Ikut Ritual Adat Meruba, Yohanes Ontot Ajak Seluruh Masyarakat Dayak Bersatu


//Diskominfo Sanggau

KETAPANG – Wakil Bupati Sanggau Drs. Yohanes Ontot, M.Si menghadiri serangkaian kegiatan Ritual Adat Meruba di tempat kediaman Raja Hulu Aik Laman Sembilan Domong Sepuluh Petrus Singa Bansa di Laman Sengkuang Kecamatan Hulu Sungai Kabupaten Ketapang. Jum’at – Minggu (24-26/6/22).

Pada Jum’at malam (24/6/22) dilaksanakan Pembukaan Acara Adat Meruba di Tempat Kediaman Raja Hulu Aik diiringi musik tradisional Begendan dan tarian Adat Benari Beigal.


Keesokan harinya pada Sabtu (25/6/22) dalam sambutan Patih Jaga Pati Laman Sembilan Domong Sepuloh Kerajaan Hulu Aik Raden Cendaga Pintu Bumi Jaga Banua yang juga Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang Alexander Wilyo mewakili Raja Hulu Aik Petrus Singa Bansa berpesan agar masyarakat Adat Dayak harus mampu tampil eksis dengan tetap menjaga dan menghargai nilai luhur Kebudayaan Dayak.
“Kita sebagai orang dayak harus maju, harus mampu sejajar dengan suku bangsa lain yang sudah maju, dan saya ingin kita berdaulat serta harus berani dan bangga menunjukan eksistensi Budaya Adat Dayak agar dikenal dan dihormati orang lain,” Ujar Patih Jaga Pati.

Ia juga berpesan agar seluruh Orang Dayak harus eksis karena bukan hal yang kuno jika menunjukan suatu tradisi dan kebudayaan sebuah suku.
“Saya kira agar kita ini mau menunjukan jati diri Orang Dayak, ingat, ini bukan hal yang kuno dan bukan ketinggalan jalan, tapi itu bentuk rasa cinta kita dengan budaya kita, makanya kita harus bangga karena jika bukan kita yang menghargai tradisi budaya kita, siapa lagi?” pungkasnya.

Pada kegiatan tersebut Wakil Bupati Sanggau Yohanes Ontot juga ingin masyarakat adat Dayak Bersatu dimanapun berada.
“Saya Sebagai Ketua DAD Kabupaten Sanggau yang hadir dan mengikuti kegiatan ini ingin agar orang Dayak itu bersatu dan kita harus mampu bertahan di tengah-tengah perkembangan zaman saat ini, kita harus bisa menjaga jati diri dan menggali serta melestarikan Adat Budaya Suku Dayak dimanapun kita berada,” ucap Yohanes Ontot.


Yohanes Ontot juga menggapresiasi sambutan hangat dari Pemerintah Kabupaten Ketapang secara khusus Raja Hulu Aik yang telah menyambut kedatangan rombongan.
“Terimakasih banyak untuk Pemerintah Kabupaten Ketapang juga Raja Hulu Ai katas sambutannya kepada kami rombongan dari Kabupaten Sanggau, biarlah kita tetap bersama bergandengan tangan dan Bersatu agar mampu mempersatukan Suku Dayak dari Kerajaan Raja Hulu Aik ini,” Ujar Yohanes Ontot.

Orang nomor dua di Kabupaten Sanggau itu juga berpesan agar masyarakat adat harus cerdas dan bijaksana dalam hal apapun.
Saya ingin masyarakat kita, masyarakat suku Daya ini agar kita cerdas, kita rasional dan bijak dalam mengambil keputusan atau bertindak dalam hal apapun karena orang akan segan dengan jika kita bertindak dengan dasar tiga hal ini,” pesan Yohanes Ontot.

Setelah sambutan dari tokoh-tokoh penting yang ikut hadir pada kegiatan Adat Meruba selanjutnya dilaksanakan Pencucian Pusaka Kerajaan Hulu Aik oleh Raja Hulu Aik Petrus Singa Bangsa yang terdiri dari pusaka Bosi Koling, berupa sebilah keris dan benda pusaka-pusaka Kerajaan Hulu Aik lainnya seperti tongkat rakyat, unggun tembaga, jangka damar, batu udang dan pusaka lainnya.

Setelah itu Wakil Bupati Sanggau bersama Raja Hulu Aik mengikuti Ritual Buang Sial di Sungai Krio yakni mandi bersama masyarakat dan setelah itu di akhir kegiatan pada hari itu Wakil Bupati Sanggau Yohanes Ontot mengikuti Acara adat Timang Tanduk Sengiang Holang.


Di hari berikutnya pada minggu (26/6/22) Wakil Bupati Sanggau bersama Raja Hulu Aik mengikuti kegiatan penancapan tiang pertama Pembangunan Aula Kerajaan Hulu Aik Balai Bosi Koling Tungkat Rakyat yang diikuti oleh sepuluh Domong dari Sembilan Desa dengan membawa tanah dan air dari daerahnya masing-masing yang melambangkan rasa persatuan dan Kerjasama Suku Dayak yang hadir dari berbagai wilayah Kerajaan Hulu Aik.