Hadir Pada Peringatan Malam 1 Suro, Bupati Berpesan Agar Seluruh Etnis Tidak Malu-malu Menampilkan Kebudayaannya


  • Minggu, 8 September 2019
  • 09:00 WIB
  • Hadir Pada Peringatan Malam 1 Suro, Bupati Berpesan Agar Seluruh Etnis Tidak Malu-malu Menampilkan Kebudayaannya

    SANGGAU, Kegiatan peringatan tahun baru Suro 1953 Saka dan tahun baru Islam Mukarom 1441 Hijrah di Kecamatan Mukok, Sabtu malam (7/9/2019) disambut luar biasa oleh masyarakat setempat.

    Ketua Paguyuban H. Sugiman melaporkan bahwa peringatan tahun baru Suro 1953 Saka dan tahun baru Islam Mukarom 1441 Hijrah ini dalam rangka silahturahmi dan melestarikan seni budaya yang hidup dan berkembang di masyarakat Kalimantan Barat umumnya dan khususnya di Kabupaten Sanggau.

    Budaya Jawa yang merupakan bagian dari keberagaman tersebut berupaya dilestarikan dan dikembangkan keberadaannya di Negeri sendiri dengan harapan nilai-nilai positif dan menganut petuah-petuah yang bijak dapat terus hidup dan tumbuh tanpa tergerus dari era globalisasi saat ini.

    Terlihat adanya penampilan kesenian tradisional diantara, kuda lumping yang tumbuh dengan baik di wilayah Kabupaten Sanggau bahkan pemain-pemainnya sudah bercampur dengan Dayak seperti di kecamatan mukok ini.

    Bupati Sanggau Paolus Hadi, S.IP, M.Si dalam kegiatan tersebut menyampaikan terima kasih kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau yang mana kegiatan Peringatan Malam 1 Suro ini menjadi agenda rutin Pemerintah setiap tahunnya bekerjasama dengan Guyub Gawe Guna (G3) sebagai penyelenggara.

    Berikut PH (sapaan akrab Bupati Sanggau) menjelaskan mengapa dipilihnya Kecamatan Mukok sebagai tempat diselenggarakannya kegiatan Peringatan Malam 1 Suro ini, alasannya karena di Kecamatan Mukok masyarakat etnis jawanya paling banyak yaitu mencapai 50% dan urutan ke tiga terbanyak Se-Kab. Sanggau.

    Lebih jauh, PH menambahkan bahwa ini adalah bagian dari sejarah Kab. Sanggau ketika masyarakat Jawa yang ada di Kab. Sanggau memiliki paguyuban yaitu Guyub Gawe Guna (G3) dan harus sudah menunjukan eksistensinya di tengah-tengah masyarakat supaya msyarakat Sanggau (bukan hanya masyarakat Jawa) mengerti dan mencintai budaya Jawa. Ketika kita saling memahami budaya, maka masyarakat kita akan saling sayang menyayangi. Itulah yang menjadi kelemahan kita saat ini kita banyak yang lupa akan sejarah, dimana sejarah yang diciptakan oleh The Founding Father kita Bung Karno, beliau dengan kata tri saktinya bersatu untuk kebudayaan. Kebudayaan Indonesia menjadi salah satu pernyataan beliau mengapa Indonesia ada, karena kita memiliki banyak budaya.

    PH berpesan agar seluruh etnis yang ada di Kab. Sanggau tidak malu-malu untuk menonjolkan dan menampilkan kebudayaannya masing-masing. Sedangkan berkaitan dengan kegiatan diatas diharapkan supaya seluruh kecamatan yang ada di Kab. Sanggau membentuk G3 ini dan terpusat di kabupaten. Sehingga kedepan tidak hanya menampilkan wayangan, tetapi ada  festival budayanya.

    Selanjutnya kita patut berbangga hati karena pada tahun ini,  dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia telah menetapkan Kab. Sanggau masuk nominasi 5 besar Kabupaten/Kota Budaya dari total 500 Kabupaten/Kota di Indonesia, jelas PH.

    Hadir juga dalam kegiatan Kadis Dikbud Sudarsono, S.A.P, Kadis Bunnak Syafriansyah, juga beberapa kepala OPD lainnya, Camat Mukok beserta jajaran Forkopimcam, Para Kades, Tokoh Adat, Tokoh masyarakat, Tokoh Pemuda dan tamu undangan lainnya.

    Penulis : Sukardi




    Like it? Share with your friends!