Raja Sanggau : Alasan Sisi Kemanusiaan, Mutasi ASN Bisa Dilaksanakan


  • Jumat, 19 Juni 2020
  • 08:34 WIB
  • Raja Sanggau : Alasan Sisi Kemanusiaan, Mutasi ASN Bisa Dilaksanakan

    radarkalbar.com, SANGGAU- Mutasi terhadap seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak terlepas dari alasan untuk mengurangi rasa bosan pada pegawai itu sendiri serta salah satu upaya untuk meningkatkan motivasi kerja.

    Terlebih lagi, jika yang bersangkutan telah mengabdikan diri sudah terbilang lama, bahkan mencapai belasan tahun bertugas pada suatu tempat.

    Merujuk kondisi itu, Raja Sanggau Pangeran Ratu Surya Negara Drs H Gusti Arman M Si   mengingatkan Pemkab Sanggau, khususnya  Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat),  mengurusi kepegawaian untuk selektif dan tidak kaku, dalam hal melaksanakan pembinaan terhadap ASN. Utamanya dalam melihat kondisi ASN itu sendiri, termasuk masa kerjanya dalam suatu tempat.

    “Saya mengingatkan saja, kalo tak salah yang mengurusi pegawai ini Baperjakat. Menurut hemat saya, jika seorang pegawai terlalu lama bertugas di suatu tempat. Maka juga tidak baik bagi pegawai itu sendiri. Dan perkembangan karier yang bersangkutan,” ungkapnya, Jumat ( 19/6/2020).

    Menurut pria yang akrab disapa Pak Teh ini, banyak faktor yang menjadikan alasan seorang ASN mengajukan pindah tugas, diantaranya karena ikut suami, kemudian sudah lama bertugas di suatu tempat dan karena sakit serta alasan lain.

    ” Nah, ini mestinya pihak terkait selektif dan jeli, tidak semua orang mengajukan pindah tugas itu “akal-akalan”. Banyak diantaranya memang sudah layak untuk pindah tugas dan memenuhi persyaratan. Kemudian sisi kemanusiaan juga mesti didahulukan,”bebernya.

    Diakui Pak Teh, pihaknya banyak mendapatkan curhatan para ASN, salah satu diantaranya ada yang tiap hari bolak balik bertugas ke lain kecamatan selama bertahun-tahun. Dan harus melalui jalan yang rusak dan berdebu. ASN ini ingin mengajukan pindah, bukan ke luar kabupaten atau ke kota Sanggau. Namun, hanya pindah ke kecamatan tetangga dia bertugas, sebab kebetulan suaminya juga bertugas di kecamatan tersebut.

    Baca juga

    ” Prihatin saya dengar kisah seorang ibu ini. Bayangkan ia sempat beberapa kali terjatuh dari sepeda motor. Dan yang terparah hingga sampai keguguran,” kenangnya.

    Pak Teh berharap Baperjakat  Pemkab Sanggau memperhatikan apa yang dialami banyak diantaranya ASN yang ingin berkumpul dengan keluarganya. Terlebih lagi, jika seorang perempuan. Dan hanya staff biasa, tentunya untuk melaksanakan mutasi lebih mudah.

    Pewarta  : Sery Tayan.
    Editor      : Sery Tayan.


    Like it? Share with your friends!