DPM Pemdes Sanggau Sebut Baru 20-an BUMDes yang Eksis di Sanggau


  • Rabu, 9 September 2020
  • 08:24 WIB
  • DPM Pemdes Sanggau Sebut Baru 20-an BUMDes yang Eksis di Sanggau

    DPM Pemdes Sanggau Sebut Baru 20-an BUMDes yang Eksis di Sanggau

    //DISKOMINFO-SGU//

    SANGGAU – Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPM Pemdes) Kabupaten Sanggau, Alian menyebut baru 85 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang sudah terbentuk dari 163 desa se-Kabupaten Sanggau. Dari 85 BUMDes tersebut, tercatat 20-an yang eksis.

    “Eksis dalam konteks ini artinya BUMDes itu sudah ada bukti penyertaan modalnya yang disumbangkan kepada pemerintah desa melalui APBDes. Di postur APBDes itu ada Pendapatan Asli Desa (PADes). Itulah yang merupakan keuntungan dari BUMDes yang nanti dijadikan di postur APBDes yang akan bisa mengembangkan program di tingkat desa,” ujar Alian, Rabu (9/9/2020).

    Alian juga menyebut, jumlah nominal PADes yang diperoleh setiap BUMDes pun bervariasi. DPM Pemdes menegaskan tak pernah mematok persentasi nominal PADes dari setiap BUMDes.

    “Paling tidak BUMDes itu memiliki tiga analisa. Pertama, berapa persen dari total keuntungan BUMDes itu untuk pengembangan usahanya kembali. Kedua, berapa persen dari total keuntungan BUMDes itu untuk opersional BUMDes, termasuk dana tak terduga di tubuh BUMDes. Ketiga, berapa persentasenya itu untuk pendapatan asli desa. Ini bervariasi,” terangnya.

    Meski tak menyebut nama desanya, namun Alian mengaku saat ini sudah ada BUMDes yang menyumbang di atas Rp10 juta untuk APBDes.

    “Nah itu sudah harus kita syukuri. Tapi mereka ini masih belajar. Kedepan harapan kita, seluruh BUMDes, mampu melaksanakan program tingkat desa sehingga nanti ada pendapatan asli desa,” pungkasnya.

    BUMDes pun bergerak di berbagai bentuk. Itu tergantung dari masyarakat desa setempat dengan mempertimbangkan asas manfaat, sumber daya pengelola, serta konsumen.

    “Misalnya usaha air galon, ada jasa lainnya, seperti penjualan bibit, dalam bentuk tanaman holtikultura, tanaman keras. Juga penyewaan baju-baju adat. Tapi itu kita serahkan ke BUMDes, masyarakatnya,” ungkap Alian.

    Ia juga menyebut beberapa BUMDes yang dinilainya cukup maju, antara lain BUMDes Desa Sukagerundi di Kecamatan Parindu, BUMDes Desa Melobok, Kecamatan Meliau dan BUMDes Desa Pedalaman, Kecamatan Tayan Hilir.

    “Di Desa Pendalaman ini ada bantuan CSR untuk BUMDes-nya,” tutur Alian.




    Like it? Share with your friends!