Tongkang Angkut Cangkang Tabrak Fender Pengaman Jembatan Kapuas Tayan, Begini Kronologisnya

Tongkang Angkut Cangkang Tabrak Fender Pengaman Jembatan Kapuas Tayan, Begini Kronologisnya


FOTO : tongkang Grand 89 terlihat melintang diantara dua fender Jembatan Kapuas Tayan (red).

TAYAN HILIR – radarkalbar.com

WARGA Kota Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Kalbar, sempat dibuat gempar. Menyusul, pagi buta, pada Rabu (13/12/2023) melihat sebuah tongkang, dengan posisi melintang diantara dua fender jembatan Kapuas Tayan.

Usut punya usut, belakangan diketahui tongkang bernama lambung Grand 89 dan bermuatan cangkang, yang ditarik Tug Boat (kapal penarik,red) Glory 898, mengalami kecelakaan sungai, sekitar pukul 03.35 WIB.

Tak ayal, posisi tongkang yang tak lazim berada di kedua fender tersebut menjadi tontonan para pengendara yang melintas di jembatan tersebut.

Pasalnya, lalu lalang kapal bukanlah melintas diantara kedua fender pengaman itu. Namun, pada celah bentangan jembatan 200 meter di sebelahnya.

” Wah, kenapa bisa begini. Kan, disini bukan jalurnya. Harusnya lewat sebelah,” celetuk Herman salah seorang warga setempat.

Pantauan awak media di lapangan, secara kasat mata terlihat posisi beberapa bagian dari fender jembatan tersebut miring dan penyok.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, posisi tongkang tersebut melintang diantara kedua fender pengamanan itu, dikarenakan nakhoda tug boat dan pemandu alam sempat mau melaksanakan manuver, dengan cara menarik mudik tongkang itu ke hulu.

Usaha mereka nyaris berhasil, hanya saja, begitu haluan tongkang berubah. Namun, buritan tongkang tersebut telah menabrak fender sebelahnya. Sehingga posisinya menjadi melintang diantara dua fender tersebut.

Saat kejadian itu, propeler (kipas) Tug Boat itupun terbelit tali towing (tali penarik, red).

Kapolres Sanggau, AKBP Suparno Agus Candra Kusumah melalui Kasat Reskrim AKP Indrawan Wira Saputra membenarkan kejadian tersebut.

Menurut mantan Kasat Reskrim Polres Kubu Raya ini berdasarkan keterangan nakhoda Tug Boat TB Glory 898, Baharudin, menyebutkan kejadian tersebut bermula, saat Tug Boat Glory yang menarik tongkang Grand 89 bertolak dari sebuah dermaga di wilayah Desa Peniti, Sekadau, Rabu (13/12/2023) sekitar pukul 0.8.00 WIB. Kemudian tujuan akhir pelayaran tersebut ke pelabuhan Marunda, Jakarta Utara.

Diketahui, saat itu dalam perjalanan kapal tersebut dipandu seorang pemandu alam, bernama Herman Sanjaya.

Awalnya berjalan lancar. Namun, naas pada subuh, sekitar pukul 03.35 WIB, saat Tug Boat Glory 898 yang menarik Tongkang Grand 89 akan melintas di bawah Jembatan Kapuas Tayan. Tiba – tiba kabut pekat muncul dan menghambat pandangan kapten kapal dan pemandu yang berada di anjungan Tug Boat Glory 898 tersebut.

Tapi alangkah kagetnya nakhoda dan pemandu alam tersebut, saat melihat jarak Tug Boat dengan fender jembatan sudah dekat.

“Menurut keterangan Kapten Tug Boat itu, karena kabut tebal. Dan menghalangi pandangan saat melewati di bawah jembatan tersebut. Sehingga tongkang tersebut melintang diantara dua tiang pengaman,” ujarnya.

Menurut pria dengan tiga balok dipundak ini, tidak ada korban jiwa musibah itu. kerugian materi pada tiang pengaman jembatan yang bergeser.

“Untuk tiang utama jembatan tidak mengalami kerusakan. Nah, untuk penanganan selanjutnya, akan kita koordinasikan dengan instansi terkait,” tegasnya. (Sery Tayan)