Tangani COVID-19, Pemkab Sanggau Potong APBD 2020 Hingga 35 Persen


  • Jumat, 15 Mei 2020
  • 00:08 WIB
  • Tata cara Penerbitan STR Nakes V.2.0

    radarkalbar.com, SANGGAU- Pandemi COVID-19 hingga kini tak kunjung mereda. Walaupun di Kabupaten Sanggau hingga sekarang baru dua orang yang positif terpapar.

    Namun, cukup menguras energi berbagai kalangan untuk melaksanakan berbagai langkah dan upaya pencegahan dan penanganan jangan sampai sebaran COVID-19 semakin merebak.

    Mau tak mau Pemkab Sanggau pun merogoh kantong APBD tahun 2020 ini dalam-dalam, seperti yang diungkapkan
    Sekretaris Daerah Ir Kukuh Triyatmaka MM yang mengatakan Pemkab Sanggau dipastikan akan melakukan pemotongan hingga 35 persen APBD Murni.

    Pemotongan dana itu, guna untuk cadangan penanganan COVID-19 yang saat ini masih merebak.

    “Pemotongan lagi hingga 35 persen. Nah, mau tak mau pemotongan ini pada dinas/badan yang memiliki belanja modal dan jasa,” ungkapnya, Kamis (14/5/2020).

    Menurut Kukuh, pemotongan tersebut dilakukan sebagai wujud komitmen Pemkab Sanggau terhadap instruksi pemerintah pusat yang meminta agar anggaran di APBD murni minimal 35 persen.

    “Pemkab Sanggau belum sampailah 35 persen, masih kurang sedikit. Mudah – mudahan secepatnya udah mencukupi,” terangnya.

    Ditambahkan Kukuh, hingga saat ini dana untuk anggaran refocusing masih pada angka yang lama yakni Rp 31,2 milyar.

    “Jadi kalau nanti 35 persen itu masuk lagi dipastikan dana cadangan penanganan COVID-19 bisa bertambah menjadi Rp 80 milyar lebih,” jelasnya.

    Adapun dana cadangan Rp 80 milyar lebih tersebut, terpaksa diambil dari dana kegiatan fisik, seperti misalnya di Dinas Bina Marga dan SDA, Dinas Perumahan Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sanggau dan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan Sanggau.

    “Pada empat SKPD ini nanti yang bakal banyak diambil anggarannya. Untuk sekarang lelang yang sedang berproses itukan DAK kesehatan yang tidak terkena drop. Kemudian DAK RSUD, DAK Bina Marga dan Cipya Karya yang bersumber dari Dana Insentif Daerah (DID). Untuk DAU masih saya tahan karena masih ada refocusing,”tuturnya.

    Pewarta : Sery Tayan.
    Editor     : Sery Tayan.


    Like it? Share with your friends!