2.463 Rumah Warga di Meliau Terpasang Listrik PLN 24 Jam


  • Selasa, 5 Mei 2020
  • 19:54 WIB
  • 2.463 Rumah Warga di Meliau Terpasang Listrik PLN 24 Jam


    TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU – Harapan warga dari delapan desa di Kecamatan Meliau untuk menikmati listrik 24 jam di Bulan Ramadan akhirnya terpenuhi. Hal ini ditandai dengan dilaksakannya peresmian Pola Operasi Sistem Kelistrikan 24 jam di Desa Kuala Buayan, Kecamatan Meliau Kabupaten Sanggau, pada Jumat (24/4) lalu.

    Sebelumnya Desa Kuala Buayan, Desa Penyelimau Jaya, Desa Penyelimau, Desa Bhakti Jaya, Desa Mukti Jaya, Desa Cupang, Desa Harapan Makmur dan Desa Kunyil hanya menikmati listrik selama 12 jam dengan kapasitas 1000 kW yang disuplai dari PLTD Kuala Buayan.

    Apa Makanan Favorit Keluargamu? Tuliskan Bagaimana Cara Membuatnya! Soal TVRI SD Kelas 1 – 3

    UPDATE Data Covid-19 Kabupaten Sanggau Selasa (5/5/2020), ODP, PDP dan Kasus Positif

    CEK FAKTA – Kuota Internet 10GB serta Telepon dan SMS Gratis di WhatsApp, Telkomsel Hingga Indosat

    Namun kini, dengan sudah terinterkoneksinya Sistem Kelistrikan Khatulistiwa melalui Gardu Induk (GI) Tayan, masyarakat dapat menikmati listrik selama 24 jam penuh.

    Salah satu warga, Budi (46), merasa bersyukur dan mengucapkan terimakasih kepada PLN atas beroperasinya listrik 24 jam di Kuala Buayan.

    “Akhirnya kami bisa menikmati listrik di bulan suci Ramadhan selama 24 jam penuh. Tentu ini sangat bermanfaat bagi kami untuk lebih fokus dalam beribadah serta menunjang kegiatan berjualan saya,” ungkap Budi.

    Sementara itu, Manager PLN Sanggau, Gurit Bagaskoro mengatakan, untuk melistriki dan meningkatkan pola layanan dari 12 jam menjadi 24 jam kepada warga di 8 desa tersebut, PLN telah melaksanakan Uprating Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 10.77 kms dan pemasangan Kabel Sungai dari JTM Meliau ke Jaringan Eksisting Kuala Buayan serta instalasi pendukung lainnya.

    Dijelaskannya pula, jaringan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) yang dibangun langsung terhubung dengan Sistem Kelistrikan Khatulistiwa melalui Gardu Induk (GI) Tayan sebagai pengganti mesin diesel yang selama ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik PLN Sub Unit Kuala Buayan.

    Sedang Asyik Menunggu Pembeli, Bandar Narkoba Ini Justru Diringkus Polisi

    Bupati Mempawah Minta Tim Gugus Tugas Rapid Test Secara Acak 2700 Pekerja PT WIKA

    Ini Harapan IBI Kalimantan Barat di Hari Bidan Internasional

    “Karena jaringan listrik ini cukup panjang, maka untuk menjaga keandalan pasokan listriknya dibutuhkan partisipasi seluruh warga untuk sama-sama menjaganya, salah satunya dengan cara merelakan pohon dan tanam tumbuh yang berada didekat jaringan listrik untuk dipangkas ataupun ditebang, karena akan berpotensi terjadinya gangguan hingga menyebabkan padam,” tambah Gurit.

    Gurit berharap keberadaan listrik PLN 24 jam ini dapat dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan.




    Like it? Share with your friends!