Pariwisata Alam Dibuka, TNI-Polri Siap Mengawal Protokol Kesehatan


  • Selasa, 23 Juni 2020
  • 21:46 WIB
  • Pariwisata Alam Dibuka, TNI-Polri Siap Mengawal Protokol Kesehatan


    Jakarta – Gugus Tugas Percepatan
    Penanganan Covid-19 memperbolehkan kawasan pariwisata alam yang berada di zona
    hijau dan kuning dibuka untuk umum ditengah pandemi Virus Corona. Kebijakan itu
    bagian dari dimulainya aktivitas berbasis ekosistem dan konservasi dengan
    tingkat risiko Virus Corona paling ringan.

    Pariwisata alam yang diperbolehkan
    untuk dibuka secara bertahap antara lain, kawasan wisata bahari, kawasan
    konservasi air, kawasan wisata petualangan, kawasan Taman Nasional, kawasan Taman
    wisata alam.

    Kemudian kawasan hutan raya, suaka
    margasatwa, geopark, pariwisata alam non kawasan konservasi, kebun raya, kebun
    binatang, Taman safari, desa wisata dan kawasan wisata alam yang dikelola
    masyarakat.

    Menanggapi hal itu, Kadiv Humas Polri
    Irjen Argo Yuwono menegaskan bahwa TNI-Polri siap untuk melakukan pengamanan
    dan pendisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan di tempat
    wisata tersebut.

    “Personel TNI-Polri akan ikut
    membantu pemerintah dalam hal ini gugus tugas dalam mengatur dan mengedukasi
    masyarakat agar menghabiskan waktu liburannya di tempat wisata tetap menerapkan
    standar protokol kesehatan,” kata Argo dalam keterangannya, Jakarta,
    Selasa (23/6/2020).

    Jenderal Bintang Dua ini mengungkapkan
    kehadiran TNI-Polri bukan semata-mata untuk penegakan hukum. Namun melakukan
    pendekatan humanis dan persuasif agar masyarakat disiplin dalam menerapkan
    protokol kesehatan dengan tujuan memutus mata rantai penyebaran Virus
    SARS-CoV-2 itu.

    Menurutnya, aparat keamanan akan
    membantu memberikan sosialisasi, edukasi dan pemahaman kepada masyarakat betapa
    pentingnya melakukan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

    “Kami, TNI-Polri akan
    mengedepankan cara-cara persuasif dan humanis kepada masyarakat. Kami tetap
    dalam kerangka bagaimana mengedukasi masyarakat agar bisa disiplin dalam hal
    standar protokol kesehatan,” papar mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya
    itu.

    Presiden Joko Widodo (Jokowi)
    sebelumnya juga sempat menginstruksikan kepada TNI-Polri untuk membantu
    pemerintah di 1.800 titik dalam mendisiplinkan masyarakat selama pandemi
    Covid-19 berlangsung. Tujuannya, agar Indonesia bisa menerapkan tatanan
    kehidupan normal yang baru atau New Normal.

    Argo menambahkan, dengan hadirnya
    TNI-Polri dalam mengedukasi masyarakat soal protokol kesehatan di masyarakat
    sudah sejalan dengan cita-cita pemerintah untuk bisa menerapkan New Normal.

    “Dengan begitu, pola adaptasi
    kebiasan baru menuju masyarakat yang produktif dan aman Covid-19 akan bisa
    terwujud,” ujar Argo.

    Bahkan disisi lain, kata Argo,
    beberapa Polda sudah bergerak untuk membantu memulihkan sektor pariwisata
    seiring kebijakan pemerintah menjelang New Normal. Terutama pada wilayah yang
    terdapat potensi destinasi pariwisata.

    Dia mengatakan sektor pariwisata
    memberikan kontribusi yang signifikan untuk penciptaan lapangan kerja, membawa
    devisa, investasi, dan merangsang hampir semua sektor lainnya. Itulah sebabnya,
    pihaknya bekerja keras dalam mempercepat pemulihan sektor pariwisata.

    “Tugas kami bagaimana meyakinkan
    wisatawan baik domestik maupun internasional agar kembali melancong di
    Indonesia tanpa khawatir akan penularan Covid-19,” tutur Argo.

    Sejumlah Polda lanjut dia sudah
    bergerak untuk mengawal fase pemulihan sektor pariwisata. Puluhan bahkan ratusan
    personel diterjunkan untuk pendisiplinan.

    Salah satu jajaran Polda Nusa Tenggara
    Barat (NTB), dimana sebanyak 520 Bhabinkamtibmas membagikan 15.000 bantuan
    paket sembako kepada para pekerja di kawasan pariwisata NTB yang terdampak Covid-19.

    Like it? Share with your friends!