FGD Manfaat Teknologi Informasi Dalam Mewujudkan Desa Mandiri di Provinsi Kalbar


  • Kamis, 17 Oktober 2019
  • 01:17 WIB
  • FGD Manfaat Teknologi Informasi Dalam Mewujudkan Desa Mandiri di Provinsi Kalbar


    Polda Kalbar, Pontianak – Bertempat di Ballroom
    Hotel Ibis Pontianak, Fokus Group Discussion (FGD) mengusung tema Teknologi
    Informasi Dalam Mewujudkan Desa Mandiri di Provinsi Kalbar dilakukan dihadiri
    segenap unsur Civitas Akademika Universitas Panca Bakti (UPB) Pontianak,
    Rektor, Dosen dan para Mahasiswa.
    Hadir sebagai nara sumber Kapolda
    Kalbar, Gubernur Kalbar, Sahli Ideologi dan Politik Kodam XII Tanjungpura, Guru
    Besar UPB Prof. Dr. Ir. Rahmatullah Rizieq, Msi serta menghadirkan Dr
    Saffilianty Anggiani MM Mba motivator nasional dari fakultas ekonomi dan bisnis
    universitas Trisakti, Rabu (16/10/2019).

    Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan
    Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH  menyambut baik kegiatan FGD ini yang
    merupakan program maintenance partnership untuk percepatan membangun Desa
    Mandiri Berbasis IT di Provinsi Kalbar dalam meningkatkan dan memelihara
    kamtibmas sehingga unsur pemerintah, civitas akademika dan unsur masyarakat
    memiliki cara pandang, semangat dan wawasan yang sama dalam memberdayakan daya
    tangkal, daya cegah dan daya penanggulangan, terhadap berbagai hal yang dapat
    mengganggu stabilitas keamanan di wilayah Kalimantan Barat,” katanya.

    Selain itu, Inspektur Jenderal Polisi
    Drs Didi Haryono menjelaskan sampai saat ini situasi Kalbar sangat kondusif.
    Bencana Karhutla sudah tuntas ditangani bersama.

    “Kalbar sudah Zero hot spot, Satgas
    Karhuta telah bersinergis dengan baik. Satgas doa meminta pertolongan yang
    diatas dan sejak 21 September sampai sekarang Kalbar diguyur curah hujan yang
    sangat tinggi. Tiga minggu sebelumnya Kalbar termasuk penyumbang hotspot yang
    lumayan banyak, namun berkat kerjakeras, kerjasama dan sinergitas semuan
    komponen serta doa, semua bisa diatasi,” ujar Inspektur Jenderal Polisi Drs
    Didi Haryono SH MH.

    Kabut asap mengandung partikel racun
    Karbon monoksida yang sangat berbahaya bagi kesehatan.

    “Asap Karhutla berbahaya bagi
    kesehatan,  belasan ribu warga kalbar
    terpapar asap. Asap sangat berbahaya terutama bagi balita, ibu hamil, lansia,
    penyakit jantung dan asma, sehingga kami saat ini melakukan beberapa kegiatan
    Bakti Kesehatan di beberapa melalui biddokkes Polda Kalbar melakukan
    pemeriksaan kesehatan jantung yang bersifat dasar secara gratis kepada
    masyarakat, Dosen dan mahasiswa sekaligus melaksanakan giat Donor Darah,” papar
    Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

    99 persen Karhutla karena dibakar dan
    memang dibakar. sehingga langkah penegakkan hukum dilakukan oleh Kepolisian.



    “Karhutla lebih berbahaya dari
    Narkoba, kita tau Narkoba sangat berbahaya namun kalau yang dipengaruhi tidak
    mau maka selesai. Akan tetapi kalau Karhutla, mau tidak mau, suka tidak suka
    tetap terisap sampai masuk kerumah rumah. Berbagai langkah kita lakukan agar
    tahun depan 2020 Kalbar harus bebas dari Karhutla, saat ini 99 kasus karhutla
    kita tangani, 64 dalam proses penyidikan sisanya penyelidikan dan 34 kasus
    merupakan korporasi,” kata Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH.
    Kalbar merupakan provinsi terluas ke –
    empat se – indonesia, dengan luas wilayah 146.807,90 km2 meliputi 14
    kabupaten/kota. 174 kecamatan, 2.031 desa/kelurahan, memiliki jumlah penduduk terbanyak
    se-pulau kalimantan dan  berbatasan
    langsung dengan negara malaysia, dengan panjang perbatasan darat antara
    indonesia – malaysia ± 966 km.

    “Mengingat kondisi geografis dinamika
    kamtibmas Kalimantan Barat mengarah kepada extra ordinary crimes (kejahatan-kejahatan
    yang bersifat luar biasa). Potensi kerawanan itu semua kita antisipasi agar
    kamtibmas tetap kondusif dalam menunjang pembangunan. Kondisi kamtibmas yang
    ideal adalah situasi yang aman, damai, energik dan mantap dalam beraktifitas
    sehari-hari,” tutur Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono.

    Kalimantan Barat memiliki kekayaan
    alam yang melimpah, kaya akan sumberdaya alam dan Destinasi wisata tercatat ada
    320 destinasi alam yang masih natural, 34 diantaranya sering dikunjungi
    wisatawa domestik dan wisatawan manca negara dengan jumlah penduduk 5,3 juta
    lebih, ini merupakan kekuatan Kalbar.

    “Pemerintah pusat sesuai nawacita ke-3
    membangun indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa
    dalam kerangka negara kesatuan, dan gubernur kalbar memiliki kebijakan
    pembangunan dari desa dengan membangun desa mandiri. Dalam hal ini kepolisian
    mengiringinya di sektor keamanan,” ungkap Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi
    Haryono.

    Setiap manusia pada dasarnya
    memerlukan rasa aman. Aman merupakan kebutuhan hakiki setiap manusia.

    “Kita tidak bisa melakukan apapun
    kalau dihantui rasa kekuwatarin. Aman merupakan kebutuhan kita bersama. Aman
    harus kita kelola dan kita ciptakan bersama dari unsur unsur yang bisa
    mengganggu. Kerawanan desa dapat dipetakan dengan menjadi 3 kategori kerawanan
    desa, yakni desa binaan; desa sentuhan; dan, desa pantauan,“ ujar Inspektur
    Jenderal Polisi Drs Didi Haryono.

    Pemerintah melakukan peningkatan
    pendanaan didesa karena kini desa tidak lagi menjadi obyek pembangunan
    melainkan sebagai subjek pembangunan. Desa mandiri sejatinya adalah desa yang
    mampu mensejahtrakan diri dan sesamanya dengan bertumpu pada ekonomi, sosial
    dan ekologi. Ada 52 indikator indeks desa mandiri yang terbagi dalam 3 dimensi:
    dimensi ketahanan sosial, ketahanan ekonomi, dan ketahanan lingkungan.



    “Untuk mewujudkan desa mandiri perlu
    upaya dan kemauan yang serius dari seluruh pihak melalui kerjasama yang baik
    dan sinergi dari setiap stakeholders dalam menyatukan visi, misi, persepsi, dan
    interpretasi menuju desa yang mandiri, termasuk pemanfaatan perkembangan
    teknologi dan informasi karena hal ini salah satu faktor yang bisa dikatakan
    sangat mendukung percepatan terwujudnya desa mandiri,” tutur Inspektur Jenderal
    Polisi Drs Didi Haryono.
    Polda Kalbar mendukung terwujudnya
    desa mandiri melalui implementasi Pemolisian masyarakat dengan  memperhatikan karakteristrik kerawanan daerah
    provinsi Kalimantan Barat yang di dominasi oleh wilayah perbatasan, wilayah
    perairan, dan wilayah pedalaman (darat).

    “Maka Polda Kalbar melaksanakan
    program polda kalbar berkibar (berkinerja dengan benar) dengan concern: 1
    transnational crime dan environmental crime, dengan prioritas penanganan
    kejahatan lintas perbatasan, narkoba dan kejahatan lingkungan hidup sebagai
    extra ordinary crimes; 2. partnership maintenance, yang bertujuan untuk
    memelihara hubungan dengan masyarakat dan stakeholder di wilayah hukum kalbar,
    dan; 3. public service, yakni akselerasi pelayanan publik melalui penilaian
    masyarakat terhadap program polda kalbar berkibar,” papar Inspektur Jenderal
    Polisi Drs Didi Haryono.

    Penerapan partnership maintenance
    tergelar mulai dari tingkat polda sampai Bhabinkamtibmas di seluruh wilayah
    pedesaan dengan metode membangun sebuah sinergitas kemitraan mengedepankan pola
    proaktif – preventif sebagai upaya terdepan dalam penyelesaian permasalahan
    sosial dengan cara mengidentifikasikan hal-hal yang bisa menimbulkan masalah
    dan menanganinya sebelum hal tersebut menimbulkan masalah.

    “Polri sebagai problem solver guna
    menciptakan kamtibmas yang kondusif bagi masyarakat, sehingga dapat mewujudkan
    masyarakat yang ideal bagi upaya-upaya penciptaan dan pemeliharaan kamtibmas
    yang memiliki daya tangkal, daya cegah, dan daya penanggulangan terhadap setiap
    ancaman dan gangguan kamtibmas guna mewujudkan masyarakat patuh dan sadar hukum
    yang tinggi, serta masyarakat yang memiliki tingkat partisipasi yang tinggi
    untuk membantu dan bersama-sama menciptakan dan memelihara kamtibmas,” harap
    Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono.

    Polda Kalbar menghadirkan polsek
    sebagai lini terdepan harkamtibmas dengan 5 unsur utama. “dengan keberadaan
    poskamling yang diawaki dan di lengkapi dengan personel yang mumpuni (fkpm,
    ketua poskamling, dan pelaksana siskamling) dan sarana prasarana yang memadai
    diharapkan dapat menjadi sarana untuk membangun tugas sinergi Polri dan
    perangkat desa dalam kebersamaan menyelesaikan permasalahan sosial, melakukan
    deteksi dini terhadap lokasi-lokasi sebagai titik rawan yang berpotensi
    terjadinya permasalahan-permasalahan sosial,” kata Inspektur Jenderal Polisi Drs
    Didi Haryono.

    Perkembangan dan dinamika masyarakat
    saat ini sangat dipengaruhi isu – isu berkembanganya teknologi dan komunikasi
    sampai ke pelosok pedesaan, informasi dan keterbukaan publik membawa perubahan
    kehidupan sosial bermasyarakat, yang tentunya dapat menimbulkan kerawanan
    kamtibmas, selain dampak positif juga dapat membawa dampak yang negatif,
    sebagai contoh, penyebaran hoax maupun hatespeech.

    “Kami mengingatkan, akan ada 2
    kerugian kalau kita salah mengelola informasi, pertama Quota data akan tersedot
    sia sia dan kedua timbul masalah hukum kalau yang di share mengandung ujaran
    kebencian dan pihak yang dirugikan melapor sebagaimana diatur dalam UU ITE
    diancam hukuman 6 tahun penjara,” kata Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi
    Haryono.

    Untuk mendukung program desa mandiri,
    polda kalbar juga telah membentuk satgas desa mandiri guna percepatan
    peningkatan status desa menjadi desa yang mandiri.



    “Satgas desa mandiri mencakup 3 aspek
    tugas antara lain: 1. aspek pengungkit (dimensi ketahanan sosial bidang
    keamanan) 3 variabel, yakni poskamling, siskamling dan konflik; 2. aspek
    penyelaras (dimensi ketahanan lingkungan) 3 variabel: kualitas lingkungan,
    rawan bencana, dan tanggap bencana; 3. aspek pelengkap dalam program desa
    mandiri, satgas desa ikut mendorong kinerja instansi / dinas terkait yang
    membidangi terhadap variabel-variabel menuju desa mandiri,” ujar Inspektur
    Jenderal Polisi Drs Didi Haryono.
    Terdata jumlah Bhabinkamtibmas jajaran
    polda kalbar sebanyak 897 personel yang tersebar di seluruh Kalimantan Barat
    dengan rincian, 546 bhabin di desa binaan, 249 bhabin di desa sentuhan, 102
    bhabin di desa pantauan.
    “Upaya Bhabinkamtibmas dalam menyukseskan
    program desa mandiri antara lain: 1. bersama-sama dengan kepala desa dan
    babinsa mendata kekurangan-kekurangan yang harus dipenuhi terkait variabel
    indek desa mandiri; 2. menyarankan kepada kepala desa untuk berkoordinasi
    dengan pemerintahan kabupaten dan pemerintahan provinsi agar memprioritaskan
    pembangungan terkait variabel-variabel yang harus dipenuhi guna menuju desa
    mandiri; 3. dalam indeks ketahanan sosial khususnya aspek keamanan, Bhabinkamtibmas
    terus berupaya mendorong masyarakat dengan swadaya yang ada, mewujudkan
    variabel-variabel yang harus dilengkapi seperti: membangun poskamling,
    menggerakkan siskamling dan mengaktifkan peran fkpm/lembaga adat,” ungkap
    Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono.

    Demikian halnya pemanfaatan perkembangan
    teknologi dalam mendukung terwujudnya desa mandiri. antara lain dalam bentuk
    percepatan pelayanan publik dimana saat ini masyarakat dapat merasakan
    kemudahan untuk membuat sim atau skck dengan fasilitas SIM / SKCK keliling yang
    terintegrasi secara online.

    “Media sosial kita manfaatkan untuk
    memberikan himbauan dan edukasi kepada warga sehingga lebih efektif dan
    efisien. Dari 2.031 desa di Kalimantan Barat, 87 diantaranya merupakan desa
    mandiri (4,3%), 188 desa maju, 767 desa berkembang, 781 desa tertinggal, dan
    208 desa sangat tertinggal. data menyebutkan di indonesia terdapat 74.954 desa
    dengan desa yang tergolong desa mandiri sebanyak 834 desa, dan 87 diantaranya
    terdapat di kalbar (10,5%),” jelas Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono.

    Banyak hal lain disampaikan Kapolda
    dan diakhir sambutannya, ia mengajak melalui kegiatan ini marilah kita
    menyatukan visi, misi, persepsi dan interpretasi kita semua untuk membangun Kalimantan
    Barat yang semakin aman, damai, unggul dan kompetitif, dengan mengedepankan
    sinergitas dan keterpaduan dari seluruh komponen di wilayah Kalimantan Barat.

    Pada kesempatan ini juga kami titipkan
    kepada civitas akademika agar dalam pelaksanaan kegiatan lapangan dan kuliah
    kerja nyata di masyarakat, dapat turut serta memberikan kontribusi pada
    pembangunan desa mandiri,” pungkasnya.

    Sebagai informasi, tutut hadir
    Wakapolda Kalbar Brigjen Pol Drs Imam Sugianto M.Si, Irwasda Polda Kalbar
    Kombes Pol Andi Musa, dan PJU Polda Kalbar dan Civitas Akademis UPB Pontianak.

    ——
    [ Penulis: Kabidhumas /
    Kepala Urusan Produk Kreatif Multi Media Humas Polda Kalimantan Barat, Ajun Komisaris
    Polisi Cucu Safiyudin ]

    Like it? Share with your friends!