Kapolda Kalbar Hadiri Deklarasi dan Sosialisasi Gerakan Saya Perempuan Anti Korupsi


  • Sabtu, 23 November 2019
  • 16:54 WIB
  • Kapolda Kalbar Hadiri Deklarasi dan Sosialisasi Gerakan Saya Perempuan Anti Korupsi


    Polda Kalbar, Pontianak – Kapolda
    Kalbar, Irjen Pol Drs Didi Haryono SH MH menghadiri acara Sosialisasi Gerakan
    Saya Perempuan Anti Korupsi yang digelar oleh Komite Advokasi Daerah (KAD) Anti
    Korupsi Provinsi Kalimantan Barat bersama organisasi kewanitaan di Kalbar.
    Deklarasi dilaksanakan di Ballroom Hotel Golden Tulip, Jalan Teuku Umar, Kota
    Pontianak. Jum’at (22/11/2019)

    Acara dihadiri juga oleh Gubernur Prov.
    Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, S.H.,M.Hum., bersama Panglima Kodam
    XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Muhammad Nur Rahmad, Danlantamal
    XII/Pontianak, Laksma TNI Agus Haryadi, perwakilan Lanud Supadio dan Kepala
    Dinas Penanaman Modal Prov. Kalbar selaku Ketua KAD Kalbar.

    Acara sosialisasi dibuka langsung oleh
    Gubernur Kalbar, H. Sutarmidji, S.H.,M.Hum., yang diikuti oleh berbagai
    organisasi kewanitaan di Kalbar. Dengan menghadirkan narasumber Direktur
    Perkumpulan Saya Perempuan Anti Korupsi Maria Kresentia dan Pakar Hukum Pidana
    dari Universitas Indonesia (UI) Gandjar Laksmana Bonaprapta, S.H., M.H.

    Sosialisasi ini dimaksudkan dalam
    rangka mendorong lebih banyak peran perempuan khususnya kaum ibu di Kalimantan
    Barat untuk ikut adil dalam upaya pencegahan korupsi yang dimulai dari
    keluarga. Gerakan ini mengajak seorang ibu sebagai agen perubahan dalam
    memerangi korupsi, dengan cara menanamkan sejak dini nilai-nilai moral kepada
    anak-anak dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang transparan dan bersih.

    Gubernur Kalbar Sutarmidji
    mengharapkan para perempuan di provinsi Kalbar untuk bisa menjadi pelopor
    pencegahan korupsi khususnya di lingkungan keluarga dan umumnya di masyarakat.

    “Kaum perempuan, khususnya
    ibu-ibu memiliki peran besar dalam mengantisipasi sedini mungkin terjadinya
    korupsi, mulai dari lingkungan keluarga hingga di masyarakat,” kata
    Sutarmidji.

    Dia menjelaskan, sosialisasi ini
    dimaksudkan untuk mendorong lebih banyak perempuan ikut andil dalam upaya
    pencegahan korupsi.

    Menurutnya, kegiatan ini selain untuk
    mendukung suami menghindari berbagai macam bentuk korupsi juga untuk mendukung
    suami dalam menjalankan tugasnya.

    “Jangan malah sebaliknya, ibu-ibu
    banyak menuntut di luar kemampuan suami dan menyebabkan suami melakukan tindak
    korupsi untuk memenuhi kebutuhan ibu. Jangan seperti itu ya,” kata
    Sutarmidji.

    Mantan Wali Kota Pontianak itu
    menambahkan, gerakan ini juga diarahkan untuk mengajak ibu-ibu menjadi agen
    perubahan dalam memerangi korupsi, dengan cara menanamkan nilai-nilai moral
    kepada anak-anak,” pungkasnya.

    Like it? Share with your friends!