Jabat Kadis DBM SDA Sanggau, Ini Langkah yang akan Dilakukan John Hendri


  • Kamis, 13 Februari 2020
  • 20:21 WIB
  • Jabat Kadis DBM SDA Sanggau, Ini Langkah yang akan Dilakukan John Hendri


    SANGGAU – Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM SDA) Kabupaten Sanggau, John Hendri menyampaikan, Kita tahu bahwa DBM SDA ini berkaitan dengan jalan jembatan, irigasi dan sebagainya dan betul-betul perlu mendapatkan perhatian.

    “Kemudian ada beberapa yang menjadi fokus beberapa bulan kedepan. Pertama saya melihat jalan dalam kota itu juga perlu ada penanganan, walaupun kita tahu bahwa jalan kota itu adalah provinsi maupun pusat.”

    “Tapi kalau didepan mata kita ada jalan berlobang ya tak mungkin kita biarkan, harusnya kita lakukan minimal ada penanganan darurat,” katanya, Kamis (13/2/2020).

    Harapan Dewan Sanggau kepada Pejabat Eselon II yang Dilantik

    Selain itu, lanjut Hendri, bicara jembatan tentunya juga sudah ada laporan dari beberapa kecamatan bahwa ada jembatan yang putus, seperti di Desa Kampuh, Kecamatan Bonti.

    “Itu juga segera kita lakukan cekin dilapangan seperti apa, kalau memang misalnya itu harus APBD ya APBD.”

    “Tapi kalau sekiranya bisa kita kerjasamakan degan perusahaan yang ada di sekitar itu, justru harus kita sinergikan. Sehingga penanggana ini tak mesti harus menunggu dana pemerintah,”ujarnya.

    Hendri menambahkan, Terkait dengan bendungan merowi (Irigasi kaitannya) yang disampaikan Bupati dan juga ada disampaikan oleh petani kita di Kecamatan Kembayan, itu juga sebagai catatan kedepanya.

    “Kita tahu bahwa selama ini bendungan merowi itu selalu dikatakan masyarakat tak berfungsi, karena sudah sekian lama. Begitu kita konfirmasi ke Provinsi, itu masih kewenangan pusat.”

    “Ini yang perlu kita telusuri sejauh mana kewenangan itu, kalau sekiranya kewenangan itu masih di pusat, tak diserahkan ataupun diserahkan kepada provinsi mari kita sama-sama sinergi,”ujarnya.

    Bendungan itu, kata Hendri, dulunya pernah potensial dan kemudian areal sawah yang ada itu sampai 1640 hektare.

    Tapi sekarang sudah jauh berkurang dikarenakan fungsi dari irigasi itu sudah tak maksimal sehingga banyak lahan yang tadinya basah atau berair sekarang sudah mulai kering.

    “Mulai kering ini yang menjadi tantangan kedepan bahwa masyarakat kita kalau kering ya pasti akan tanam sesuatu apakah kelapa sawit atau karet.”

    “Tapi itulah akibat dampak negatif daripada bendungan merowi yang dulunya pernah jaya sekarang sudah tidak. Oleh karena itu saya akan berupaya nantinya akan telusuri lagi,” pungkasnya. (*)

    Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
    https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

    Update berita pilihan
    tribunpontianak.co.id di WhatsApp
    Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak 




    Like it? Share with your friends!