kerajinan unggulan daerah

“Ini baru 1,5 tahun berdiri, tapi kiprahnya IKmers sudah nampak. Mulai dari rencana kerjasama dengan modern market,  bazaar murah, pameran swadaya sampai mengirim peserta magang Solo. Bahkan, Anggota IKMers sendiri awalnya 12 orang, saat ini sudah mencapai 90 orang dari seluruh kecamatan di Kabupaten Sanggau

“Tantangan ke depan, betul apa yang disampaikan Pak Bupati, kita harus menciptakan produk itu menjadi image oleh – oleh khas Sanggau. Oleh karenanya harus dimulai dari kita sendiri untuk mmencintai produk lokal yang kini sudah tersedia di Gerai Samer Pasar Jaray,” jelasnya.

Menurut Roy, sebagai fasilitator,  pemerintah akan membina para pelaku usaha tersebut selain dengan Gerai, salah satunya dengan progarm peningkatan mutu seperti Sertifikasi Haki, Halal, SNI, dan PIRT. 

Baca juga: Pelaku usaha Pontianak persiapkan produk unggulan sambut Pesparawi

“Standar pelaku usaha yang baik,  kita bisa siap untuk menghadapi pasar yang lebih luas.. Sebab sekarang banyak usaha mikro yang sudah naik kelas menjadi usaha kecil yang berkontribusi untuk peningkatan ekonomi masyarakatnya khususnya di Kabupaten Sanggau di masa mendatang,” pungkasnya.