Pj Gubernur Kalbar Serahkan Bantuan ke Anak Stunting dan Masyarakat Miskin Ekstrem di Kota Sanggau – Kalimantan Today

Pj Gubernur Kalbar Serahkan Bantuan ke Anak Stunting dan Masyarakat Miskin Ekstrem di Kota Sanggau – Kalimantan Today


Foto—Pj Gubernur Kalbar menyerahkan bantuan kepada warga miskin ekstrem di Kota Sanggau, Minggu (03/03/2024)–ist

 

KALIMANTANTODAY, SANGGAU. Penjabat (Pj) Gubernur Kalbar, Harisson didampingi Ketua PKK Kalbar, Windy Prihastari melakukan kunjungan ke Kota Sanggau, Minggu (03/03/2024).

Didampingi Pj Bupati Sanggau, Suherman, serta pejabat lainnya, Harisson memberikan bantuan kepada anak-anak penderita sunting dan keluarga dengan status kemiskinan ekstrem.

Pertama-tama, Harisson menyerahkan bantuan kepada lima anak penderita stunting di RT.01, Kelurahan Tanjung Sekayam, Kota Sanggau. Ia mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar saat ini tetap fokus dalam menangani stunting di seluruh Kalbar.

Selain upaya dari pemerintah, orang nomor satu di Kalbar itu juga berharap keterlibatan perusahaan melalui CSR dalam membantu menangani stunting.

“Nanti perusahaan silakan berkoordinasi dengan pak Bupati, Camat atau Kadis Kesehatan untuk memberikan bantuan,” kata Harisson, Minggu (3/3/2024) sore.

Selanjutnya, bersama rombongan, Harisson bergeser mengunjungi rumah warga berstatus miskin ekstrem di RT. 01 Kelurahan Ilir Kota, Kota Sanggau. Ternyata, meski masuk kategori miskin sktrem, warga tersebut belum masih menjadi anggota jaminan sosial.

Rumah warga juga tersebut belum teraliri listrik secara mandiri dan fasilitas air bersih dari PDAM. Mengetahui itu, Harisson seketika meminta PLN dan Pj Bupati Sanggau mengakomodir listrik dan air PDAM.

“Tadi saya sudah minta dengan Joice General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalbar untuk dibantu supaya ada listrik. Juga kepada pak Bupati untuk juga dialiri PDAM,” ungkapnya.

Selain menyerahkan bantuan, Harisson juga memastikan kebutuhan warga tersebut bisa dipenuhi dengan baik dengan berbagai program kesejahteraan pemerintah.

“Ini memang program dari pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem. Satu di antaranya mengurangi beban keluarga dengan status miskin ekstrem,” pungkasnya. (Ram)