Polres Sanggau – Upaya
memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan lahan produktif
kembali menunjukkan hasil positif di wilayah Kecamatan Sekayam, Kabupaten
Sanggau. Pada Selasa (9/6/2026), panen jagung hibrida dilaksanakan di Lahan
Kebun Tim Penanganan Khusus Ketahanan Pangan (TPKK) Desa Sotok yang berlokasi
di Jalan Raya Sotok, Dusun Keladang I, Desa Sotok.
memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan lahan produktif
kembali menunjukkan hasil positif di wilayah Kecamatan Sekayam, Kabupaten
Sanggau. Pada Selasa (9/6/2026), panen jagung hibrida dilaksanakan di Lahan
Kebun Tim Penanganan Khusus Ketahanan Pangan (TPKK) Desa Sotok yang berlokasi
di Jalan Raya Sotok, Dusun Keladang I, Desa Sotok.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00
WIB tersebut merupakan bagian dari Program 2 Pemanfaatan Lahan Produktif dalam
rangka mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung implementasi
Asta Cita Presiden Republik Indonesia di sektor pertanian dan swasembada
pangan.
WIB tersebut merupakan bagian dari Program 2 Pemanfaatan Lahan Produktif dalam
rangka mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung implementasi
Asta Cita Presiden Republik Indonesia di sektor pertanian dan swasembada
pangan.
Panen jagung hibrida tersebut
dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah, TNI, Polri, penyuluh pertanian,
perangkat desa, serta kelompok tani. Hadir mewakili Camat Sekayam, Kasi Tata
Pemerintahan Khairul Fahrozy, sementara Danramil Sekayam diwakili oleh SERMA
Jefri. Turut hadir Kepala Desa Sotok Markus Deki, A.Md., Pendamping Desa Yosef
Jaef, Babinsa Desa Sotok SERDA Rusmanto, Bhabinkamtibmas Desa Sotok Briptu
Rinaldy Andarsih, perangkat desa, serta para petani yang terlibat dalam
pengelolaan lahan.
dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah, TNI, Polri, penyuluh pertanian,
perangkat desa, serta kelompok tani. Hadir mewakili Camat Sekayam, Kasi Tata
Pemerintahan Khairul Fahrozy, sementara Danramil Sekayam diwakili oleh SERMA
Jefri. Turut hadir Kepala Desa Sotok Markus Deki, A.Md., Pendamping Desa Yosef
Jaef, Babinsa Desa Sotok SERDA Rusmanto, Bhabinkamtibmas Desa Sotok Briptu
Rinaldy Andarsih, perangkat desa, serta para petani yang terlibat dalam
pengelolaan lahan.
Jagung yang dipanen merupakan
hasil penanaman yang dilakukan pada 27 Februari 2026 di atas lahan seluas satu
hektare. Selama masa tanam, tanaman mendapat pendampingan dan perawatan secara
berkelanjutan melalui kolaborasi antara pemerintah desa, kelompok tani,
penyuluh pertanian, serta unsur keamanan yang mendukung program ketahanan
pangan.
hasil penanaman yang dilakukan pada 27 Februari 2026 di atas lahan seluas satu
hektare. Selama masa tanam, tanaman mendapat pendampingan dan perawatan secara
berkelanjutan melalui kolaborasi antara pemerintah desa, kelompok tani,
penyuluh pertanian, serta unsur keamanan yang mendukung program ketahanan
pangan.
Untuk mengetahui estimasi
produktivitas hasil panen, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Sotok,
Suyono, S.P., melakukan pengukuran menggunakan metode ubinan atau ubinasi.
Metode ini digunakan sebagai standar dalam menghitung potensi hasil panen
secara ilmiah dan terukur.
produktivitas hasil panen, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Sotok,
Suyono, S.P., melakukan pengukuran menggunakan metode ubinan atau ubinasi.
Metode ini digunakan sebagai standar dalam menghitung potensi hasil panen
secara ilmiah dan terukur.
Berdasarkan hasil pengambilan
sampel di tiga titik lokasi panen, diperoleh data produktivitas yang
menunjukkan hasil menggembirakan. Dari proses perhitungan ubinan tersebut,
estimasi hasil panen mencapai sekitar 10,14 ton per hektare, angka yang
menunjukkan tingkat produktivitas jagung yang cukup tinggi untuk lahan
pertanian di wilayah tersebut.
sampel di tiga titik lokasi panen, diperoleh data produktivitas yang
menunjukkan hasil menggembirakan. Dari proses perhitungan ubinan tersebut,
estimasi hasil panen mencapai sekitar 10,14 ton per hektare, angka yang
menunjukkan tingkat produktivitas jagung yang cukup tinggi untuk lahan
pertanian di wilayah tersebut.
Keberhasilan panen ini menjadi
indikator bahwa pemanfaatan lahan produktif yang dilakukan secara terencana
mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi pangan lokal.
Selain meningkatkan ketersediaan pangan, program ini juga membuka peluang
peningkatan pendapatan bagi kelompok tani dan masyarakat sekitar.
indikator bahwa pemanfaatan lahan produktif yang dilakukan secara terencana
mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi pangan lokal.
Selain meningkatkan ketersediaan pangan, program ini juga membuka peluang
peningkatan pendapatan bagi kelompok tani dan masyarakat sekitar.
Kapolsek Sekayam, AKP Dr.
Sutikno, S.Sos., M.A.P., menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang
telah berkontribusi dalam mendukung keberhasilan program ketahanan pangan di
Desa Sotok. Menurutnya, capaian hasil panen tersebut merupakan buah dari kerja
sama yang kuat antara pemerintah, petani, penyuluh pertanian, dan unsur
keamanan.
Sutikno, S.Sos., M.A.P., menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang
telah berkontribusi dalam mendukung keberhasilan program ketahanan pangan di
Desa Sotok. Menurutnya, capaian hasil panen tersebut merupakan buah dari kerja
sama yang kuat antara pemerintah, petani, penyuluh pertanian, dan unsur
keamanan.
“Panen jagung hibrida ini menjadi
bukti bahwa sinergi yang baik antara seluruh elemen masyarakat mampu
menghasilkan capaian yang positif. Ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab
petani, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Polri akan terus mendukung
setiap program produktif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat
dan memperkuat swasembada pangan nasional,” katanya.
bukti bahwa sinergi yang baik antara seluruh elemen masyarakat mampu
menghasilkan capaian yang positif. Ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab
petani, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Polri akan terus mendukung
setiap program produktif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat
dan memperkuat swasembada pangan nasional,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pemanfaatan
lahan produktif harus terus dikembangkan sebagai langkah strategis dalam
menghadapi tantangan kebutuhan pangan di masa mendatang. Menurutnya,
keberhasilan yang dicapai Desa Sotok dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain
untuk mengoptimalkan potensi pertanian yang dimiliki.
lahan produktif harus terus dikembangkan sebagai langkah strategis dalam
menghadapi tantangan kebutuhan pangan di masa mendatang. Menurutnya,
keberhasilan yang dicapai Desa Sotok dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain
untuk mengoptimalkan potensi pertanian yang dimiliki.
Kegiatan
panen berlangsung dengan aman, lancar, dan penuh semangat kebersamaan.
Keberhasilan panen jagung hibrida dengan estimasi hasil mencapai 10,14 ton per
hektare tersebut diharapkan semakin memperkuat komitmen seluruh pihak dalam
mendukung program ketahanan pangan nasional serta mewujudkan kemandirian pangan
yang berkelanjutan di Kabupaten Sanggau. (Dny Ard / Humas Res Sgu)
panen berlangsung dengan aman, lancar, dan penuh semangat kebersamaan.
Keberhasilan panen jagung hibrida dengan estimasi hasil mencapai 10,14 ton per
hektare tersebut diharapkan semakin memperkuat komitmen seluruh pihak dalam
mendukung program ketahanan pangan nasional serta mewujudkan kemandirian pangan
yang berkelanjutan di Kabupaten Sanggau. (Dny Ard / Humas Res Sgu)
