(08/September/19) Isu Hoaks Harian


  • Selasa, 10 September 2019
  • 10:00 WIB
  • 1. Virus Zika Ditemukan di Pisang

    Penjelasan :
    Beredar informasi di media sosial mengenai pisang yang terkontaminasi dengan virus
    Zika. Otoritas kesehatan Federal Amerika Serikat telah memperingatkan mengenai hal ini
    seperti ditulis oleh situs breaking13news.com.
    Faktanya, tidak pernah ditemukan adanya pisang yang mengandung virus Zika. Selain itu
    U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) tidak memberikan peringatan
    apapun mengenai hal ini. Adapun virus Zika tidak menyebar lewat konsumsi makanan,
    melainkan melalui gigitan nyamuk dan dalam beberapa kasus melalui hubungan seksual
    atau dari wanita hamil kepada anaknya yang belum lahir. Breaking13news.com sendiri
    merupakan penghasil berita sensasional yang tidak dapat dipertanggungjawabkan
    kebenarannya.

    Link Counter :
    https://www.snopes.com/fact-check/zika-bananas-ecuador/

     

    2. SMS Mencatut Suara Merdeka

    Penjelasan : Telah beredar sebuah pesan singkat yang tersebar dengan mengatasnamakan jurnalis Harian Suara Merdeka. Pesan singkat tersebut berisikan meminta bantuan dengan nomor rekening BCA atas nama Didik Purwanto, untuk operasi kelenjar getah bening di RS Muwardi Solo. Adapun diakhir pesan singkat tersebut atas nama Mas Ibnu Suara Merdeka Pers.

    Faktanya, Agus Toto Widyatmoko selaku Wakil Pemimpin Redaksi Harian Suara Merdeka menyatakan bahwa pesan singkat tersebut diduga mengarah ke tindak pidana penipuan, karena Tidak ada jurnalis Suara Merdeka bernama Ibnu maupun Wahyu. Agus menghimbau kepada masyarakat untuk waspada, dan mempersilahkan masyarakat untuk melaporkan kepada polisi atas dugaan kasus sms penipuan tersebut, apabila dirasa telah merugikan secara materil maupun non materil.

    Link Counter :

    https://www.suaramerdeka.com/news/baca/196773/beredar-sms-mencatut-suara-merdek a-masyarakat-diminta-waspada

     

    3. Jokowi Tidak Bisa Dilantik Pindah Ibu Kota hanya Pengalihan Isu Saja

    Penjelasan : Beredar sebuah video dalam platform Youtube yang banyak dibagikan oleh akun media sosial tentang isu rencana pindah ibu kota hanyalah upaya pengalihan isu karena Jokowi tidak jadi dilantik Oktober mendatang.

    Postingan yang menghubungkan perpindahan ibu kota sebagai pengalihan isu gagalnya Jokowi dilantik sebagai presiden tentu saja tidak dapat dipertanggungjawabkan dan bisa dipastikan sebagai hoaks. Sebagaimana yang diketahui bahwa KPU telah menetapkan pasangan Jokowi-Ma’ruf amin sebagai capres-cawapres terpilih yang dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) KPU Nomor 1185/PL.01.9-Kpt/06/KPU/VI/2019 dan Berita Acara nomor 152/PL.01.9-BA/KPU/VI/2019. Sementara Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, telah mengumumkan bahwa Jokowi-Ma’ruf Amin akan dilantik sebagai presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober mendatang. Adapun perihal perpindahan ibu kota baru, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro mengatakan, hal itu sudah dibahas mendalam sejak tiga tahun belakangan bahkan sudah muncul sejak era Menteri PPN sebelumnya, Andrinof Chaniago.

    Link Counter :

    https://nasional.kompas.com/read/2019/08/30/10515131/alasan-pemerintah-sembunyikan-ren cana-pemindahan-ibu-kota-selama-3-tahun

    https://www.tribunnews.com/pilpres-2019/2019/06/30/kpu-tetapkan-jokowi-maruf-amin-sebag ai-calon-presiden-dan-calon-wakil-presiden-terpilih-2019-2024

     

    4. Pemerkosaan Mahasiswi di Kartasura Sukoharjo Solo

    Penjelasan: Beredar sebuah pesan WhatsApp yang menghimbau kepada para perempuan untuk tidak pulang malam karena telah terjadi pemerkosaan di daerah Menco, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah yang menjadi korban adalah mahasiswi asal Mojosongo, Solo.

    Fakta yang dilansir dari Tribunsolo.com, bahwa kejadian tersebut tidak ada sesuai tanggapan dari Kapolsek Kartasura AKP Sarwoko mewakili Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi mengatakan, tidak ada kasus seperti yang disampaikan pada pesan WhatsApp itu. Pihaknya berharap masyarakat cerdas dalam menerima informasi yang beredar di WhatsApp atau media sosial (Medsos).

    Link Counter :

    https://solo.tribunnews.com/2019/09/07/beredar-pesan-whatsapp-pemerkosaan-mahasiswi-di -kartasura-sukoharjo-kapolsek-pastikan-hoax

     

    5. Undangan untuk Hadir ke Rumah Wakil Walikota Tangerang

    Penjelasan: Telah beredar postingan di media sosial sebuah pesan yang berisi undangan untuk menghadiri acara silaturahmi dan makan bersama di rumah kediaman Wakil Walikota Tangerang Sachrudin. Dalam narasi pesan dituliskan bahwa acara dilangsungkan pada hari Minggu, 18 Agustus 2019 pkl. 09.00 Wib.

    Terkait hal tersebut, Humas Kota Tangerang melakukan klarifikasi melalui akun Instagramnya @humas_kota_tangerang menegaskan bahwa pesan undangan tersebut adalah hoaks. Pihak Humas Kota Tangerang juga menghimbau kepada masyarakat agar jangan mudah terpancing dengan informasi hoaks yang beredar.

    Link Counter :

     

    6. Jeruk Nipis dan Kecap Sembuhkan Batuk

    Penjelasan : Beredar di media sosial Facebook sebuah postingan yang menautkan artikel berita yang berjudul jeruk nipis dan kecap sembuhkan batuk.

    Dilansir dari lifestyle.kompas.com, pakar farmasi Prof. Dr Sumali Wiryowidagdo, M.Si, Apt menegaskan bahwa larutan jeruk nipis dan kecap sebenarnya tidak menyembuhkan batuk itu sendiri entah itu akibat virus ataupun bakteri, larutan tersebut hanya bermanfaat untuk meredakan gejala penyertaannya. Sumali mengatakan penambahan kecap pada air jeruk hanya berguna untuk mengurangi tingkat keasaman dari jeruk nipis, kecap pada dasarnya tidak mempunyai manfaat tertentu untuk batuk dan gangguan pernafasan lainnya.

    Link Counter :

    https://lifestyle.kompas.com/read/2017/09/25/090220020/benarkah-jeruk-nipis-dan-kecapampuh-atasi-batuk?page=all https://hellosehat.com/hidup-sehat/jeruk-nipis-dan-kecap-untuk-batuk/

    7. Unpar Sediakan Sabun Cuci Muka Senilai 200.000 di Toilet

    Penjelasan : Beredar di sosial media mengenai sabun cuci muka bermerek Sebamed yang berada di setiap toilet Universitas Katolik Parahyangan. Adanya sabun cuci muka tersebut menimbulkan banyak komentar negatif, beberapa netizen mengatakan adanya sabun cuci muka tersebut yang menjadikan biaya kuliah semakin mahal.

    Diketahui Sebamed merupakan salah satu produk perawatan kulit asal Jerman dengan harga berkisar Rp 200.000 – Rp.220.000. Dilansir dari Kompas.com, Humas Unpar Sofyan Desvianto membenarkan adanya sabun cuci muka Sebamed di kampus Unpar. Sofyan melanjutkan, namun kami infokan kalau penyediaan sabun itu adalah program dari Sebamed sendiri. Pihak Sebamed memberikan tester tersebut secara gratis dan pihak kampus tidak mengeluarkan biaya apapun dalam penyediaan sabun tersebut.

    Link Counter :

    https://www.kompas.com/tren/read/2019/09/06/165551565/klarifikasi-unpar-sediakan-sab un-cuci-muka-senilai-rp-200000-di-toilet?page=all

    https://www.kompas.com/tren/read/2019/09/03/174545065/viral-unpar-sediakan-sabun-cu ci-muka-senilai-rp-200000-di-toilet?page=all

    https://www.suara.com/news/2019/09/03/200709/sedia-skincare-mahal-dan-disebut-kamp us-sultan-beredar-klarifikasi-unpar

     

    8. Kerupuk Kulit Merupakan Obat Maag Alami

    Penjelasan : Salah satu mitos kesehatan yang dikenal luas masyarakat adalah kerupuk kulit bisa menyembuhkan penyakit maag.

    Dilansir dari alodokter.com, dr. Aloisia Permata Sari selaku dokter menjawab bahwa anggapan kerupuk kulit dapat menyembuhkan sakit maag adalah anggapan yang tidak benar. Sementara dilaman doktersehat.com disebutkan hingga saat ini belum ada penelitian dan fakta medis yang membuktikan bahwa kerupuk kulit mampu mengatasi masalah maag. Bahkan mengingat kerupuk kulit yang digoreng biasanya memiliki kandungan minyak dan lemak yang cukup tinggi, bisa jadi setelah mengkonsumsinya masalah maag justru akan menjadi semakin parah.

    Link Counter :

    Benarkah Kerupuk Kulit Bisa Menyembuhkan Maag?

    https://www.alodokter.com/komunitas/topic/kerupuk-kulit-sebagai-obat-lambung

     

    9. Negara Vatikan Mendukung Referendum di Papua

    Penjelasan : Salah satu akun Facebook diketahui telah mengunggah sebuah tautan berisi artikel yang mengklaim negara Vatikan mendukung adanya referendum di Papua.

    Faktanya, kabar tersebut tidak benar. Setelah ditelusuri, foto atau gambar yang digunakan dalam artikel tersebut merupakan hasil suntingan dari foto berita detik.com berjudul: “Terima Dubes RI, Menlu Vatikan: Gerakan LGBT Dosa” yang dipublikasikan pada hari Kamis 25 Februari 2016 pukul 22:19 WIB. Foto tersebut disunting dengan menambahkan bendera bintang kejora.

    Link Counter :

    https://news.detik.com/berita/d-3151434/terima-dubes-ri-menlu-vatikan-gerakan-lgbt-dosa ?fbclid=IwAR1GaTYPmhD9gP2IiKf6oLwlEs1VcESsN9yzGY3J3wzQrv_d2esYzqYoKLY

     

    10. Mau Dipakai Infrastruktur Calon Ibu Kota

    Penjelasan: Beredar Informasi di media sosial melalui unggahan di akun twitter yang menarasikan “Alat berat yang mau dipakai infrastruktur calon Ibu Kota. Tenggelam di perairan Sampit. Semoga ini pertanda Allah akan menenggelamkan rezim ini macam Fir’aun beserta bala tentaranya”.

    Faktanya, kejadian tersebut tidak berkaitan dengan calon Ibu Kota. LCT Ayu 78 sedang menuju ke Tanjung Api-api (Sumatera Selatan) ketika karam. Pemilik perangkat, PT Sungai Berlian Bakti adalah perusahaan pertambangan. Alat-alat berat perusahaan tersebut dipergunakan untuk kegiatan penambangan, bukan “untuk membangun infrastruktur”.

    Link Counter :

    http://aksi.id/artikel/46673/Kapal-LCT-Ayu-78-Tenggelam-di-Perairan-Sampit/ https://beraukab.bps.go.id/statictable/2015/11/24/7/produksi-batu-bara-dan-tambang-lainnya2008-2013.html https://samarinda.prokal.co/read/news/17807-lct-abaikan-larangan-ksop-tak-diberi-izin-ngototberlayar-hingga-karam.html https://turnbackhoax.id/2019/09/08/salah-mau-dipakai-infrastruktur-calon-ibu-kota/

     

    11. Penampakan Korban Penyalahgunaan Narkoba 

    Penjelasan : Diunggah sebuah postingan pada platform Facebook konten berupa gambar dengan narasi yang bermaksud memberikan peringatan tentang bahaya penyalahgunaan Narkoba. Namun pada narasinya terdapat klaim yang menyebutkan bahwa orang pada gambar tersebut adalah korban penyalahgunaan Narkoba.

    Faktanya adalah klaim pada narasi postingan yang menyebutkan bahwa orang pada gambar tersebut adalah korban penyalahgunaan Narkoba tidaklah benar. Kebenarannya foto orang pada gambar tersebut adalah penderita penyakit poliomyelitis di Pathiu, Chumphon Thailand dan potret gambar para penderita gangguan jiwa di Indonesia.

    Link Counter :

    http://www.cerpen.co.id/post_135779.html

    https://board.postjung.com/914911

    https://www.idntimes.com/hype/fun-fact/tita/tak-disangka-foto-foto-rumah-sakit-jiwa-di-indones ia-ini-bikin-hatimu-teriris/full

    http://news.goosiam.com/html/0003941.html


    Like it? Share with your friends!