Kerap Bahayakan Pengguna Jalan, Yance Minta Dishub Provinsi Atur Jam Operasional Trailer Pengangkut Peti Kemas Jalur Tayan – Pontianak


FOTO : Wakil Ketua DPRD Sanggau, Timotius Yance (Ist)

Pewarta/editor : tim liputan/Sery Tayan

ARMADA angkutan hasil pertambangan dan perkebunan semestinya hanya melintas pada ruas jalan yang telah ditentukan spesifikasinya, sesuai dengan berat dan bobotnya.

Jika dibiarkan beroperasional secara serampangan, selain menimbulkan kerusakan pada jalan. Namun, juga akan membahayakan pengguna jalan lainnya.

“Kendaraan yang mengangkut hasil produksi pertambangan dan hasil perkebunan, harus sesuai dengan kelas jalan yang dilewatinya,” ujar Wakil Ketua D{RD Kabupaten Sanggau, Timotius Yance, pada Senin (29/8/2022).

Hal itu kata politisi Partai Golkar ini, merujuk pada peraturan daerah (Perda) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) nomor 11 tahun 2018 tentang pengaturan penggunaan jalan umum dan jalan khusus untuk angkutan hasil produksi pertambangan dan hasil perkebunan.

“Dalam aturan kan jelas, ada Perda Provinsi Kalbar yang mengatur itu. Saya minta agar Dishub Provinsi Kalbar sesuai kewenangannya untuk mengatur waktu melintas untuk kendaraan ini,” ungkapnya.

Khususnya terhadap trailer angkutan produksi bauksit kemasan, yang melintas mengangkut peti kemas/kontainer dari Kecamatan Tayan Hilir Sanggau menuju Pontianak.

“Kalau kita melihat, itu domainnya kan ada sama mereka (Dishub Provinsi). Itu tolong diatur jadwal mobilisasi mereka (kontainer pengangkut bauksit kemasan) apakah dijam-jam tidak sibuk, atau ditengah malam atau pada jam subuh,” paparnya.

Ungkapan Yance ini bukan hanya keluhan pengguna jalan lainnya. Namun, sesuai pengalaman pribadi dirinya, dimana pada Kamis (25/8/2022) sekitar pukul 09.00 WIB, ketika dirinya bersama keluarga menuju Pontianak.

Namun, persis pada jalan tanjakkan tidak jauh dari Simpang Ampar. Tiba-tiba trailer kontainer yang membawa bauksit itu tiba-tiba berhenti dan mundur.

Tak ayal, sempat menyerempet bagian depan mobilnya. Sehingga mobilnya mengalami kerusakan. Hal ini, tentunya tidak akan terjadi jika mobil trailer itu tidak dioperasikan pada jam-jam padat arus lalu lintas khususnya di ruas jalan Pontianak – Tayan.

“Sesuai pengalaman saya dan keluarga, beberapa waktu lalu hampir menjadi korban, tetapi masih hanya kerugian materil berupa kerusakan mobil. Nah, beruntung saat itu ada bapak-bapak dua orang di lokasi yang dengan cepat mengganjal dengan batu sehingga mobil tersebut tidak terlalu jauh mundurnya. Tetapi keluarga syok atas insiden itu (Kecelakaan), ” bebernya.

Yance berpesan kepada pengguna jalan lainnya agar selalu berhati-hati, jika melintas di ruas jalan Tayan – Pontianak. Dan jangan sekali-kali membuntuti belakang truk container yang bermuatan.

“Terutama pada saat menaiki tanjakkan, karena muatannya sangat berat sekali. Bahkan mungkin ada yang bisa melebihi 25 ton satu container,”cetusnya.