Polda Kalbar Semakin Dipercaya Masyarakat


  • Senin, 6 Januari 2020
  • 16:29 WIB
  • Polda Kalbar Semakin Dipercaya Masyarakat


    Pontianak
    Hasil Survei Kinerja Polda Kalbar kategori Baik, survei 2019 ini menyimpulkan
    bahwa indeks kepuasan masyarakat terhadap kinerja Polda Kalbar menunjukan
    80,61% (baik). Angka ini mengalami kenaikan 3% dibandingkan tahun sebelumnya
    yang berkisar 77,61% (baik).

    Berdasarkan
    empat aspek penilaian, yakni aspek: (1) Penegakkan Hukum menunjukan 80,30%
    (Baik); (3) Pemeliharaan Kamtibmas menunjukan 78,93% (baik); (3) Pelayanan
    Publik menunjukan 83,59% (sangat baik); dan (4) Kepercayaan Masyarakat
    menunjukan 80,61% (baik).

    Kamudian
    indeks kepuasan masyarakat berkaitan dengan indikator Polsek sebagai lini
    terdepan harkamtibmas menunjukkan penilaian sebesar 74,18%. Indikator tertinggi
    yaitu dalam aspek kemudahan mendapatkan pelayanan SKCK (80,52%). Selanjutnya
    kepuasan terhadap peranan kepolisian dalam mendukung terbentuk Desa Mandiri
    menunjukkan nilai 75,73 (baik). Lebih rinci, peranan kepolisian dalam: (1)
    ketersediaan pos keamanan menunjukkan nilai 77,19%; (2) keberadaan kegiatan
    siskamling 76,25%, dan (3) keberadaan kegiatan gotong royong menunjukkan nilai
    73,75%.

    “Hasil kinerja
    Polda Kalbar dibawah Komando Irjen Pol Drs Didi Haryono SH MH dan jajaran
    memperoleh nilai 80,61% atau meraih predikat kategori Baik. Predikat ini hasil
    survei para peneliti dari akademisi Universitas Tanjungpura Pontianak yang
    melakukan survei untuk mengetahui kepuasaan dan kepercayaan masyarakat terhadap
    kinerja Polda Kalbar sepanjang tahun 2019,” kata Pengamat pendidikan Untan
    Pontianak Doktor Aswandi yang juga selaku pembina survei.

    Dua kali
    survei tentang kepuasan masyarakat terhadap Polda Kalbar mengambarkan bahwa
    citra Polisi, khususnya Polda Kalbar semakin membaik, memuaskan dan dipercaya.
    Di masa-masa yang akan datang kepercayaan dan kepuasan masyarakat kepada Polisi
    tersebut harus dipertahankan dan ditingkatkan.

    Membangun
    citra baik polisi bukanlah pekerjaan mudah, melainkan harus diusahakan secara
    sungguh-sungguh oleh seluruh masyarakat, terutama dimulai dari internal
    kepolisian itu sendiri. Jangan mimpi polisi akan dihormati, dihargai, dan
    dibanggakan oleh masyarakatnya apabila di lingkungan internal kepolisian, baik
    secara organisatoris maupun secara individu, polisi belum memberikan contoh dan
    pelayanan terbaiknya.

    “Bahkan usaha
    keras Polisi membantu masyarakat terkadang direspons negatif, seakan-akan air
    susu dibalas oleh sebagian masyarakat dengan air tuba,” ujar Doktor Aswandi.

    Selanjutnya ia
    mengapresiasi Program Kerja Polda Kalbar berbasis data, evaluasi setiap 100
    (seratus hari) kerja dan partisipasi Polda Kalbar terhadap program percepatan
    Desa Mandiri yang di gagas bapak Gubernur Kalimantan Barat. Program kerja
    berbasis data dan evaluasi setiap 100 hari kerja Polda Kalbar adalah “on
    the track”. Artinya sudah berada dijalan yang benar.

    Evaluasi
    kinerja setiap 100 hari adalah suatu implementasi fungsi pengawasan yang efektif.
    Pakar manajemen perubahan mengatakan setiap satu kesalahan dikoreksi atau
    semakin sering kesalahan dikoreksi untuk diperbaiki, akan terjadi kemajuan.
    Demikian pula sebaliknya, “setiap kesalahan tidak dikoreksi, kesalahan itu
    akan menjadi kebenaran”.

    Pengawasan
    formatif setiap 100 hari kerja jauh lebih efektif dalam mencapai tujuan
    organisasi dari pada pengawasan sumatif di akhir tahun yang hanya dimaksudkan
    untuk memberikan penilaian terhadap kinerja.

    Demikian juga
    pertisipasi Polda Kalbar terhadap progran percepatan Desa Mandiri telah
    ditegaskan oleh pakar pemerintahan, Osborne dan Gaebler (1995). Dalam bukunya
    berjudul ” Reinventing Government”, tugas polisi dipandang perlu
    didefinisikan kembali, yakni mengubah tugas polisi dari seorang penyidik menjadi
    seorang katalis (pemberi pelayanan secara smart) dalam proses penyadaran
    masyarakat untuk menolong dirinya sendiri.

    Kehadiran
    polisi akan menjadi sangat efektif jika mereka membantu masyarakat menolong
    diri mereka sendiri”. Polda Kalbar telah melakukan saran dari pakar
    pemerintahan tersebut diatas. Faktanya antara lain, disamping melaksanakan
    tugas pokoknya sebagaimana amanah Undang-Undang RI No. 2/tahun 2002, Polda
    Kalbar juga berpartisipasi aktif menyukseskan program percepatan Desa Mandiri
    di Kalbar,” ungkap Doktor Aswandi.

    Diseminasi
    survei kepuasan dan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Polda Kalbar telah
    digelar di Hotel Mercure Pontianak. Turut hadir Jajaran Forkopimda Prov Kalbar,
    Rektor Universitas Tanjungpura Prof. Garuda Wiko serta para tokoh masyarakat
    turut hadir untuk mendengarkan langsung penyampaian hasil survei yang dilakukan
    oleh tim Universitas Tanjungpura.

    Like it? Share with your friends!