Dari 85 Bumdes Terbentuk di Sanggau, 20-an Dinilai Telah Eksis


  • Kamis, 10 September 2020
  • 09:36 WIB
  • Dari 85 Bumdes Terbentuk di Sanggau, 20-an Dinilai Telah Eksis

    radarkalbar.com, SANGGAU- Tak kurang sebanyak 85 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sudah terbentuk dari 163 desa se-Kabupaten Sanggau. Dari 85 BUMDes tersebut, tercatat 20-an yang telah eksis.

    Hal ini diungkapkan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPM Pemdes) Kabupaten Sanggau, Alian.

    “ Bumdes yang sudah terbentuk sebanyak 85 dari 163 desa se Kabupaten Sanggau. Dan eksis sekitar 20-an Bumdes. Nah, eksis ini dalam konteks, artinya BUMDes itu sudah ada bukti penyertaan modalnya yang disumbangkan kepada pemerintah desa melalui APBDes. Pada postur APBDes itu ada Pendapatan Asli Desa (PADes). Itulah yang merupakan keuntungan dari BUMDes yang nanti dijadikan di postur APBDes yang akan bisa mengembangkan program di tingkat desa,”ungkapnya.

    Menurut Alian, jumlah nominal PADes yang diperoleh setiap BUMDes pun bervariasi. Untuk itu, DPM Pemdes tak pernah mematok persentasi nominal PADes dari setiap BUMDes.

    “BUMDes itu harus memiliki minimal tiga analisa. Pertama, berapa persen dari total keuntungan BUMDes itu untuk pengembangan usahanya kembali. Kedua, berapa persen dari total keuntungan BUMDes itu untuk opersional BUMDes, termasuk dana tak terduga di tubuh BUMDes. Ketigas, berapa persentasenya itu untuk pendapatan asli desa. Ini bervariasi,”paparnya.

    Kendatipun tak menyebut nama desanya, namun Alian mengaku saat ini sudah ada BUMDes yang menyumbang di atas Rp10 juta untuk APBDes.

    “Ini sudah harus kita syukuri. Tapi mereka ini masih belajar. Kedepan harapan kita, seluruh BUMDes, mampu melaksanakan program tingkat desa sehingga nanti ada pendapatan asli desa,” tukasnya.

    Dijelaskan, BUMDes itu bergerak di berbagai bentuk. Itu tergantung dari masyarakat desa setempat dengan mempertimbangkan asas manfaat, sumber daya pengelola, serta konsumen.

    “Ada yang usaha usaha air galon, jasa lainnya, seperti penjualan bibit, dalam bentuk tanaman holtikultura, tanaman keras. Juga penyewaan baju-baju adat. Tapi itu kita serahkan ke BUMDes, masyarakatnya,”ujarnya.

    Alian menyebut beberapa BUMDes yang dinilainya cukup maju, antara lain BUMDes Desa Sukagerundi di Kecamatan Parindu, BUMDes Desa Melobok, Kecamatan Meliau dan BUMDes Desa Pedalaman, Kecamatan Tayan Hilir.

     

     

     

    Baca juga

     

     

     

     

     

    Pewarta : Abin.

    Editor : Sery Tayan.


    Like it? Share with your friends!