Polres Sanggau Semangat persatuan dan
keberagaman mewarnai rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 di
Kabupaten Sanggau. Polres Sanggau menggelar kegiatan Doa Lintas Agama dengan
mengusung tema “Polri Untuk Masyarakat” di Aula Graha Wira Pratama Polres
Sanggau, Selasa (30/6/2026) pukul 08.30 WIB.

Kegiatan
tersebut menjadi momentum kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam
memanjatkan doa demi terwujudnya keamanan, kedamaian, dan kesejahteraan di
Kabupaten Sanggau. Selain sebagai rangkaian Hari Bhayangkara, kegiatan ini juga
mencerminkan kuatnya nilai toleransi yang terus dijaga di tengah keberagaman
masyarakat.

Hadir dalam
kegiatan tersebut Wakapolres Sanggau Kompol Radian Andy Pratomo, S.I.K., M.H.,
Asisten Bupati Sanggau Bidang Administrasi Umum Herkulanus H.P., S.H., Danki A
Batalyon TP 833 Kapten Inf M. Supi’i, Drs. Gusti Arman, M.Si. selaku Pangeran
Ratu Surya Negara Sanggau, para pejabat utama Polres Sanggau, para Kapolsek
jajaran, kepala dan perwakilan organisasi perangkat daerah, instansi vertikal,
tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda Kabupaten
Sanggau.

Dalam kesempatan
tersebut, Wakapolres Sanggau membacakan sambutan Kapolres Sanggau yang
berhalangan hadir karena menghadiri agenda kedinasan di Kepolisian Daerah.
Meski demikian, hal tersebut tidak mengurangi makna dan penghormatan kepada
seluruh tamu undangan yang telah hadir dalam kegiatan penuh kebersamaan
tersebut.

Melalui sambutan
tersebut disampaikan bahwa keberagaman suku, agama, budaya, dan adat istiadat
yang dimiliki Kabupaten Sanggau merupakan kekuatan besar yang harus terus
dirawat. Perbedaan diyakini bukan sebagai pemisah, melainkan fondasi yang
memperkokoh persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam
sambutannya juga ditegaskan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat tidak
hanya diwujudkan melalui tugas kepolisian semata, tetapi juga memerlukan
dukungan moral, doa, serta partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

Sinergi antara
Polri, TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat menjadi
kunci utama dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

Wakapolres
Sanggau mengatakan bahwa Doa Lintas Agama merupakan ikhtiar spiritual yang
memiliki makna mendalam dalam mempererat persaudaraan sekaligus memohon
perlindungan Tuhan Yang Maha Esa bagi seluruh masyarakat Kabupaten Sanggau.


“Kegiatan ini
bukan sekadar seremoni memperingati Hari Bhayangkara ke-80, tetapi menjadi
momentum untuk memperkuat persatuan, meneguhkan toleransi, dan mempererat
sinergi seluruh komponen masyarakat. Kami meyakini bahwa keamanan daerah akan
semakin kokoh apabila dibangun melalui kebersamaan, kepedulian, dan doa dari
seluruh umat beragama,” ujar Kompol Radian.

Ia juga mengajak
seluruh masyarakat agar terus menjaga kerukunan, memperkuat silaturahmi, serta
tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar atau provokasi
yang dapat mengganggu persatuan. Menurutnya, dialog dan musyawarah harus selalu
menjadi jalan utama dalam menyelesaikan setiap persoalan di tengah masyarakat.

Dalam forum
tersebut, Polres Sanggau kembali menegaskan komitmennya untuk membuka ruang
kolaborasi seluas-luasnya dengan seluruh elemen masyarakat. Sinergi lintas
sektoral dinilai menjadi modal penting dalam menciptakan keamanan, ketertiban,
serta pelayanan kepolisian yang semakin humanis dan profesional.

Usai sambutan,
kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin secara bergantian oleh
para pemuka agama. Doa agama Islam dipimpin oleh Ust. Ayi Yusuf Muhidin, agama
Katolik oleh Pastor H. Eko Pompang, Pr., agama Kristen Protestan oleh Pdt.
Marjono, agama Hindu oleh Pandita I Wayan Eko Yuwana, serta agama Konghucu oleh
Cau Sen Daniel.

Suasana khidmat
menyelimuti Aula Graha Wira Pratama ketika seluruh peserta bersama-sama
memanjatkan doa sesuai keyakinan masing-masing. Kebersamaan tersebut menjadi
simbol kuat bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi seluruh elemen bangsa
untuk bersatu dalam menjaga kedamaian dan persaudaraan.

Melalui Doa
Lintas Agama ini, Polres Sanggau berharap seluruh rangkaian Hari Bhayangkara
ke-80 dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan penuh makna. Lebih dari itu,
kegiatan ini diharapkan semakin mempererat hubungan harmonis antara Polri,
pemerintah daerah, TNI, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat dalam
mewujudkan Kabupaten Sanggau yang aman, damai, toleran, dan sejahtera.

Semangat “Polri
Untuk Masyarakat” yang diusung dalam Hari Bhayangkara ke-80 menjadi pengingat
bahwa tugas menjaga keamanan bukan hanya tanggung jawab institusi kepolisian,
melainkan tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa.

Dengan persatuan,
toleransi, dan doa yang dipanjatkan bersama, diharapkan Kabupaten Sanggau
senantiasa berada dalam suasana yang kondusif, harmonis, dan penuh keberkahan.
(Dny Ard / Humas Res Sgu)


Share.
Exit mobile version