Polres Sanggau – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur
wilayah Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, memicu terjadinya banjir dan
genangan air di sejumlah titik pada Rabu, 22 April 2026. Personil Polsek Parindu
bergerak cepat melakukan monitoring guna memastikan kondisi masyarakat tetap
aman serta meminimalisir dampak yang ditimbulkan.
wilayah Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, memicu terjadinya banjir dan
genangan air di sejumlah titik pada Rabu, 22 April 2026. Personil Polsek Parindu
bergerak cepat melakukan monitoring guna memastikan kondisi masyarakat tetap
aman serta meminimalisir dampak yang ditimbulkan.
Kegiatan monitoring dilakukan sejak pukul 10.00 WIB hingga selesai oleh
jajaran Polsek Parindu di sejumlah lokasi terdampak. Langkah ini dilakukan
sebagai respons atas meningkatnya curah hujan dalam beberapa hari terakhir yang
berpotensi menyebabkan bencana banjir dan tanah longsor (batingsor).
jajaran Polsek Parindu di sejumlah lokasi terdampak. Langkah ini dilakukan
sebagai respons atas meningkatnya curah hujan dalam beberapa hari terakhir yang
berpotensi menyebabkan bencana banjir dan tanah longsor (batingsor).
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, terdapat dua titik utama yang
terdampak banjir di wilayah Kecamatan Parindu. Lokasi pertama berada di Komplek
Pastoran Paroki Pusat Damai, Desa Pusat Damai, dengan ketinggian air mencapai
sekitar 30 hingga 70 sentimeter.
terdampak banjir di wilayah Kecamatan Parindu. Lokasi pertama berada di Komplek
Pastoran Paroki Pusat Damai, Desa Pusat Damai, dengan ketinggian air mencapai
sekitar 30 hingga 70 sentimeter.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, genangan air di lokasi tersebut
berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat, termasuk fasilitas
pendidikan. Sejumlah sekolah seperti SMA Karya Kasih dan SMP Yos Sudarso
terpaksa meliburkan kegiatan belajar mengajar karena area sekolah terdampak
banjir.
berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat, termasuk fasilitas
pendidikan. Sejumlah sekolah seperti SMA Karya Kasih dan SMP Yos Sudarso
terpaksa meliburkan kegiatan belajar mengajar karena area sekolah terdampak
banjir.
Sementara itu, titik banjir kedua terpantau di Dusun Mundun, Desa Palem
Jaya. Air menggenangi perlintasan jalan dengan ketinggian berkisar antara 15
hingga 30 sentimeter, sehingga menghambat mobilitas warga yang melintas di
jalur tersebut.
Jaya. Air menggenangi perlintasan jalan dengan ketinggian berkisar antara 15
hingga 30 sentimeter, sehingga menghambat mobilitas warga yang melintas di
jalur tersebut.
Kapolsek Parindu, Iptu N. Ling, S.H., M.Sos., menyampaikan bahwa
pihaknya terus melakukan pemantauan intensif di wilayah rawan banjir guna
memastikan situasi tetap terkendali. Ia juga mengimbau masyarakat untuk
meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana lanjutan.
pihaknya terus melakukan pemantauan intensif di wilayah rawan banjir guna
memastikan situasi tetap terkendali. Ia juga mengimbau masyarakat untuk
meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana lanjutan.
“Kami telah melakukan monitoring di beberapa titik terdampak banjir.
Hingga saat ini, situasi masih dalam kondisi aman dan tidak ada korban jiwa.
Namun demikian, kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat curah
hujan masih tinggi,” ujarnya.
Hingga saat ini, situasi masih dalam kondisi aman dan tidak ada korban jiwa.
Namun demikian, kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat curah
hujan masih tinggi,” ujarnya.
Iptu N. Ling menjelaskan bahwa kenaikan debit air di Komplek Pastoran
disebabkan oleh meluapnya Sungai Ensabal yang tidak mampu menampung kiriman air
dari hulu. Kondisi ini diperparah oleh intensitas hujan yang tinggi dan
berlangsung dalam beberapa hari terakhir.
disebabkan oleh meluapnya Sungai Ensabal yang tidak mampu menampung kiriman air
dari hulu. Kondisi ini diperparah oleh intensitas hujan yang tinggi dan
berlangsung dalam beberapa hari terakhir.
Menurutnya, fenomena batingsor yang terjadi di wilayah Parindu merupakan
dampak langsung dari kondisi cuaca ekstrem yang melanda kawasan tersebut. Oleh
karena itu, koordinasi dengan pihak terkait terus dilakukan untuk
mengantisipasi potensi bencana lanjutan.
dampak langsung dari kondisi cuaca ekstrem yang melanda kawasan tersebut. Oleh
karena itu, koordinasi dengan pihak terkait terus dilakukan untuk
mengantisipasi potensi bencana lanjutan.
Polsek Parindu juga
mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat di
lingkungan masing-masing. Upaya kolaboratif antara aparat dan masyarakat
dinilai penting dalam menghadapi situasi cuaca ekstrem demi menjaga keselamatan
bersama. (Dny Ard / Humas Res Sgu)
mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat di
lingkungan masing-masing. Upaya kolaboratif antara aparat dan masyarakat
dinilai penting dalam menghadapi situasi cuaca ekstrem demi menjaga keselamatan
bersama. (Dny Ard / Humas Res Sgu)
