Kick off project henkel, sustainable and climate smart oi palm smallholders (NISCOPS)


Solidaridad dan Henkel bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Sanggau melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan dalam rangka Pembukaan “Kick off project henkel, sustainable and climate smart oi palm smallholders (NISCOPS)” atau inisiatif pemerintah untuk petani sawit yang berkelanjutan dan ramah iklim.

Kegiatan ini di hadiri Kadis Bunnak Prov Kalbar, Bupati Sanggau, Kadis Bunnak Sanggau, Serta beberapa OPD Kabupaten Sanggau turut hadir juga Perwakilan dari LTKL, Advisor GIZ SASCI, SPKS, USAID SEGAR, Project Folur, Elpagar, Camat Kapuas, Penyuluh Perkebunan, Kades Desa Penyelimau, Penyelimau Jaya, Kades Pampang Dua, Perwakilan Petani dan juga KUD.

Dalam laporannya Kadis Bunnak Sanggau, menyampaikan perlunya kerjasama antara stakeholder dan juga pemerintah daerah untuk membangun perkebunan di Kabupaten Sanggau
“memerlukan kerjasama dengan berbagai pihak dalam mendorong peningkatan kesejahteraan petani dan produksi kelapa sawit, sehingga dapat mewujudkan kelapa sawit berkelanjutan.”

Disampaikan juga bahwa kedepan rekan mitra bisa membantu petani dalam rangka memastikan rantai pasok  sawit berkelanjutan ini memiliki nilai nilai kaidah sesuai, sehingga hasil produk bisa diterima tidak hanya di pasar naisonal tapi  bisa hingga ke internasional.

Bupati Sanggau yang di wakili Asisten Perekonomian Dan Pembangunan Setda Sanggau sangat mengapresiasi dan mendukung kerjasama ini dan di harapkan dengan adanya kegiatan ini bisa meningkatkan Produktvitas Petani Sawit.

“Meningkatkan Adopsi Produksi Dan Sumber Minyak Sawit Berkelanjutan Yang Bebas Deforestasi Dan Berkelanjutan, Meningkatkan Transparansi Dan Keterlacakan

Melalui Dukungan 1.200 Petani Kecil Kelapa Sawit Yang Terkait Dengan Rantai Pasokan Henkel Di Kalimantan Barat, Indonesia. Proyek Ini Akan Meningkatkan Produktivitas Petani Kecil, Keberlanjutan Dan Mata Pencaharian Serta Ketahanan Mereka Terhadap Perubahan Iklim. Pada Saat Yang Sama Proyek Ini Bertujuan Untuk Menghindari Perubahan Penggunaan Lahan Lebih Lanjut Dan Hilangnya Keanekaragaman Hayati, Dengan Melindungi Dan Memulihkan Hutan Dan Lahan Gambut, Berkontribusi Pada Pengurangan Perubahan Iklim Dan Emisi Gas Rumah Kaca (Grk).”

Kadis Bunnak Prov dalam paparannya menghimbau kepada para petani yang hadir untuk tidak ragu karena pemerintah pusat sudah memberikan legalitas hukum lewat Inpres no 6 tahun 2019, dan disisi lain juga indonesia merupakan pemasok utama CPO dunia dengan aspek pasar global sawit yang sangat menjanjikan.

 


DPP